Baznas: Bandung Satukan Langkah Menuju Target Three Zero 2030 melalui Program Tebar Cinta Akhiri AIDS
Sabtu, 29 Nov 2025, 19:15 WIBBANDUNG - Suasana Braga Citywalk pada Jumat (28/11) sore dipenuhi semangat kepedulian dan solidaritas. Melalui kegiatan talkshow bertajuk âStrategi Mencapai Three Zero 2030 melalui Program Tebar Cinta Akhiri AIDSâ, para peserta diajak memahami bahwa perjuangan melawan HIV/AIDS bukan hanya urusan medis, tetapi juga urusan kemanusiaan.
Acara ini menjadi bagian dari rangkaian Program Tebar Cinta Akhiri AIDS, sebuah gerakan sosial yang digagas oleh Baznas Kota Bandung dan didukung berbagai pihak termasuk pemerintah, tenaga kesehatan, komunitas, DPRD, serta para relawan kemanusiaan.
Program ini bukan hanya fokus pada pencegahan dan pengobatan, tetapi juga pada pemulihan martabat serta hilangnya stigma di tengah masyarakat.
Kegiatan talkshow menghadirkan dua narasumber utama, yaitu Anggota Komisi IV DPRD Kota Bandung yang juga seorang dokter, Agung Firmansyah Sumantri, serta Plt. Kabid Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Dinas Kesehatan Kota Bandung, Dadan Mulyana Kosasih.
Dalam penyampaiannya, dr. Agung menegaskan bahwa HIV/AIDS masih kerap dipandang dengan stigma, padahal saat ini pengobatan dan pencegahannya sudah jauh lebih maju.
âMasalah HIV bukan hanya tentang virus, tetapi tentang masa depan manusia yang bisa robek jika kita membiarkan stigma bergerak lebih cepat daripada edukasi,â ucap dia.
Ia menjabarkan, tiga langkah besar strategi penanggulangan HIV menuju target Three Zero 2030:
1. Pencegahan berbasis kesadaran
Edukasi harus hadir di sekolah, rumah ibadah, ruang publik, transportasi hingga komunitas, dengan pendekatan yang ramah, humanis, dan tidak menghakimi.
2. Deteksi dini dengan empati
Tes HIV harus menjadi tindakan penuh keberanian, tanpa rasa malu.
3. Pengobatan tanpa meninggalkan pasien
Akses layanan dan ARV harus berkelanjutan, konsisten, dan memastikan pasien tidak berjalan sendirian.
Menurut dr. Agung, implementasi penanganan harus berbasis model pentahelix: pemerintah, akademisi, sektor usaha, media, dan komunitas harus bersatu.
âKetika semua bergerak bersama, Bandung tidak hanya melawan virus. Bandung sedang menjaga manusia,â tegas dia.
Sedangkan Plt. Kabid P2P Dinas Kesehatan Kota Bandung, Dadan Mulyana Kosasih, memaparkan kondisi terkini HIV di Bandung.
Tercatat, di Kota Bandung terdapat 13.000 kasus kumulatif dengan10.000 pasien masih hidup. Sebanyak 6.700 orang telah mendapatkan terapi ARV.
Di Kota Bandung tercatat 500â700 kasus baru ditemukan tiap tahun dengan tingkat temuan melalui tes: 1,04% dari 91.000 tes.
Hal yang menjadi perhatian ialah cakupan tes HIV pada ibu hamil yang masih 60 persen.
âAda 40% ibu hamil yang belum dites. Ini berisiko penularan ke bayi. Ini pekerjaan rumah kita bersama,â ujar dia.
Untuk mempermudah akses pemeriksaan HIV, Pemerintah Kota Bandung bersama mitra layanan menyediakan fasilitas tes dan pengobatan di 80 Puskesmas, 31 rumah sakit, 8 klinik HIV, dan termasuk layanan di Lapas dan Rutan.
âSilakan datang ke Puskesmas terdekat. Gratis, aman, dan rahasia,â tambah Dadan.
Program Tebar Cinta Akhiri AIDS yang diinisiasi oleh Baznas Kota Bandung hadir untuk memberikan dukungan moral, spiritual, dan material bagi penyintas HIV/AIDS.
Program ini juga menyasar edukasi publik, bantuan terapi, serta penguatan ekonomi penyintas dan keluarga terdampak.
Program ini diyakini menjadi jembatan harapan agar tidak ada lagi individu yang harus menjalani perjalanan penyembuhan sendirian.
âAIDS dapat diakhiri. Tapi stigma harus dihentikan lebih dulu,â kata dia. ils/I-1
- Baznas
- Program Akhiri AIDS
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Ilham Sudrajat
Berita Terkait:
-
Pelatih Timnas 3x3 Targetkan Semifinal SEA Games Thailand 2025
-
Jakarta Waspada! BMKG Prakirakan Petir Melanda, meski hanya Hujan Ringan Senin (1/11) Ini
-
Man City Kian Mendekat, Pep Guardiola Sudah Prediksi Arsenal Bakal Tergelincir di Liga Inggris
-
BPBD DKI: Banjir di Jakarta Rendam 20 RT dan Lima Ruas Jalan
-
Sasihung Fest kembali Digelar di Alun-alun Ujungberung
-
Temani Momen Buka Puasa, Joyday Luncurkan Varian Es Krim Baru di Ramadan 2026
-
Kemenkop Bentuk Pusat Kendali Data untuk Pantau Koperasi di Seluruh Indonesia
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.