Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Badan Gizi Nasional Kaji Program MBG bagi Masyarakat Suku Badui

5 Minggu, 23 Nov 2025, 11:57 WIB | Oleh: Tim Penulis
Badan Gizi Nasional Kaji Program MBG bagi Masyarakat Suku Badui Badan Gizi Nasional Kaji Program MBG bagi Masyarakat Suku Badui Doc: ANTARA
Ket. Petugas medis di pedalaman Kabupaten Lebak, Banten melayani kesehatan bagi anak -anak agar sehat dan tumbuh berkembang.

LEBAK – Badan Gizi Nasional (BGN) mengkaji program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi masyarakat Suku Badui di pedalaman Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.

Koordinator BGN Wilayah Kabupaten Lebak, Asep Royani, di Lebak, Minggu (23/11), mengatakan program MBG bagi masyarakat Suku Badui di pedalaman Lebak masih dalam pengkajian.

Pengkajian perlu dilakukan, di antaranya karena  kondisi topografi permukiman Badui di kawasan tanah hak ulayat adat perbukitan dan pegunungan.

Selain itu, juga masyarakat adat setempat kebanyakan pada siang hari berada di kebun ladang sambil bercocok tanam padi huma, palawija, sayuran dan tanaman lainnya.

Dengan kondisi demikian, kata dia,  program MBG di permukiman masyarakat Suku Badui perlu adanya kajian khusus, agar program tersebut tepat sasaran untuk peningkatan pemenuhan gizi masyarakat.

Pengkajian itu bagaimana petunjuk teknis (juknis) agar pendistribusian MBG diterima anak-anak, ibu hamil, ibu menyusui dan balita.

"Itu harus dipelajari supaya pendistribusian MBG benar -benar tidak menemukan kendala agar penerima manfaat dengan lancar dan aman," katanya.

Menurut dia, apabila masyarakat Suku Badui menerima program yang digagas Presiden Prabowo Subianto itu dipastikan akan membuat dapur khusus yang lokasinya di beberapa titik agar mudah mendistribusikan menu makanan.

Sebab, program MBG untuk peningkatan dan pemenuhan gizi anak- anak Indonesia agar kuat dan sehat.

"Kita berharap dalam kajian program MBG untuk masyarakat bisa ditindaklanjuti dengan mendatangi pemerintah desa dan tokoh adat Badui," katanya.

Sementara itu, Kepala Desa Kanekes Kabupaten Lebak Jaro Oom mengatakan masyarakat Badui akan menerima program MBG itu jika tidak bertentangan dengan adat setempat juga tidak menimbulkan konflik di masyarakat.

Namun, sebaliknya masyarakat Badui menolak jika program tersebut bertentangan dengan adat dan menimbulkan permasalahan.

Ia mengaku belum mengetahui secara teknis bagaimana pendistribusian makanan bagi penerima manfaat, terlebih anak -anak di sini tidak ada yang sekolah.

Apakah, program MBG itu membuka dapur-dapur di beberapa titik di perkampungan di tanah hak ulayat adat di Desa Kanekes.

Sebab, jika satu titik dapur dipastikan tidak memungkinkan untuk pendistribusian makanan.

"Kami tidak ada masalah program MBG jika satu sama dan satu rasa untuk masyarakat Badui juga tidak bertentangan dengan adat dan tidak menimbulkan konflik," kata Jaro Oom.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Halal Connect Digelar LPPOM, Buka Jalan UMKM Lokal Go Global!

Halal Connect Digelar LPPOM, Buka Jalan UMKM Lokal Go Global!

04 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.