Petir Terdeteksi di Planet Mars untuk Pertama Kalinya
Sabtu, 29 Nov 2025, 10:50 WIBPara ilmuwan meyakini telah merekam aktivitas listrik di atmosfer Mars untuk pertama kalinya, yang menunjukkan planet itu mampu menghasilkan petir.
BBC melaporkan, penjelajah Perseverance milik NASA yang mendarat di Mars pada tahun 2021, dikirim untuk mencari tanda-tanda biologi dan telah menghabiskan empat tahun terakhir menjelajahi wilayah Kawah Jezero.
Pelepasan listrik yang dijuluki "petir mini" ditangkap dari rekaman audio dan elektromagnetik yang dibuat oleh instrumen SuperCam milik penjelajah tersebut.
Para ilmuwan berharap instrumen baru untuk mengukur pelepasan atmosfer dan kamera yang lebih sensitif dapat dikirim ke Mars untuk mencoba mengonfirmasi temuan tersebut.
Sebuah tim peneliti dari Prancis menganalisis 28 jam rekaman mikrofon yang dibuat oleh penjelajah NASA selama dua tahun Mars (atau 1.374 hari Bumi).
Mereka menemukan bahwa pelepasan muatan listrik biasanya dikaitkan dengan pusaran debu dan badai debu.
Angin puyuh debu adalah pusaran angin kecil yang terbentuk dari udara panas yang naik dari tanah, dan gerakan internalnya dapat menimbulkan pelepasan listrik.
Penulis utama penelitian, Dr. Baptiste Chide, mengatakan kepada kantor berita Reuters: "Pelepasan ini merupakan penemuan besar, dengan implikasi langsung bagi kimia atmosfer Mars, iklim, kelayakhunian, dan masa depan eksplorasi robot dan manusia."
Ia dan ilmuwan lain di Institut Penelitian Astrofisika dan Planetologi di Prancis percaya bahwa Mars sekarang bergabung dengan Bumi, Saturnus, dan Jupiter sebagai planet yang diketahui memiliki aktivitas listrik atmosfer.
Fisikawan partikel, Dr. Daniel Pritchard, menulis di jurnal ilmiah Nature bahwa, meskipun rekaman tersebut akan "memberikan bukti yang meyakinkan tentang pelepasan yang disebabkan oleh debu", karena pelepasan tersebut hanya terdengar dan tidak terlihat, "sedikit keraguan pasti akan tetap ada mengenai apakah ini benar-benar petir Mars".
"Mengingat sejarah bidang ini, perdebatan ini kemungkinan akan terus berlanjut untuk beberapa waktu," katany
Pada September tahun ini, para ilmuwan menemukan batuan dengan tanda yang tidak biasa di Mars.
Tanda-tanda menarik tersebut, yang dijuluki bintik macan tutul dan biji poppy, mengandung mineral yang dihasilkan oleh reaksi kimia yang dapat dikaitkan dengan mikroba purba.
Ada kemungkinan mineral tersebut dihasilkan oleh proses geologi alami, tetapi NASA mengatakan fitur tersebut dapat menjadi tanda kehidupan paling jelas yang pernah ditemukan.
Saat ini, Mars adalah gurun yang dingin dan gersang. Namun, miliaran tahun yang lalu terdapat bukti bahwa Mars memiliki atmosfer dan air yang tebal, menjadikannya tempat yang menjanjikan untuk mencari kehidupan masa lalu.
Perseverance dikirim ke Kawah Jezero karena menunjukkan kualitas yang mungkin menunjukkan bahwa kawah tersebut pernah mendukung kehidupan, termasuk tanda-tanda bahwa kawah tersebut pernah menjadi delta saat Mars dapat menampung air cair di permukaannya.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Lili Lestari
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.