Hujan Deras, Banjir Merendam Dua Desa di Kabupaten Cirebon
Kamis, 20 Nov 2025, 11:17 WIBCIREBON â Musibah banjir dilaporkan merendam dua desa yakni Gunungsari dan Mekarsari di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut sejak Rabu (19/11) sore dan menyebabkan ratusan rumah terdampak.
Perangkat Desa Gunungsari Kabupaten Cirebon Nanang mengatakan banjir mulai masuk ke permukiman warga sekitar pukul 16.00 hingga 19.00 WIB, akibat adanya peningkatan debit air dari wilayah hulu Sungai Ciberes.
âSejak jam 13.00 sampai 16.00 WIB hujan terlalu deras. Air dari wilayah hulu (Kuningan) turun ke sini, jadi ini banjir kiriman,â ujar Nanang di Balai Desa Gunungsari Cirebon, Kamis (20/11).
Ia menjelaskan sebelumnya kenaikan debit air di bendungan sungai tersebut sempat mencapai sekitar 90 cm dan informasi ini membuat warga bersiaga sejak sore hari.
Menurut dia, sekitar 590 sampai 600 rumah di lima dusun di Desa Gunungsari tergenang dengan ketinggian air sekitar 70 cm, bahkan banjir dilaporkan juga terjadi di Mekarsari.
âDusun satu sampai lima semua terdampak, kecuali rumah yang pondasinya tinggi. Sekolah semua terdampak, hari ini diliburkan,â ujarnya.
Nanang menyebutkan dua lokasi pengungsian sempat dibuka, yaitu di balai desa dan rumah salah satu tokoh masyarakat.
Namun setelah air surut, kata dia, mayoritas warga langsung pulang ke kediaman masing-masing untuk membersihkan rumah dari lumpur sisa banjir.
Ia menyampaikan peristiwa banjir di wilayah tersebut terjadi hampir setiap musim hujan, di mana pemerintah desa telah berulang kali mengusulkan berbagai penanganan.
âUpaya sudah sering, tapi kami berharap penanganannya maksimal supaya tidak terulang,â tuturnya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cirebon Ikin Asikin mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan memasuki puncak musim hujan, karena kesiapsiagaan warga menjadi kunci mengurangi risiko kerugian akibat banjir.
âMasyarakat perlu memahami apa yang dilakukan sebelum, saat, dan setelah banjir. Langkah sederhana bisa menyelamatkan nyawa,â katanya.
Ia menuturkan warga perlu menyiapkan berbagai antisipasi seperti membersihkan selokan, membuat sumur resapan, hingga mengamankan peralatan elektronik ke tempat tinggi.
Saat banjir terjadi, kata dia, warga diminta tetap tenang serta mematuhi instruksi petugas, termasuk mematikan aliran listrik dan siap melakukan evakuasi jika diperlukan.
âDalam situasi darurat, masyarakat diminta segera menghubungi layanan 112 yang beroperasi 24 jam,â ucap dia.
Hingga Kamis pagi, tim dari BPBD dan Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Cirebon telah melakukan evakuasi serta menyalurkan bantuan untuk korban banjir.
Adapun data terkait jumlah rumah serta masyarakat terdampak banjir, hingga saat ini masih dilakukan asesmen oleh BPBD Kabupaten Cirebon.
Redaktur: Bambang Wijanarko
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Kendaraan Tinggalkan Jabotabek Capai 1,48 Juta Unit per H-3 Lebaran
-
BPBD Situbondo Catat Ribuan Rumah Terdampak Banjir dan Angin Kencang
-
Banjir Rendam 12 RT dan Empat Ruas Jalan di Jakarta Barat
-
No Open House di Rumah Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman Tegaskan Idul Fitri 1447 H Tetap Khidmat
-
Akhiri Ketergantungan Impor, Swasembada Garam Dikejar 2027
-
Pascabanjir di wilayah Solo dan Sukoharjo
-
Inggris Lobi Arab Saudi Amankan Pasokan Minyak
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.