Mental Juara Inter Milan Diuji: Tekanan Meningkat Jelang Laga Hidup-Mati di Markas Atletico

Rabu, 26 Nov 2025, 09:27 WIB

MILAN, ITALIA — Inter Milan bertolak ke Madrid dengan bayang-bayang kekalahan derby dan keraguan besar mengenai kemampuan mereka menaklukkan laga-laga penting di bawah arahan Cristian Chivu. Duel melawan Atletico Madrid, Kamis (27/11) dini hari WIB menjadi titik krusial yang dapat menentukan arah perjalanan mereka di Liga Champions musim ini.

Empat kemenangan sempurna sejauh ini memang memberi Inter pijakan kuat untuk lolos langsung ke babak 16 besar. Namun, lawatan ke Wanda Metropolitano menjadi ujian sebenarnya setelah kemenangan sebelumnya hanya diraih atas Ajax, Slavia Prague, Union Saint-Gilloise, dan Kairat Almaty, lawan yang levelnya tak seberat yang akan mereka hadapi.

Ket. Foto: Ilustrasi pertandingan Atletico Madrid vs Inter Milan. — Sumber: AFP

Rangkaian laga ke depan pun tidak ramah. Usai Atletico, Inter harus menghadapi Liverpool dan pemuncak Liga Inggris Arsenal, sebelum bertandang ke Borussia Dortmund. Dengan acuan musim lalu, setidaknya empat poin dari tiga laga berat ini dibutuhkan agar mereka terhindar dari play-off.

Namun tanda bahaya muncul dari performa Inter ketika tampil di laga besar. Kekalahan dari AC Milan pada Minggu menjadi sinyal terbaru, menyusul kekalahan sebelumnya dari Napoli dan Juventus. Chivu pun telah menelan empat kekalahan Serie A sejak mengambil alih.

“Saya tidak menyalahkan siapa pun. Kami satu tim dan semuanya bertanggung jawab,” ucap Chivu. Kekalahan dari Milan terasa menyesakkan setelah Inter dua kali membentur mistar dan Hakan Calhanoglu gagal mengeksekusi penalti.

Meski dihormati sebagai mantan bek Inter peraih treble winners 2010, Chivu sesungguhnya masih minim pengalaman di level elite. Ia baru saja membawa Parma lolos dari ancaman degradasi musim lalu sebelum dipercaya memimpin Nerazzurri. Performa Inter memang cukup mengesankan dalam beberapa laga, tetapi mereka belum teruji ketika taruhan pertandingan jauh lebih besar.

Inter juga harus menghadapi absennya Denzel Dumfries, motor serangan dari sisi kanan, yang baru bisa kembali bulan depan akibat cedera pergelangan kaki. Penggantinya, Matteo Darmian, masih cedera, sementara Carlos Augusto tampil kurang meyakinkan ketika dipaksa bermain di posisi yang bukan naturalnya.

Atletico sendiri tengah dalam kondisi prima dengan lima kemenangan beruntun di semua kompetisi, meski kiper utama Jan Oblak serta bek Robin Le Normand masih cedera. Juan Musso tampil solid saat kemenangan 1-0 atas Getafe, tetapi absennya dua pilar itu membuka kemungkinan bagi Inter untuk mencuri peluang.

Di tengah tekanan dan keraguan, pertanyaan besar pun mengemuka: apakah Inter mampu membuktikan diri sebagai tim besar ketika momen penting benar-benar datang? Pertandingan di Madrid akan memberikan jawabannya.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.