Satu Tahun Menggila! Animasi Melesat Jadi Bintang Baru Ekonomi Kreatif, Jadi Subsektor dengan Pertumbuhan Paling Agresif

Jumat, 21 Nov 2025, 22:00 WIB

JAKARTA – Subsektor animasi menunjukkan pertumbuhan yang sangat agresif dalam setahun terakhir, mencerminkan meningkatnya permintaan konten digital di berbagai platform hiburan, pendidikan, hingga pemasaran.

Kemajuan teknologi serta semakin terjangkaunya perangkat produksi membuat pelaku kreatif mampu menghasilkan karya dengan kualitas lebih tinggi dan biaya lebih efisien.

Ket. Foto: Ilustrasi - Film animasi Jumbo karya anak bangsa. — Sumber: Istimewa.

Selain itu, kolaborasi dengan industri gim, film, dan iklan memperluas pasar sekaligus membuka peluang ekspor jasa animasi.

Tren ini menegaskan bahwa animasi bukan lagi sektor pendukung, tetapi motor baru ekonomi kreatif yang berpotensi menciptakan nilai tambah tinggi serta lapangan kerja yang semakin kompetitif.

“Pada survei ahli yang dilakukan, yang kemudian didokumentasikan dalam outlook pariwisata dan ekonomi kreatif tahun 2024 dan 2025 yang tergambar (film, animasi, video) 53,49 persen,” kata Deputi Bidang Kreativitas Media Kementerian Ekonomi Kreatif Agustini Rahayu saat memberikan pemaparan kepada peserta bootcamp Akselerasi Kreatif (AKTIF) Animation IP Business, Development, Distribution & Promotion di Jakarta, Jumat (21/11).

Ia mengatakan potensi subsektor ini yang menjadikan sektor ekonomi kreatif sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional dan perlu diolah dengan baik dengan distribusi dan komersialisasi.

Ayu mengatakan untuk mengejar dan mengakselerasi potensi subsektor ekonomi kreatif ini perlu didorong dengan kebijakan yang membawa manfaat seperti perlindungan dan pemanfaatan kekayaan intelektual, insentif perpajakan, kemudahan akses keuangan, penguatan infrastruktur pendukung ekraf serta promosi dan pemasaran.

“Ternyata promosi dan pemasaran yang paling banyak dibutuhkan untuk membantu sektor ini tetap berkembang dan mendatangkan manfaat. karena kreator itu biasanya memproduksi, mengkreasi itu udah enggak diragukan. Tapi bingung mau ngejualnya, nah disitu bootcamp ini maksudnya itu,” kata Ayu.

Dalam bootcamp AKTIF ini Ayu berharap para peserta bisa mendapat edukasi dari profesional tentang bagaimana cara mengkomersilkan karyanya sehingga bisa mendatangkan penghasilan yang tetap dan berkelanjutan, tidak sekedar dijadikan hobi.

Ia mengatakan Kemenekraf akan berkomitmen memberikan akses distribusi dan komersialisasi bagi karya kreatif, serta merangkul berbagai pihak untuk memajukan subsektor ekonomi kreatif dengan kolaborasi hexahelix dalam upaya mendukung pembangunan nasional, terutama untuk penciptaan lapangan kerja, pertumbuhan ekspor, investasi dan penambahan jumlah PDB.

“Semoga AKTIF animasi kali ini bisa jadi titik awal lahirnya animator muda profesional dengan IP berkualitas, yang pastinya bisa bersaing di tingkat global, cita-citanya,” kata Ayu.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.