Kementerian PU Perbaiki 137 Prasarana Peribadatan Pascabencana di Aceh
📅 Minggu, 18 Okt 2026, 05:38 WIB | Oleh: SriyonoJAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menangani rehabilitasi dan rekonstruksi 137 unit prasarana peribadatan yang terdampak bencana di Provinsi Aceh.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan penanganan pascabencana diarahkan untuk membantu masyarakat segera kembali menjalankan aktivitas dan memperoleh layanan dasar.
“Kementerian PU akan terus membantu pemulihan sarana dan prasarana yang terdampak bencana. Yang paling penting adalah memastikan masyarakat dapat kembali beraktivitas dan mendapatkan pelayanan dasar dengan baik,” kata Dody dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (18/10).
Hingga 12 Oktober 2026, sebanyak 116 lokasi atau 84,67 persen telah memasuki tahap konstruksi.
Pemulihan ini menjadi bagian dari upaya mengembalikan fungsi fasilitas publik pascabencana, sekaligus mendukung aktivitas beribadah masyarakat. Pekerjaan rehabilitasi dan rekonstruksi dilaksanakan dengan menyesuaikan tingkat kerusakan serta kebutuhan setiap bangunan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Penanganan meliputi perbaikan atau penggantian rangka dan penutup atap, plafon, pengecatan dinding, serta pekerjaan mekanikal, elektrikal, dan plumbing (MEP). Untuk bangunan dengan kategori rusak berat, penanganan saat ini meliputi pembuatan fondasi dan struktur utama.
Pelaksanaan pekerjaan tersebut turut melibatkan tenaga kerja lokal. Pada paket penanganan prasarana peribadatan di Aceh, tercatat 1.351 tenaga kerja lokal terlibat.
Pelibatan masyarakat setempat diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi di sekitar lokasi pekerjaan sekaligus mendukung proses pemulihan pascabencana.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain prasarana peribadatan, Kementerian PU juga menangani pemulihan bangunan pondok pesantren yang terdampak bencana. Paket penanganan pondok pesantren mencakup 69 unit, di mana sebanyak 34 lokasi sudah tahap konstruksi.
Penanganan juga dilakukan terhadap prasarana madrasah sebanyak 207 unit, di mana sebanyak 150 unit tahap konstruksi dan sisanya tahap persiapan.
Pekerjaan penanganan madrasah di antaranya perbaikan atap dan plafon, pengecatan dinding, peninggian lantai, pemasangan keramik, serta pekerjaan pendukung lainnya sesuai kondisi bangunan agar kegiatan belajar mengajar dapat kembali berlangsung secara bertahap.
Kementerian PU terus mengawal pelaksanaan pekerjaan dengan memperhatikan mutu konstruksi, kondisi lapangan, dan kebutuhan setiap fasilitas.
Melalui rehabilitasi dan rekonstruksi tersebut, pemulihan tidak hanya diarahkan pada perbaikan fisik bangunan, tetapi juga pada kembalinya fungsi prasarana yang menunjang kehidupan sosial, kegiatan ibadah, dan pendidikan masyarakat Aceh.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!