UMKM Didorong Hasilkan Produk Berdaya Saing Agar Mampu Bersaing di Pasar yang Makin Ketat
Selasa, 18 Nov 2025, 23:35 WIBJAKARTA â Di pasar yang semakin kompetitif, memiliki daya saing yang tinggi adalah keharusan agar UMKM dapat bertahan dan tidak hanya sekadar eksis, tetapi juga memenangkan persaingan.
Daya saing yang meningkat, sering kali melalui pengembangan produk unggulan dan pemasaran yang efektif, dapat memperluas jangkauan pasar dan secara langsung meningkatkan volume penjualan serta pendapatan pelaku usaha.
Daya saing memungkinkan UMKM untuk menembus pasar yang lebih luas, baik di tingkat domestik maupun global. Pemanfaatan platform digital dan pemenuhan standar kualitas (seperti SNI atau sertifikasi ekspor) dapat menjadi "tiket akses" ke pasar internasional.
Kementerian Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) menyatakan terus mengupayakan agar pengusaha UMKM dalam negeri menghasilkan produk yang berkualitas dan berdaya saing di tengah tantangan masifnya produk impor yang memiliki harga lebih murah.
Deputi Bidang Usaha Kecil Kementerian UMKM Temmy Satya Permana dalam acara Kampus UMKM Shopee Kelas Online Edisi Spesial 10 Tahun di Jakarta, Selasa (18/11), menyatakan upaya yang dilakukan pihaknya untuk memperkuat daya saing UMKM ini yaitu lewat peningkatan kolaborasi dengan ekosistem UMKM seperti e-commerce, efisiensi, serta penerapan regulasi yang sesuai.
"Kita tetap mendorong agar UMKM bisa memasukkan produk yang lebih berkualitas dengan efisiensi harga yang lebih baik dan juga didukung oleh regulasi yang lebih sesuai," kata dia.
Pemerintah, katanya, ingin memastikan adanya keterhubungan antara produsen lokal dan para penjual yang belum memiliki produk sendiri, sehingga semakin banyak pedagang dapat memasarkan barang buatan dalam negeri.
Kata dia pula, tantangan besar dalam mengembangkan daya saing UMKM yaitu mengubah pola konsumsi masyarakat yang masih sangat sensitif terhadap harga. Oleh karena itu ia mendorong agar e-commerce dapat menampilkan identitas produk secara lebih jelas sehingga konsumen dapat membedakan barang impor dan produk lokal.
Lebih lanjut, disampaikan dia pihaknya mendukung platform e-commerce, seperti Shopee agar konsisten mendampingi pelaku usaha kecil melalui program pelatihan baik secara luring maupun daring.
Ia berharap perluasan kelas online yang dilakukan Shopee dapat menjangkau lebih banyak pelaku usaha dan memberikan keterampilan praktis agar mereka mampu bertahan, serta berkembang di platform perdagangan digital.
Lebih lanjut, ia juga mengapresiasi langkah platform digital yang telah menertibkan penjualan pakaian bekas impor ilegal. Tindakan tersebut dianggap sebagai upaya awal dalam membangun ekosistem perdagangan yang lebih sehat.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Pemkab Kukar Terapkan SP2D Online, Pencairan Anggaran Kini Lebih Cepat dan Transparan.
-
Hypernet Technologies Perluas Layanan ke Segmen UKM melalui Whooz
-
Literasi Keuangan Didorong Jadi Fondasi Keberlanjutan Bisnis, 60 Wirausaha Perempuan Ikuti Program Shepreneur
-
Pascagempa Magnitudo 6,7, Wagub Sulteng Reny Lamadjido Turun Langsung ke Lokasi Terdampak
-
Kerusakan Akibat Gempa Bumi di Palu
-
Pertamina Pastikan Pasokan Energi Aman Pascagempa di Sulawesi Utara
-
Apresiasi Kebijakan Kemenkeu, Bank Mandiri Siap Optimalkan Fungsi Intermediasi Perbankan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.