• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Dunia Musik Indie Berduka:...

Dunia Musik Indie Berduka: Bassist The Stone Roses Gary 'Mani' Mounfield Meninggal di Usia 63 Tahun, Ini Karya-Karyanya

Sabtu, 22 Nov 2025, 00:40 WIB

JAKARTA - Dunia musik indie kehilangan salah satu figur legendarisnya. Gary "Mani" Mounfield, bassist ikonik The Stone Roses dan Primal Scream, meninggal dunia pada usia 63 tahun. Kabar duka ini disampaikan oleh saudaranya, Greg, melalui akun Facebook dengan “hati yang paling berat.”

Musisi ternama dan penggemar pun ramai memberi penghormatan. Liam Gallagher menulis, “Dalam keterkejutan total dan benar-benar hancur mendengar kabar tentang Mani. Pahlawanku, RIP R Kid.” The Stone Roses juga menyampaikan melalui media sosial, “RIP saudara kami yang luar biasa, Mani. Bassist dan teman terbaik yang pernah kami harapkan.” Sementara itu, Ian Brown menulis singkat di X, “REST IN PEACE MANi X.”

Ket. Foto: Dunia musik indie berduka atas meninggalnya Gary "Mani" Mounfield, bassist legendaris The Stone Roses dan Primal Scream. — Sumber: Rolling Stone

Mani menjadi bagian penting dari suara “baggy” The Stone Roses. Bersama Ian Brown, John Squire, dan Reni, ia membentuk aliran Madchester yang meleburkan indie, punk, rock psikadelik, dance, funk, dan reggae. Album debut mereka tahun 1989 menampilkan lagu-lagu legendaris seperti “I Wanna Be Adored,” “She Bangs The Drums,” dan “I Am The Resurrection,” yang seluruhnya digerakkan oleh permainan bass Mani. Album ini dinobatkan sebagai album Inggris terbaik sepanjang masa oleh Observer (2004) dan NME (2006).

Setelah The Stone Roses bubar pada 1996, Mani bergabung dengan Primal Scream, berperan penting dalam album Vanishing Point dan single “Kowalski” yang kental pengaruh krautrock. Ia bermain dengan Primal Scream selama 15 tahun, sebelum kembali untuk reuni The Stone Roses pada 2012 dan tur hingga 2017.

Mani juga sempat tergabung dalam supergroup Freebass bersama Andy Rourke (The Smiths) dan Peter Hook (Joy Division/New Order), serta tampil dalam film 24 Hour Party People (2002). Rekan musisi memuji kepribadiannya yang hangat dan humoris. Richard Ashcroft dari The Verve menyebutnya “salah satu musisi paling positif untuk dihabiskan waktu bersamanya,” sementara Paul Weller mengatakan, “Dia benar-benar satu-satunya.”

Selain karier musik, Mani dikenal sebagai penggemar setia Manchester United. Klub pun memberi penghormatan kepada “ikon musik Manchester” dan “Red sejati sepanjang hayat.”

Kabar meninggalnya Mani datang setelah pengumuman tur berbincang yang akan menampilkan cerita-ceritanya bersama The Stone Roses dan Primal Scream, yang seharusnya dimulai September tahun depan. Warisan Mani, baik dari permainan bass maupun kepribadiannya yang hangat, dipastikan akan terus dikenang oleh generasi musisi dan penggemar indie di seluruh dunia.

  • band
  • Musisi
  • Musik
  • Indiepop
  • Musik Indie
  • Band Indie
  • The Stone Roses
  • Band Indiepop

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Muhammad Daniel Ramadhan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.