Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Rakyat Ekuador Menolak Kembalinya Pangkalan Militer AS di Negaranya

📅 Senin, 17 Nov 2025, 11:10 WIB | Oleh: Tim Penulis

"Saya salah paham tentang dia. Saya membuat kesalahan, saya memilih dia," kata Andres Delgado, seorang mahasiswa berusia 23 tahun.

"Saya merayakan kemenangan ini karena bangsa ini tidak seharusnya diperlakukan seperti ini oleh presiden yang tidak kompeten."

Noboa menang dengan janji untuk mengatasi kekerasan yang dipicu oleh perang wilayah antara geng-geng pengedar narkoba yang mengangkut kokain dari Amerika Latin ke Amerika Utara, Eropa, dan Asia.

Dia telah mengerahkan tentara di jalanan dan di penjara-penjara, melancarkan penggerebekan dramatis di basis-basis narkoba, dan sering mengumumkan keadaan darurat -- yang dikritik oleh kelompok-kelompok hak asasi manusia.

Jutawan berusia 37 tahun yang mengendarai Porsche ini juga mengunggah foto ratusan narapidana, dengan kepala dicukur, berseragam oranye yang sedang dipindahkan ke sebuah penjara raksasa baru, menggemakan langkah Nayib Bukele dari El Salvador.

Namun, pada paruh pertama tahun ini, terdapat 4.619 pembunuhan -- "tertinggi dalam sejarah terkini," menurut Observatorium Kejahatan Terorganisir Ekuador.

Tepat saat pemungutan suara dimulai, Noboa mengumumkan pemimpin geng paling terkenal di negara itu, Los Lobos, telah ditangkap.

Gembong narkoba paling dicari "Pipo" telah "memalsukan kematiannya, mengubah identitasnya, dan bersembunyi di Eropa," kata Noboa di X.

Serangan AS yang Kontroversial 

Dulunya jauh lebih aman, tingkat pembunuhan Ekuadoor tertinggi di Amerika Latin, dan beberapa pihak ingin memberi Noboa lebih banyak kebebasan.

"Ini satu-satunya cara untuk sedikit memperketat hukum dan mengakhiri ketidakamanan yang dialami negara kita," kata Teresa Jacome, 60 tahun, kepada AFP di kota terbesar yang rawan kejahatan, Guayaquil.

Mengenai pertanyaan-pertanyaan lain dalam surat suara, Noboa berpendapat bahwa konstitusi saat ini, yang terdiri dari lebih dari 400 pasal, terlalu panjang dan memiliki "banyak kesalahan."

Namun, ia sebelumnya ragu-ragu tentang bagian mana dari konstitusi yang ingin ia ubah, yang memicu tuduhan bahwa ia ingin mengkonsolidasikan kekuasaan dan mengekang hak asasi manusia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kemenperin Catat Sektor Industri Mainan Indonesia Serap 15.663 Naker
    Pencapaian surplus ekspor industri mainan nasional yang tembus ...
  • Timnas Indonesia Juara FIFA Asean Cup 2026, Tundukkan Thailand 4-2 Lewat Adu Penalti
    final ideal, kekuatan berimbang, pertandingan yg menguras tenaga ...
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah thats right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
Advertisement
Kacau, Malaysia dan Vietnam Melontarkan  Rencana Pembunuhan atas Keluarga Justin Hubner

Kacau, Malaysia dan Vietnam Melontarkan  Rencana Pembunuhan atas Keluarga Justin Hubner

06 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.