Sinner Incar Sapu Bersih Fase Grup
Jumat, 14 Nov 2025, 07:41 WIBTURIN - Petenis Italia Jannik Sinner akan menghadapi tantangan terakhir di fase grup ATP Finals melawan Ben Shelton, Jumat (14/11), dengan status sebagai penguasa Grup Bjorn Borg. Di sisi lain, Shelton berjuang menghindari pulang tanpa kemenangan dalam debutnya di turnamen penutup musim di Turin.
Sinner tampil luar biasa sepanjang pekan. Kemenangan 6-4, 6-3 atas Alexander Zverev, Rabu (12/11) malam, memastikan langkah petenis Italia itu ke semifinal untuk tahun ketiga berturut-turut. Lebih dari sekadar hasil, laga itu memperlihatkan kepercayaan diri dan ketenangan luar biasa dari petenis berusia 23 tahun itu. Dia kini mencatat 28 kemenangan beruntun di lapangan keras indoor.
âPertandingan yang sangat kompetitif. Saya berusaha tampil maksimal di poin-poin penting, dan servis banyak membantu,â ujar Sinner. Dia kini mencatat rekor 12-3 di ajang akhir musim tersebut. Servis memang menjadi senjata utama. Dia membukukan 12 ace melawan Zverev. Empat di antaranya pada game pertama yang berlangsung sembilan menit, dan selalu menemukan pukulan pertama setiap kali menghadapi tekanan.
Dominasi itu memperlihatkan jarak yang semakin lebar antara Sinner dan rival-rivalnya di tur. Dia kini sudah mengalahkan Zverev lima kali berturut-turut hanya dalam waktu 17 hari, termasuk di Vienna dan Paris Masters. Bagi Sinner, kemenangan atas Zverev juga memperpanjang momentum sempurna untuk menjaga peluang menutup musim sebagai petenis nomor satu dunia.
Satu-satunya syarat: menjuarai ATP Finals tanpa kekalahan, sambil berharap Carlos Alcaraz gagal menambah kemenangan di grup lain. Sementara itu, lawannya di laga penutup grup, Ben Shelton, datang dengan catatan pahit. Petenis Amerika Serikat itu sudah dua kali kalah, dari Zverev dan Felix Auger-Aliassime, dan kini berisiko menuntaskan debutnya di Turin tanpa satu pun kemenangan.
Shelton sempat menunjukkan perlawanan tangguh, memenangi set pertama melawan Auger-Aliassime, namun kehilangan fokus dan akhirnya kalah 4-6, 7-6(7), 7-5. Rasa frustrasi sempat memuncak ketika dia gagal menutup set kedua. Bahkan dia melempar raket ke lapangan.
Namun, di balik kekalahan, penampilannya tetap dianggap menjanjikan. âShelton punya potensi luar biasa, tapi di turnamen seperti ini, setiap poin punya bobot besar,â ujar Auger-Aliassime setelah kemenangan pertamanya di turnamen tersebut.
Statistik tidak berpihak pada petenis 23 tahun itu. Shelton belum pernah mengambil satu set pun dari Sinner dalam tujuh pertemuan beruntun. Ini termasuk tiga kekalahan di musim 2025, terakhir di Paris awal bulan ini. Namun, dia tetap bertekad menutup tahun dengan catatan positif. Dengan rekor 40 kemenangan musim ini, Shelton masih termasuk dalam lima besar dunia, sekaligus menjadi salah satu bintang muda paling menarik di ATP Tour.
Di sisi lain, Sinner tidak punya alasan untuk menurunkan tempo. Dukungan publik Italia di Pala Alpitour menjadi tenaga tambahan untuk sang juara bertahan. Dia tahu betul, kemenangan atas Shelton akan memperkuat posisinya dalam perebutan takhta dunia dan memperpanjang catatan sempurna di hadapan para tifosi tenis di tanah kelahirannya.
âIni bukan soal menjaga rekor. Saya hanya ingin terus bermain dengan cara saya, tenang, agresif, dan fokus di setiap poin,â tandas Sinner. ben/AFP/G-1
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
Satgas Penertiban Kawasan Hutan Kuasai Kembali Dua Juta Hektare Lahan per Juni 2025, Tersebar di 9 Provinsi
-
Sedekah Bumi Petani Kediri
-
Harga Emas Hari Ini Turun hingga Rp19.000/Gram
-
Paten Teknologi Jadi Kunci Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Berbasis Inovasi dan Kemandirian
-
Ingin Tahu Pasangan Serius atau Tidak? Berikut Ciri-Ciri Seseorang Siap Menikah
-
Papua Barat Bakal Memiliki BUMD Migas
-
Mentan: Penyaluran Beras SPHP Harus Hati-hati dan Tepat Sasaran
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.