Menghidupkan Kembali Kesenian Janengan di Magelang

Sabtu, 15 Nov 2025, 23:55 WIB

Magelang - Program Inovasi Seni Nusantara (PISN) 2025 Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) menghidupkan kembali kesenian tradisional Janengan di Dusun Teneran, Desa Pucungsari, Kabupaten Magelang melalui kerja sama tim UGM Yogyakarta dengan warga setempat.

Masyarakat setempat yang tergabung dalam Sanggar Seni Turonggo Sekar Gadung Dusun Teneran, Desa Pucungsari, Kecamatan Grabag pimpinan Dani Anwar, mementaskan kesenian berbasis musik seperangkat rebana, kempul, dan kendang dalam Festival Kolaborasa II/2025 di Magelang, Jawa Tengah, Sabtu sore hingga malam hari.

Ket. Foto: — Sumber: Antara

"Timnya Mbak Tata (Rr Paramitha Dyah Fitriasari) dari UGM membantu kami, menyemangati untuk menggali kesenian yang lama tidak dimainkan," kata Dani.

Kesenian Janengan berupa selawatan dengan syair-syair tentang dakwah islami itu, dalam festival tersebut dipentaskan dengan dilengkapi tarian dimainkan 15 laki-laki pegiat sanggar. Bunyi musiknya kombinasi 14 instrumen perkusi dengan enam vokalis. Mereka menciptakan gerakan dan konfigurasi tari serta membuat properti kostum tarian Janengan memadukan unsur tradisional dengan estetika kontemporer dalam proses bersama selama beberapa bulan terakhir.

"Kalau zaman dulu dimainkan warga, duduknya melingkar di tikar dalam rumah. Dimainkan malam hingga menjelang subuh, untuk hajatan atau nazar. Tetapi kemudian tidak ada yang meneruskan," ujarnya.

Pementasan di panggung sekitar 15x7 meter di dusun itu. Meskipun diwarnai gerimis, pergelaran ditonton ratusan warga setempat dan dusun-dusun sekitar, Camat Grabag Sri Utari, dan Kepala Desa Pucungsari Solikhin itu, berjalan lancar. Sejumlah pementasan lainnya, yakni tarian Topeng Ireng (Dusun Teneran), Soreng (Dusun Senden), dan Jaran Kepang (Dusun Dayugo). Puluhan pedagang makanan, minuman, dan mainan anak membuka lapak di tepi kanan dan kiri jalan dusun.

Ketua Tim PISN UGM Paramitha Dyah Fitriasari mengatakan upaya menghidupkan Janengan itu merupakan kolaborasi akademisi, seniman, dan warga setempat dengan menerapkan model yang jarang terlihat dalam pelestarian budaya.

Tim PISN UGM, antara lain Ketua Rr Paramitha Dyah Fitriasari (Dosen Program Studi Kajian Seni Pertunjukan dan Seni Rupa UGM), Anggota Djarot Heru Santosa (Dosen Prodi Sastra Nusantara, Fakultas Ilmu Budaya UGM), Anggi Rahajeng (Dosen Prodi Pembangunan Ekonomi Kewilayahan UGM), Galih Prakasiwi (Dosen Prodi Tari ISI Yogyakarta), Heni Siswantari (Mahasiswa Doktoral Prodi Pengkajian Seni Pertunjukan dan Seni Rupa UGM), Delfin Febriansyah (Mahasiswa Magister Prodi Pengkajian Seni Pertunjukan dan Seni Rupa UGM), dan Azaliya Khoirunnisa (Mahasiswa Sarjana Prodi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa UGM).

Selama sekitar 30 tahun terakhir, katanya, kesenian Janengan seakan terlupakan warga. Pementasan terakhir pada 1989. Melalui program tersebut, warga memperoleh semangat menggali kembali kekayaan lokalnya, baik melalui sumber-sumber yang bisa ditemukan maupun ingatan bersama. Warga dusun relatif tak jauh dari Gunung Andong itu, berjumlah sekitar 140 kepala keluarga atau 400-an jiwa, sebagian besar bekerja sebagai petani, peternak, dan perajin.

Tim, ujarnya, tidak hanya meneliti tetapi juga menciptakan dampak nyata melalui tiga kegiatan utama, yakni digitalisasi warisan budaya (pembuatan website dusun), inovasi estetika (pengembangan kesenian dan kostum), pemberdayaan ekonomi (lokakarya ekonomi untuk PKK dan UMKM).

Ia menjelaskan seluruh rangkaian kegiatan PISN di dusun setempat bukan sekadar kebangkitan satu kesenian, melainkan bukti kolaborasi akademisi, seniman, dan warga mampu menyelamatkan warisan budaya.

Dia mengharapkan model ini menginspirasi untuk ratusan tradisi lain di Nusantara yang sedang berjuang bertahan.

"Pementasan hari ini menjadi kilas balik memori, melalui sinergi segala pihak. Warga terus bersemangat menghidupi kesenian ini. Harapannya bisa pentas ke manapun," kata dia.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Antara, Ones

Berita Terbaru

Film “Pangku” Raih Tiga Penghargaan Terpuji di Ajang Festival Film Bandung

De Zerbi Minta Maaf atas Kekalahan Tottenham dari Brentford

IKM Fesyen & Kriya Tumbuh 2x Lipat! Kemenperin Genjot Digital Biar Naik Kelas

Bantu Warga Korban Kebakaran Desa Adat Sade, Kemenpar Siagakan Poltekpar Lombok

Tabrakan Beruntun di Tol Senayan, Dua Orang Alami Luka-luka

Dinas Pertanian Kabupaten Lebak: Panen Durian dan Manggis Serap Ribuan Tenaga Kerja 

Belajar Bisnis dari Kisah Yohanes Membangun PepperJo

Libur Panjang Bikin Stasiun Jakarta Padat, 38.842 Penumpang Berangkat Naik Kereta

Bupati Sintang Imbau Warga untuk Peduli dan Hentikan Bakar Hutan dan Lahan

Kerajinan Badui Banjir Pesanan di Bazar Harkop Harnas, UMKM Lokal Raup Omzet

Senangnya! Cerita Komik "Oki dan Nirmala dari Negeri Dongeng" akan Diangkat ke Layar Lebar!

'Perang Dagang' AS vs Kanada, PM Carney Umumkan Tarif Balasan untuk Produk-produk Amerika

Durian Melimpah di Lebak, Pedagang Raup Omzet hingga Rp50 Juta Sehari

Kampung Adat Sade Terbakar, Kemenpar Siapkan Dapur Umum dan Pemulihan Wisata

Karhutla Kalimantan Makin Mengkhawatirkan, BNPB Perkuat Operasi Modifikasi Cuaca dan Armada Pemadaman

Karhutla Makin Mengancam, Kemenhub Fasilitasi Pesawat Asing untuk Perkuat Penanganan

Aturan Baru Florida Bikin Geger! Ngebut Ditilang, Berkendara Lambat Juga Kena

Potensi Karhutla pada Musim Kemarau, BMKG Minta Masyarakat DIY Waspada

Karyawan Hyundai-Kia Mogok Besar-besaran, 40.000 Pekerja Khawatir Robot AI Gantikan Manusia

Kebakaran di Taman Nasional Way Kambas Berhasil Dipadamkan, Polda Lampung: Tim Pastikan Tak Ada Titik Api Lain

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.