Gubernur Pramono Resmi Sandang Marga Sebayang, Diterima sebagai Keluarga Besar Masyarakat Karo

Minggu, 16 Nov 2025, 23:30 WIB

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menerima kehormatan besar saat dirinya dianugerahi marga Sebayang dari masyarakat Karo. Prosesi peneguhan marga tersebut berlangsung dalam acara silaturahmi dan temu kangen masyarakat Karo di Cibubur, Kota Depok, pada Minggu yang disambut hangat oleh ratusan warga yang hadir.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Pramono menyampaikan rasa bangga dan terima kasih atas penerimaan yang begitu tulus. Ia menegaskan bahwa penghargaan tersebut bukan hanya sebuah gelar adat, tetapi juga simbol persaudaraan yang mempererat hubungannya dengan masyarakat Karo.

Ket. Foto: — Sumber: Istimewa

"Ini sebuah kehormatan luar biasa bagi saya dan keluarga, karena hari ini saya resmi menjadi bagian dari keluarga besar Karo dengan marga Sebayang," katanya.

Suasana kekeluargaan menjadi ciri utama acara itu, yang menurut Pramono membuat dirinya merasa seolah berada di rumah sendiri. Ia menyebut sambutan tersebut sebagai bentuk ketulusan khas masyarakat Karo yang sudah lama dikenal memiliki kultur terbuka dan inklusif.

Menurut Gubernur Pramono, nilai budaya masyarakat Karo memiliki sejumlah kesamaan dengan budaya Betawi. Keduanya menjunjung keterbukaan, toleransi, serta semangat kebersamaan yang kuat sehingga dapat menjadi fondasi penting bagi kehidupan bermasyarakat di kota besar seperti Jakarta.

"Sejarah mencatat bahwa persoalan intoleransi tidak pernah tumbuh dalam masyarakat Karo selama adat dan nilai kehidupan dijunjung bersama," ujarnya.

Gubernur Pramono menilai karakter masyarakat Karo yang dikenal disiplin, pekerja keras, dan menjunjung tinggi kehormatan sebagai teladan berharga. Nilai-nilai tersebut, menurutnya, sejalan dengan semangat pembangunan Jakarta sebagai kota modern yang tetap menjaga harmonisasi warganya.

Ia menegaskan bahwa penyematan marga Sebayang bukan hanya simbol adat, tetapi amanah yang harus dijaga melalui kerja nyata. Ia merasa nilai-nilai kerja keras dan tanggung jawab yang dimiliki masyarakat Karo menjadi pengingat sekaligus penyemangat bagi dirinya dalam menjalankan tugas sebagai gubernur.

"Kehormatan yang saya terima melalui marga Sebayang ini sangat berarti," tuturnya.

Dalam acara tersebut, Pramono juga mengangkat nilai Rakut Sitelu sebagai bagian penting dari filosofi masyarakat Karo. Ia menyebut nilai kesetiaan, solidaritas, dan persaudaraan yang terkandung di dalamnya sebagai prinsip hidup yang ingin ia pegang sebagai bagian dari keluarga Sebayang.

"Saya kini menjadi bagian dari keluarga Sebayang. Dalam Rakut Sitelu, saya turut terikat dalam nilai-nilai tersebut," tegasnya.

Gubernur Pramono juga sempat mengenang sejumlah figur masyarakat Karo yang dikenalnya sejak lama. Salah satunya adalah almarhum Sembiring Meliala yang pernah bersamanya di DPR RI tahun 1999 dan menurutnya menjadi gambaran sempurna tentang karakter Karo yang tegas namun tetap hangat.

"Beliau adalah contoh sederhana namun kuat tentang bagaimana karakter masyarakat Karo terbentuk," ucapnya.

Penganugerahan marga tersebut sekaligus menjadi momentum bagi Gubernur Pramono untuk menyampaikan apresiasi terhadap kontribusi masyarakat Karo bagi Jakarta. Ia menilai sifat lugas, santun, dan mandiri yang dimiliki masyarakat Karo memberikan warna penting bagi kehidupan sosial, ekonomi, dan kebudayaan di Ibu Kota.

Menurut Pramono, masyarakat Karo sudah menjadi bagian dari ekosistem sosial Jakarta yang dinamis karena karakter mereka yang tidak berlebihan, pekerja keras, serta mampu beradaptasi dengan baik di tengah keberagaman.

Ia menutup sambutannya dengan ungkapan terima kasih kepada seluruh masyarakat Karo atas kehormatan dan sambutan hangat yang diberikan. Gubernur Pramono berharap tali persaudaraan ini dapat memperkuat harmoni Jakarta sebagai kota yang menjadi rumah bagi beragam latar belakang budaya.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.