Sangat Disayangkan, Banjir di Pasaman Barat Akibatkan 121 Hektare Lahan Persawahan Rusak

Selasa, 25 Nov 2025, 18:51 WIB

SIMPANG EMPAT, SUMATERA BARAT - Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat menyatakan banjir yang terjadi di empat kecamatan menyebabkan sekitar 121 hektare (Ha)  lahan persawahan mengalami kerusakan sehingga kerugian ditaksir mencapai 363 juta rupiah.

"Kerusakan dan kerugian lahan pertanian terus kita data. Untuk sementara masih di angka 121 hektare lahan sawah yang terdampak," kata Pelaksana tugas Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura Pasaman Barat Afdal di Simpang Empat, Selasa (25/11).

Ket. Foto: Lahan persawahan di Sialang Kecamatan Kinali Kabupaten Pasaman Barat terendam air akibat banjir, Senin (24/11). — Sumber: ANTARA/HO-DTPH

Dia mengatakan adapun kerusakan lahan pertanian di kelompok tani Salak Laweh Barat Desa Baru Kecamatan Ranah Batahan yakni sawah seluas 45 hektare dengan kerugian Rp135.000.000.

Di Kecamatan Kecamatan Talamau seluas 30 hektare dengan rincian di Kelompok Tani Saiyo Sinuruik seluas 15 hektare dan pada Kelompok Tani Alai Sinuruik seluas 15 hektare. Total kerugian mencapai Rp90.000.000.

Lalu di Kecamatan Kinali berada di Kelompok Tani Sialang Jaya 1 seluas 10 hektare, Kelompok Tani Sialang Jaya 5 seluas 5 hektare dan pada Kelompok Tani Sialang Jaya 6 seluas 16 hektare.

"Total luas di Kinali ini mencapai 300 hektare dengan kerugian 90 juta rupiah," katanya.

Untuk di Kecamatan Lembah Melintang kerusakan lahan pertanian berada pada Kelompok Tani Ombak Badabuah Nagari Ranah Koto Tinggi seluas 15 hektare dan pada Kelompok Tani Banja Tongah Sejahtera Tanah Koto Tinggi seluas 1 hektare dengan total kerugian 48 juta rupiah.

Menurutnya belum terdapat laporan kerusakan lahan jagung, sementara sawah dan tanaman padi tercatat sebagai komoditas yang paling terdampak oleh banjir yang terjadi berturut-turut dalam beberapa hari terakhir.

"Banjir dipicu oleh intensitas hujan tinggi dan cuaca ekstrem yang masih berpotensi berlangsung di wilayah Pasaman Barat," katanya.

Dia menyebutkan proses pendataan dan assessment lanjutan masih berlangsung untuk memastikan kondisi seluruh lahan pertanian, termasuk kemungkinan munculnya kerusakan tambahan apabila cuaca ekstrem terus berlanjut.

Untuk mengantisipasi kerusakan lebih jauh, pihaknya mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat, luapan sungai, dan genangan yang dapat kembali merusak lahan pertanian.

Mengamankan alat dan sarana produksi dari area rawan banjir untuk mengurangi kerugian tambahan, menghindari aktivitas berisiko di tepian sungai maupun area persawahan saat debit air meningkat.

Selain itu juga diharapkan segera melaporkan dampak kerusakan tambahan kepada pemerintah nagari (desa) atau dinas terkait agar pendataan dapat dilakukan secara akurat.

"Mari tetap waspada dan bekerja sama dalam memitigasi dampak cuaca ekstrem demi keselamatan dan keberlanjutan produksi pertanian di daerah," harapnya. Ant

  • Banjir di Pasaman Barat

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Opik

Berita Terbaru

Utang Meningkat, Rakyat Jepang Mulai Cemas Kondisi Fiskal

Tim Gabungan Kendalikan Titik Api di TPSA Ciniru Kuningan

Iran Ancam Anggap Musuh Siapa Pun yang Ikut Blokade Ekonomi AS

Kanada Balas Tarif Trump, Siap Bidik Baja hingga Elektronik AS

Tragedi Shalat Jumat di Nigeria: Masjid Diserbu Geng Motor, 60 Jemaah Raib Diculik

Modus Baru, Penipu di Kamboja Jual Jasa 'Anti-Banned' untuk Kuras Data Medsos

Bangladesh Punya Presiden Baru Setelah Pemilu Sengit 35 Tahun Terakhir

Simbol Hubungan Akrab, Sultan Brunei-Anwar Ibrahim Gelar Pertemuan di Istana Nurul Iman

LG Borong 17 Penghargaan IDEA 2026, Perkuat Prestasi Triple Crown di Ajang Desain Global

Trump Sumringah, Mahkamah Agung AS Izinkan Kembali Pembangunan Ballroom Gedung Putih

Uniqlo Fall/Winter 2026 Hadirkan Gaya Urban Fleksibel, Temani Aktivitas dari Kerja hingga Traveling

Terisolasi Usai Gempa M 7,7! Kemen ESDM Beberkan Kondisi Listrik dan BBM di Manggarai!

Ramaikan GBK, Lebih dari 5.000 Peserta Tumpah Ruah di BrookFarm Almond Run 2026

Siap Duduk Satu Meja? Pertemuan Putin dan Donald Trump di KTT APEC Tinggal Menunggu Waktu!

Mencekam! Lahan Gambut Pinggir Jalan Tol Mendadak Terbakar, Petugas Bertarung Tengah Malam!

Harga Bahan Pokok Lebak Merangkak Naik, Ada Apa dengan Pasar?

Tinggalkan Cara Lama! UMKM Papua Dipaksa Naik Kelas Lewat Jurus Digital BI!

Ekspedisi Patriot Gebrak di Kawasan Transmigrasi Simeulue, Budi Daya Ikan Dibidik Jadi Mesin Ekonomi

Omzet UMKM di KKI 2026 Tembus Rp144,2 Miliar, Produk Lokal Makin Menggigit

TP PKK dan Pemkab Banjar Buka Akses Layanan Operasi Bibir Sumbing Berkelanjutan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.