Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemenkop Bangun Ekosistem Bisnis Kopdes Lewat Program Magang

📅 Minggu, 16 Nov 2025, 23:23 WIB | Oleh:
Kemenkop Bangun Ekosistem Bisnis Kopdes Lewat Program Magang Doc: ANTARA/Kemenkop
Ket. Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi Kemenkop, Destry Anna Sari

JAKARTA - Kementerian Koperasi mempercepat upaya operasionalisasi Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih, salah satunya dengan melaksanakan program magang bagi pengurus koperasi agar mereka dapat membangun ekosistem bisnis koperasi.

Program ini menjadi sarana pembelajaran langsung di lapangan dengan enam lokasi magang, salah satunya di Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren) Al-Ittifaq, Ciwidey, Kabupaten Bandung.

Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi Kemenkop, Destry Anna Sari, dalam keterangan di Jakarta, Minggu (16/11), menyatakan program magang dirancang untuk memperkuat kapasitas pengurus Kopdes Merah Putih agar mampu menjalin kemitraan bisnis berkelanjutan.

“Kami terus mendorong Kopdes Merah Putih mampu membangun ekosistem dan kemitraan bisnis, dengan dukungan dari Komite Nasional Ekonomi Keuangan Syariah (KNEKS), Programma Uitzending Manager (PUM) Representative Indonesia, dan perguruan tinggi,” ujar dia saat membuka kegiatan program magang di Kopontren Al-Ittifaq Bandung, Minggu.

Gelombang pertama magang berlangsung 15–22 November 2025, diikuti 38 peserta dari empat provinsi, yakni Jawa Barat, Banten, DI Yogyakarta, dan Jawa Tengah.

Total peserta mencapai 114 orang dari 24 provinsi, dibagi dalam tiga gelombang. Metode pelaksanaan mencakup pembekalan materi, studi kunjungan, serta praktik langsung.

Destry menilai Kopontren Al-Ittifaq sebagai contoh sukses penerapan pertanian terpadu yang terhubung dengan pasar modern.

“Sistem agribisnis yang diterapkan Al-Ittifaq sudah terhubung dengan berbagai pasar modern, seperti supermarket, sehingga peserta magang bisa mempelajari rantai agribisnis secara lengkap dari hulu sampai hilir," kata dia

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat, Yuke Mauliani Septina, menambahkan bahwa praktik langsung akan lebih berdampak bagi peningkatan kualitas pengurus Kopdes.

“Selain manajemen mutu, pengurus harus adaptif terhadap digitalisasi agar koperasi menjadi modern,” ujar dia.

Dalam kesempatan yang sama, CEO Kopontren Al-Ittifaq, Setia Irawan, berharap peserta magang menemukan formula inovasi yang dapat diterapkan di daerah masing-masing.

Irawan menjelaskan melalui program magang ini peserta akan dibekali pengetahuan mengenai pembangunan rantai pasok produk, penyusunan standar operasional prosedur (SOP), pengelolaan produksi, hingga perencanaan jangka panjang.

“Kami adalah koperasi berbasis komunitas dengan dukungan penuh dari masyarakat sekitar. Maka, peserta magang bisa menggali bagaimana koperasi berbasis komunitas,” kata dia. ils/Ant/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Polri Gelar Upacara Serah Terima Panji Tribrata

39 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Polri Gelar Upacara Serah T...
Megapolitan
Gubernur DKI Cek Pelayanan ...
Olahraga
Persiapan Atlet Balap Seped...
Olahraga
Thailand Takluk, Filipina R...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.