- Home
-
- Megapolitan
-
- Batik Sukapura Meledak Jad...
Batik Sukapura Meledak Jadi Identitas Baru Jakarta Utara, DPRD Gaspol Dukung Pemakaiannya
Minggu, 30 Nov 2025, 17:05 WIBJUDUL
META DESCRIPTION
ISI BERITA (DATELINE JAKARTA)
JAKARTA - Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Wibi Andrino menyatakan dukungan penuh terhadap pengembangan Batik Sukapura sebagai identitas budaya baru yang tumbuh dari kreativitas warga Jakarta Utara. Ia menilai kehadiran batik tersebut menjadi bukti kuat bahwa masyarakat mampu melahirkan inovasi lokal yang bernilai ekonomi tinggi.
Ia menyampaikan dukungannya usai menghadiri peluncuran Batik Sukapura di Kampung Budaya Betawi Sukapura pada Sabtu (29/11). Ia menilai peluncuran ini menjadi momentum penting dalam memperkuat karakter budaya Betawi lewat karya yang punya ciri khas kuat.
Menurutnya, Batik Sukapura bukan sekadar karya seni, tetapi representasi kreativitas warga yang sudah melampaui batas. Ia menekankan bahwa karya tersebut menciptakan efek pengganda karena melahirkan peluang ekonomi baru dan memperkuat kemandirian masyarakat.
"Batik Sukapura menunjukkan kreativitas masyarakat yang sudah beyond. Ini menimbulkan multiplier effect karena ada ekonomi dan kemandirian warga," ucap Wibi.
Ia juga menilai batik khas daerah berpotensi besar memperkuat promosi budaya, baik di tingkat lokal maupun internasional. Ia menilai penguatan identitas visual melalui batik adalah langkah strategis yang bisa meningkatkan daya tarik Jakarta sebagai kota berbudaya.
Wibi menambahkan bahwa DPRD DKI Jakarta bakal mendorong penggunaan batik asli Jakarta dalam lingkungan dewan secara bertahap. Ia menegaskan bahwa penggunaan batik lokal merupakan bentuk dukungan konkret terhadap karya warga.
"Kita mulai dari DPRD memakai batik-batik asli Jakarta, seperti Batik Sukapura dan Batik Koja," tutur dia.
"Ini representasi kita dalam mempromosikan karya warga," tambah Wibi.
Ketua Yayasan Kampung Budaya Betawi Sukapura Yusriah Dzinnun menjelaskan bahwa peluncuran Batik Sukapura merupakan tonggak penting setelah hampir dua tahun menjalankan pengembangan kawasan budaya tersebut. Ia menyebut proses ini melibatkan banyak warga lokal, terutama para perempuan perajin.
Ia memperkenalkan lima motif awal Batik Sukapura, termasuk motif unik bernama Sayur Asem yang memvisualisasikan bahan-bahan masakan khas Betawi. Ia menilai motif tersebut menggambarkan kedekatan ikonik masyarakat Betawi dengan budaya kulinernya.
"Hari ini, kami launching 10 batik dan lima motif sudah siap. Salah satunya motif Sayur Asem yang mengambil unsur jagung, daun lompong, daun ninjo, cabai, dan bawang merah," papar Yusriah.
Ia juga memaparkan motif âBurung Ayam-Ayamanâ yang terinspirasi dari burung sawah yang lekat dengan kehidupan masyarakat Betawi. Ia menyebut motif tersebut menjadi simbol harmoninya kehidupan warga dengan lingkungan sekitar.
Yusriah berharap Batik Sukapura mendapat sambutan luas dari masyarakat dan pembinaan lanjutan dari pemerintah. Ia menilai dukungan tersebut penting untuk menjaga keberlanjutan produksi batik tulis yang dikerjakan secara manual.
"Harapan kami batik tulis ini diterima warga dan mendapat support pemerintah karena prosesnya panjang dan benar-benar handmade oleh ibu-ibu Sukapura," ungkap dia.
Peluncuran Batik Sukapura bukan hanya memperkuat identitas budaya Jakarta Utara, tetapi juga membuka ruang ekonomi kreatif yang lebih besar bagi para pengrajin lokal. Kehadiran batik ini diharapkan menjadi motor baru bagi pertumbuhan UMKM berbasis budaya di wilayah tersebut.
- batik
- Jakarta Utara
- Budaya
- DPRD DKI Jakarta
- Batik Betawi
- Budaya Betawi
- Ekonomi Kreatif
- Batik Sukapura
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
Strategi Pemprov DKI Jakarta Aktivasi Taman Ismail Marzuki sebagai Pusat Ekonomi Kreatif
-
Produk Fesyen Indonesia Catat Potensi Transaksi Rp17 Miliar di Jepang
-
Pemuda Banjar Didorong Menjadi Penggerak Ekonomi Desa
-
Pertumbuhan ekosistem ekonomi kreatif subsektor kuliner
-
Palestina Gelar Pemilu Lokal Pertama Sejak Perang Gaza
-
Prediksi Susunan Pemain PSG vs Bayern Munich di Semifinal Liga Champions
-
Pariwisata Bali Lesu, Konstruksi Ikut Tertahan, Kok Bisa?
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.