BRIN: Perhutanan Sosial Berperan Penting Tingkatkan Penyerapan Karbon Nasional

Rabu, 19 Nov 2025, 16:40 WIB

Jakarta - Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) I Wayan Susi Dharmawan soroti potensi besar penyerapan karbon dari perhutanan sosial untuk mencapai target pengurangan emisi di sektor kehutanan dan penggunaan lahan (FOLU).

Dalam diskusi daring yang diikuti dari Jakarta, Rabu (19/11), Peneliti Pusat Riset Ekologi dan Etnobiologi BRIN I Wayan Susi Dharmawan mengingatkan bahwa perhutanan sosial dan pengelolaan hutan lestari diprakirakan akan menyumbang 15 persen dari target pengurangan emisi dari sektor kehutanan dan penggunaan lahan FOLU Net Sink 2030 sebesar minus 21 juta ton karbon dioksida ekuivalen (CO2e) dari minus 140 juta ton CO2e yang ditargetkan dicapai pada 2030.

Ket. Foto: Tangkapan layar - Peneliti Pusat Riset Ekologi dan Etnobiologi BRIN I Wayan Susi Dharmawan (kiri) dalam diskusi yang diadakan Kemenhut diikuti daring dari Jakarta, Rabu (19/11). — Sumber: Antara

"Dengan skenario konservatif, dengan 12,7 juta hektare, kita bisa dapat serapan karbon 12,7 juta ton CO2 per tahun. Ini baru nilai potensi serapan, belum nilai pengurangan emisi," katanya.

Perhitungan konservatif tersebut berdasarkan target nasional perhutanan sosial sebesar 12,7 juta hektare, yang sampai Oktober 2025 sudah tercapai 8,3 juta hektare lahan yang dapat dikelola masyarakat secara lestari.

Jika menghitung potensi serapan yang sudah terjadi sejauh ini, dengan jumlah 8,3 juta hektare maka dia mengestimasikan 8,3 juta ton CO2e per tahun berdasarkan perhitungan konservatif.

Dia menyoroti studi kasus perhutanan sosial di enam wilayah kabupaten/kota memperlihatkan bahwa sebagian besar memperlihatkan laju reforestasi lebih tinggi dibandingkan deforestasi dalam periode 2013-2020.

Daerah yang menjadi rujukan studi itu adalah Kabupaten Bima, Kota Bima, Kabupaten Dompu, Kabupaten Halmahera Barat, Kabupaten Lampung Selatan dan Kabupaten Limapuluh Kota.

"Kalau kita melihat tren ini sebenarnya sangat optimistis FOLU Net Sink dari perhutanan sosial bisa tercapai," katanya.

Menurut data Kementerian Kehutanan (Kemenhut), sampai dengan Oktober 2025 terdapat lebih dari 8,3 juta hektare yang telah didistribusikan untuk dikelola secara lestari oleh lebih dari 1,4 juta rumah tangga dalam bagian perhutanan sosial.

  • Perhutanan Sosial

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Pemprov NTT Percepat Perbaikan Infrastruktur Terdampak Gempa M7,7

Pemerintah Kota Batam Siapkan Subpenyalur BBM Nelayan di Pulau Rempang

Permudah Akses BBM Subsidi, Pemkot Batam Siap Bangun SPBU untuk Nelayan di Pulau Rempang

Harga Daging Ayam Ras di Dua Kabupaten di Riau di Atas Rp40.000/Kg

Film "The Odyssey" Laris di Korea Selatan, Lampaui 6 Juta Penonton

Balas Trump, Iran Peringatkan Negara yang Gabung dengan Sanksi AS Dianggap 'Musuh'

BMKG Prakirakan Sebagian Besar Wilayah RI Diprakirakan Cerah Berawan pada Minggu

Shopee Gandakan Donasi, Perkuat Gotong Royong Digital untuk Pemulihan Paska Gempa NTT

PT KAI Menilai Sejumlah Kegiatan di Purwokerto Tingkatkan Mobilitas Masyarakat

Lampaui Target Nasional, Banten Jadi Contoh CKG-TBC

Tidak Hanya Jadi Ajang Olahraga, Purwokerto City Run 2026 Kenalkan Budaya Lokal

KemenPU Tangani 1.229 Titik Kekeringan: 41 Ribu Hektar Sawah & 616 Ribu Jiwa Terbantu

Kebakaran Rumah di Kebayoran Baru, Sebanyak 81 Personel Dikerahkan

Gempa M5,9 Mengguncang Jepang Bagian Timur termasuk Tokyo, Layanan Kereta Api Terganggu

269 Lulusan PT Terpilih untuk Program Magang Nasional di Kemenpar

Budi Doremi Rilis Lagu Baru "Cinta Sendiri", Ajak Pendengar untuk Move On

Jaga Tradisi 5 Abad Kota Banjarmasin, Pemkot Gelar Festival Karya Tari

Peringati HUT RI, Polda Metro Jaya Fasilitasi Perpanjangan SIM Gratis Ribuan Pengemudi Ojol

IQAir: Kualitas Udara Jakarta Tidak Sehat Pagi Ini, Kelima Terburuk di Dunia

Kebakaran Melanda Kampung Adat Sade di Lombok Tengah, Rumah Suku Sasak Hangus Terbakar

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.