FAM Tetap Ajukan Banding ke CAS Usai Tudingan Keras FIFA soal Skandal Pemalsuan Dokumen
Selasa, 18 Nov 2025, 16:18 WIBKUALA LUMPUR â Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) memastikan langkah banding ke Court of Arbitration for Sport (CAS) tetap ditempuh, hanya beberapa jam setelah FIFA merilis laporan lengkap yang menyudutkan federasi tersebut dalam skandal kelayakan pemain yang berujung pada hukuman berat.
Pada bulan September lalu, FIFA menjatuhkan sanksi berupa larangan bermain satu tahun kepada tujuh pemain naturalisasi dan denda 440 ribu dollar AS kepada FAM. Sanksi dijatuhkan setelah investigasi FIFA menemukan dokumen yang diserahkan FAM, yang menyatakan para pemain memiliki keturunan Malaysia, bersifat palsu.
Laporan final Komite Banding FIFA yang dirilis Senin (17/11) menjabarkan alasan penolakan atas banding FAM. Dalam temuannya, komite tersebut juga memerintahkan investigasi menyeluruh terhadap tata kelola dan internal FAM, sambil menuding federasi itu tidak mengambil tindakan disiplin apa pun terkait kasus tersebut.
âTidak ada skorsing nyata, tidak ada pemberhentian, tidak ada laporan kepada otoritas domestik,â tulis laporan tersebut, yang juga menyatakan kelalaian ini âmengindikasikan lemahnya akuntabilitas dan menimbulkan kekhawatiran serius terkait budaya tata kelola organisasi.â
FIFA kemudian menginstruksikan agar sekretariat mengambil langkah cepat memulai investigasi resmi terhadap operasional internal FAM.
FAM sendiri membantah adanya kesengajaan dalam pelanggaran tersebut. Pada Oktober, mereka mengajukan banding ke FIFA, sekaligus menskors sekretaris jenderal federasi dan membentuk komite independen untuk melakukan penyelidikan.
Pelaksana tugas Presiden FAM, Yusoff Mahadi, dalam pernyataan Selasa menegaskan bahwa kasus ini akan dibawa ke CAS.
âLangkah ini diambil untuk memastikan keadilan ditegakkan dan menjaga integritas proses penentuan kelayakan pemain yang ditetapkan pemerintah Malaysia dan otoritas terkait,â ujarnya.
âFAM tetap berkomitmen memperjuangkan hak setiap pemain yang layak membela negara dan memastikan seluruh proses dijalankan secara profesional, transparan, dan melalui jalur hukum yang tepat.â
Investigasi FIFA dimulai setelah diterimanya laporan seusai kemenangan Malaysia 4â0 atas Vietnam dalam laga Kualifikasi Piala Asia pada Juni, di mana dua dari tujuh pemain yang kemudian dihukum turut mencetak gol.
Hasil penyelidikan menunjukkan bahwa Hector Hevel, Jon Irazabal, Gabriel Palmero, Facundo Garces, Rodrigo Holgado, Imanol Machuca, dan Joao Brandao Figueiredo tidak memiliki orang tua maupun kakek-nenek yang lahir di Malaysia, syarat mutlak untuk bermain bagi tim nasional.
Berita Terkait:
-
Polda Metro Jaya Mintai Keterangan Saiful Mujani terkait Dugaan Penghasutan
-
Prancis Menuju Piala Dunia 2026: Ambisi Les Bleus Mengembalikan Mahkota Juara Dunia
-
Dukung Mobilitas Mengajar, 2.500 Guru di DKI Jakarta Dapat Ganti Oli Pertamina Enduro Secara Gratis
-
Kartu Kredit Edisi Resmi FIFA World Cup 2026 Hadir untuk Penggemar Sepak Bola Indonesia
-
Selat Hormuz Ditutup, Erdogan Bicara Soal Kedaulatan Energi
-
Berpotensi Melemah Lanjutan, 4 Juni 2026
-
Piala Dunia 2026 Segera Dimulai, FIFA Hadapi Gelombang Kritik di Tengah Euforia Sepak Bola
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.