Pertemuan Diam-Diam AS-Russia Picu Kekhawatiran Baru, Trump Paksa Ukraina Terima Kesepakatan Damai?

Selasa, 25 Nov 2025, 20:45 WIB

JAKARTA - Menteri Angkatan Darat AS Dan Driscoll menggelar pembicaraan tertutup dengan pejabat Russia di Abu Dhabi sebagai bagian dari dorongan baru pemerintahan Presiden Donald Trump untuk mengakhiri perang Ukraina. Pertemuan ini mengejutkan berbagai pihak karena tidak diumumkan sebelumnya dan dinilai dapat mengubah dinamika diplomasi yang tengah berlangsung.

Seorang pejabat AS yang dikutip Reuters membenarkan pertemuan tersebut, namun tidak merinci agenda maupun siapa yang mewakili Russia dalam pembicaraan. Driscoll disebut akan melanjutkan pertemuan dengan pejabat Ukraina selama berada di Abu Dhabi sebagai upaya mempersempit perbedaan sikap antara Washington dan Kyiv.

Ket. Foto: Setidaknya enam orang tewas dalam serangan rudal dan pesawat tak berawak Rusia terbaru di ibu kota Ukraina. — Sumber: AFP

Situasi semakin mendesak bagi Ukraina setelah ibu kota Kyiv digempur rentetan rudal dan ratusan drone dalam serangan besar semalam. Sedikitnya enam orang tewas dan warga terpaksa berlindung di bawah tanah, sebagian masih mengenakan jaket musim dingin.

Kebijakan AS terhadap perang Ukraina mengalami perubahan drastis dalam beberapa bulan terakhir dengan sinyal yang kerap membingungkan. Sebuah pertemuan mendadak antara Trump dan Presiden Russia Vladimir Putin di Alaska pada Agustus lalu sempat memicu kekhawatiran bahwa Washington akan mengakomodasi banyak tuntutan Moscow.

Rencana damai terbaru AS berupa proposal 28 poin yang bocor pekan lalu membuat pejabat di Washington, Kyiv, dan Eropa terkejut. Isi rencana tersebut membuka kemungkinan Ukraina dipaksa menerima kesepakatan yang menguntungkan Russia dan melemahkan posisi Ukraina dalam jangka panjang.

Proposal itu mencakup syarat bahwa Ukraina harus menyerahkan lebih banyak wilayah, menerima pembatasan militer, dan tidak akan pernah bergabung dengan NATO. Kyiv sejak awal menolak tuntutan tersebut karena dinilai setara dengan bentuk penyerahan diri di hadapan Russia.

Posisi Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy kini semakin rapuh setelah skandal korupsi menyebabkan dua menterinya dicopot, sementara pasukan Russia meraih kemajuan di medan tempur. Zelenskiy mengakui adanya beberapa perubahan pada draft proposal damai pasca pembahasan selama akhir pekan di Jenewa.

"Setelah Jenewa, jumlah poin sudah lebih sedikit dan banyak elemen yang benar telah dimasukkan ke dalam kerangka ini," ujar Zelenskiy dalam pidato malamnya.

Ia menegaskan bahwa isu-isu paling sensitif masih harus dibahas langsung dengan Trump untuk menentukan langkah akhir. Zelenskiy menyebut proses penyusunan dokumen final akan berlangsung sulit dan membutuhkan perundingan intensif.

Sementara itu, Kremlin mengatakan belum dapat memberikan komentar soal laporan pertemuan Abu Dhabi tersebut.

"Saat ini satu-satunya hal substansial adalah proyek Amerika, proyek Trump,” kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov. “Kami percaya ini bisa menjadi dasar yang sangat baik untuk negosiasi."

Di Eropa, kekhawatiran juga menguat bahwa upaya damai itu bisa berubah menjadi tekanan terselubung bagi Ukraina untuk menyerah. Kelompok negara pendukung Ukraina, termasuk Britania Raya dan Prancis, dijadwalkan menggelar pertemuan virtual untuk membahas perkembangan terbaru.

Presiden Prancis Emmanuel Macron menyebut inisiatif damai AS sebagai langkah yang harus ditelaah dengan hati-hati dan tidak boleh berubah menjadi bentuk kapitulas.

"Kami menginginkan perdamaian, tetapi bukan perdamaian yang berarti menyerah," ujarnya dalam wawancara radio.

Ia menegaskan bahwa hanya Ukraina yang berhak menentukan sejauh mana mereka bersedia memberikan konsesi wilayah dalam proses negosiasi.

"Apa yang ditawarkan memberi gambaran tentang apa yang dapat diterima bagi Russia, tetapi bukan berarti itu harus diterima Ukraina atau Eropa," kata Macron.

Dengan eskalasi serangan Russia dan tekanan diplomatik yang meningkat, Ukraina kini menghadapi salah satu fase paling menentukan sejak perang dimulai pada 2022. Pemerintahan Trump tampaknya berupaya menutup perang panjang ini, namun risiko kompromi yang berat sebelah membuat Kyiv dan Eropa semakin waspada.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.