Trauma Belum Pulih, Kehadiran Siswa SMAN 72 Justru Naik Drastis—Ini Kata Kepsek

Selasa, 18 Nov 2025, 17:15 WIB

JAKARTA - Kehadiran siswa SMAN 72 Jakarta yang mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) mulai meningkat setelah insiden ledakan yang mengguncang sekolah pada 7 November. 

Hingga Selasa, persentase kehadiran mencapai 86,06 persen, naik signifikan dibanding awal pekan. Pihak sekolah menerapkan pembelajaran hibrida serta memperkuat layanan psikologis untuk membantu siswa pulih dari trauma.

Ket. Foto: Siswa berolahraga di SMAN 72 Jakarta, Jakarta, Selasa (18/11). — Sumber: ANTARA/Sulthony Hasanuddin

"Hari ini, persentase anak yang hadir mencapai 86,06 persen dan jumlah ini naik dibanding Senin (17/11) yang hanya 74 persen," kata Kepala Sekolah SMAN 72 Jakarta Tety Helena Tampubolon, di Jakarta, Selasa.

Ia mengatakan pihaknya melayani pembelajaran secara hibrida yakni secara dalam jaringan (daring) dan luar jaringan (luring) kepada para siswa.

Menurut dia, bagi yang siap dan kuat dapat mengikuti kegiatan di sekolah.

Kemudian, bagi anak yang belum mampu mengikuti dapat mengikuti pelajaran secara daring.

Menurut dia, para anak ini sudah mengikuti pembelajaran sesuai dengan materi yang ada di sekolah .

"Mereka sudah belajar utuh tapi ada kami selipkan waktu untuk layanan psikologi bagi siswa untuk menguatkan mereka," katanya. 

Ia mengatakan pihaknya terus berupaya agar para siswa ini lebih bahagia yang dimulai dari hal kecil seperti merayakan ulang tahun siswa secara bersama.

"Tadi pagi, ada siswa yang ulang tahun dan kami minta guru menyanyi dan merayakan bersama- sama," katanya. 

Ia mengatakan beberapa anak masih mengalami kesedihan dan ingat dengan kejadian di sekolah tersebut.

Ada juga yang tidak kuat untuk lewat di depan ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS) karena terbayang saat kejadian teman-teman mereka yang terluka dibawa ke sana.

"Kami terus berupaya untuk memberikan pendampingan dan berkomunikasi dengan para orang tua. Ada yang tadinya belum yakin dan akhirnya yakin untuk membolehkan anaknya datang ke sekolah," katanya. 

Ia mengatakan sebagian siswa masih ada yang dalam perawatan di rumah sakit dan menjalani rawat jalan sehingga belum dapat mengikuti pelajaran di sekolah.

Pihaknya tidak ingin menargetkan kapan anak-anak ini bisa seluruhnya datang ke sekolah karena sejumlah anak yang menjalani perawatan karena lukanya cukup parah.

"Jadi, kami memahami kondisi siswa dan orang tua. Kami menyiapkan pembelajaran daring untuk membantu siswa dapat mengikuti pembelajaran," kata dia.

  • pemprov dki jakarta
  • sman 72 jakarta
  • ledakan di sman 72

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Alfred, Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.