Menteri Keuangan Siap Kirim Petugas Bea Cukai ke “Bandara Hantu” IMIP Morowali
Kamis, 27 Nov 2025, 22:34 WIBMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku siap mengirim petugas Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) untuk menjalankan operasional kepabeanan dan cukai di Bandara Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah.
Saat ditemui di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis, Purbaya menilai terdapat kesalahan kebijakan dalam manajemen dan operasional Bandara IMIP Morowali yang menjadi sumber awal polemik.
Dia pun mempertanyakan ketiadaan petugas imigrasi dan bea cukai di bandara tersebut.
Maka dari itu, dia berpendapat perlu ada intervensi dari pemerintah untuk memperbaiki permasalahan Bandara IMIP Morowali.
Dalam konteks itu, Purbaya yakin bisa mengatasi masalah kepabeanan dan cukai di Bandara IMIP Morowali bila memiliki akses berpartisipasi dalam penyelesaian masalah.
Namun, hingga sejauh ini, dia mengaku belum menerima arahan untuk mengambil peran dalam kasus Bandara IMIP Morowali.
âKalau kami diminta masuk, (selesainya) cepat sih. Cuma sekarang belum ada perintah,â ujar Purbaya.
Sebelumnya, Kementerian Perhubungan telah memastikan bahwa Bandara IMIP Morowali di Desa Fatufia, Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, berstatus resmi dan telah terdaftar di pemerintah.
Kepastian ini disampaikan menyusul polemik yang menyebut bandara tersebut beroperasi tanpa kehadiran otoritas negara.
Wakil Menteri Perhubungan Suntana menyatakan Bandara IMIP Morowali sudah tercatat di Kemenhub dan berstatus resmi.
Di sisi lain, Presiden Prabowo Subianto memberikan perintah untuk menegakkan aturan terhadap berbagai aktivitas di bandara tersebut.
Salah satunya terkait penambangan. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia saat memberikan keterangan di Istana Kepresidenan Jakarta, melalui rekaman suara diterima di Jakarta, Kamis, menjelaskan bahwa pemerintah tetap akan memproses secara hukum jika ada dugaan aktivitas penambangan ilegal.
"Arahan Bapak Presiden kepada kami, sebagai satgas dan sebagai Menteri ESDM, adalah tegakkan aturan. Jangan pandang bulu, karena enggak boleh negara kalah dari apa yang terjadi yang kurang pas atau melanggar," kata Bahlil.
Sampai saat ini, pihaknya masih menunggu laporan dari tim terkait dugaan aktivitas penambangan ilegal.
- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa
Redaktur: Yebdi Trismar
Penulis: Yebdi Trismar
Berita Terkait:
-
YKI dan POI Kampanyekan “Yang Ngerokok Kamu, Yang Sakit Serumah!”
-
Wakapolri Sebut Polri Butuh Perbaikan Profesionalisme dan Akuntabilitas
-
Kapolda Jatim Ajak Rayakan Tahun Baru 2026 Secara Sederhana, Serukan Empati untuk Korban Bencana di Sumatra
-
Pemkab Serang Perbaiki 31 Sekolah Rusak di Tahun 2025
-
CKG dan Skrining TBC di Gorontalo Jangkau Karyawan Swasta
-
Perluasan Area Car Free Day di Jakarta
-
Pelatih Dewa United Akui Timnya Main Jelek
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.