Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gubernur Dedi Mulyadi Fokus Normalisasi DAS untuk Pulihkan Fungsi Lingkungan Jabar

📅 Kamis, 20 Nov 2025, 05:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Gubernur Dedi Mulyadi Fokus Normalisasi DAS untuk Pulihkan Fungsi Lingkungan Jabar Doc: Antara Foto
Ket. Gubernur Jabar Dedi Mulyadi saat kunjungan kerja ke Karawang.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menekankan mengenai pentingnya normalisasi dan penataan ulang kawasan daerah aliran sungai (DAS) dalam upaya pemulihan fungsi lingkungan.

"Peta daerah harus tersedia dan menjadi dasar dalam pemberian perizinan serta penyusunan Amdal (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan). Kita harus mengembalikan fungsi sungai sebagaimana mestinya," katanya dikutip di Karawang, Rabu.

Ia menegaskan agar pemerintah kabupaten/kota di wilayah Jawa Barat bisa memberikan peringatan kepada pemilik bangunan-bangunan liar, dan melakukan pembongkaran bangunan liar secara terpadu bersama Provinsi Jawa Barat.

Penertiban bangunan liar di sepanjang aliran sungai akan dilakukan secara tegas dan terukur, dengan dukungan pengamanan dari marinir serta pendampingan penuh Pemerintah Provinsi Jabar.

Menurut dia, persoalan air dan banjir paling berat terjadi di wilayah Subang, Karawang, Bekasi, dan Bogor. Karena itu penataan DAS di wilayah tersebut menjadi prioritas.

Sementara untuk mengakselerasi penataan, gubernur meminta rencana penanganan dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dan Perum Jasa Tirta (PJT) II, baik untuk sisa tahun anggaran 2025 maupun program tahun 2026.

Ia menekankan pentingnya sinergi perencanaan agar penataan kawasan DAS agar berjalan optimal.

Sementara itu, di sepanjang sisi saluran irigasi dan di daerah aliran sungai di wilayah Karawang, mulai dari perkotaan hingga perdesaan sudah banyak berdiri bangunan liar. Bahkan jenis bangunannya sudah yang permanen, dibangun dengan tembok.

Sejumlah bangunannya juga tidak sedikit "memakan" aliran sungai, hingga mengakibatkan penyempitan aliran sungai. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Wisata
Prosesi adat kansoda'a di W...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.