Menpora dan Menparekraf Bocorkan Rahasia: Indonesian Idol Bisa Lebih dari Ajang Nyanyi

Selasa, 20 Mei 2025, 10:50 WIB

JAKARTA – Indonesian Idol dinilai punya peluang besar untuk menjadi kawah candradimuka bagi generasi muda yang tidak hanya jago bernyanyi, tetapi juga siap terjun ke berbagai sektor ekonomi kreatif dengan bekal keterampilan yang mumpuni.

Ajang pencarian bakat Indonesian Idol telah konsisten menjadi wadah bagi talenta musik muda Indonesia selama lebih dari satu dekade. Namun, di tengah gemerlap panggung dan sorotan pada kemampuan vokal, muncul pertanyaan menarik: bisakah Indonesian Idol dikembangkan untuk mengasah keterampilan lain di luar menyanyi?

Ket. Foto: Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Dito Ariotedjo saat menyerahkan hadiah kepada pemenang Shabrina Leanor, Senin (19/5) kemarin. — Sumber: ANTARA/yds

Menpora Dito Ariotedjo yang hadir di malam grand final Indonesian Idol Season 13, Senin (19/5) kemarin, mengapresiasi konsistensi ajang ini.

"Indonesian Idol sudah lebih dari sepuluh tahun dan konsistensinya sangat luar biasa," ujarnya. Ia menyerahkan hadiah kepada pemenang Shabrina Leanor, menegaskan peran Indonesian Idol dalam mendukung potensi generasi muda di era bonus demografi.

"Alumni Indonesian Idol banyak yang kini berkiprah di dunia seni musik. Tentu ini berdampak pada kesejahteraan dan perekonomian anak muda," tambah Menpora Dito, menyoroti kontribusi ajang ini pada ekonomi kreatif.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya juga sependapat. Ia memuji konsistensi MNC Group sebagai penyelenggara.

"Kami melihat potensi anak muda Indonesia di bidang musik sangat luar biasa. Indonesian Idol membuktikan hal itu dengan lebih dari empat puluh ribu pendaftar dari seluruh Indonesia," kata Menteri Riefky. Ia percaya, ajang ini tidak hanya melahirkan bintang, tapi juga mendorong pertumbuhan ekosistem ekonomi kreatif.

Melihat fenomena ini, menarik untuk mengkaji lebih jauh. Menurut Dr. Tania Putri, seorang psikolog pendidikan, "Indonesian Idol, di luar kompetisi menyanyi, secara tidak langsung melatih banyak soft skill yang relevan di berbagai bidang. Mulai dari ketahanan mental menghadapi tekanan, kemampuan presentasi diri, komunikasi efektif dengan juri dan audiens, hingga manajemen emosi saat tampil di bawah sorotan. Ini adalah keterampilan universal yang sangat dibutuhkan di dunia kerja manapun, bukan cuma industri hiburan."

Lebih lanjut, pengamat industri kreatif, Budi Santoso, berpendapat, "Potensi Indonesian Idol bisa diperluas. Misalnya, dengan menambahkan sesi mentoring untuk keterampilan non-vokal seperti personal branding, negosiasi kontrak, pengelolaan keuangan, atau bahkan dasar-dasar produksi musik. Ini akan membekali peserta dengan skill yang lebih komprehensif, tidak hanya untuk menjadi penyanyi terkenal, tetapi juga wirausahawan di bidang kreatif."

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Yuniar Dwi Setiawati

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.