Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Unhas Gandeng Stanford University untuk Riset Penanganan Stunting

📅 Selasa, 11 Nov 2025, 12:55 WIB | Oleh:
Unhas Gandeng Stanford University untuk Riset Penanganan Stunting Doc: antara foto
Ket. Wakil Rektor Bidang Kemitraan, Inovasi, Kewirausahaan dan Bisnis Unhas Adi Maulana di Makassar

MAKASSAR - Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar menggandeng Stanford University AS untuk berkolaborasi dalam penelitian riset terkait dengan upaya penanganan stunting, khususnya di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Wakil Rektor Bidang Kemitraan, Inovasi, Kewirausahaan dan Bisnis Unhas Adi Maulana di Makassar, Selasa (11/11), mengatakan komitmen kedua universitas dalam memberikan dampak nyata terkhusus dalam sektor kesehatan.

“Kita mulai kerja sama ini dari persoalan kesehatan. Kami melakukan penelitian tentang stunting yang ada di Kota Makassar untuk melihat apa yang perlu kita intervensi berdasarkan data-data ilmiah yang ada,” ujarnya pada acara peresmian Gedung Stanford-Unhas Alliance for Planetary Health Research in Asia Pacific.

Ia menjelaskan kedua pihak telah melakukan riset dan dan hasilnya tentu akan dilihat ke depan. Beberapa kebijakan atau rekomendasi yang dihasilkan kemudian akan diserahkan ke Wali Kota Makassar atau Dinas Kesehatan setempat.

Menurut dia, penanganan stunting tidak bisa selesai dalam waktu satu tahun namun memerlukan waktu yang lebih lama, sebab hal ini berhubungan mulai dari ibu hamil termasuk memperhatikan kondisi lingkungan dan sebagainya.

“Jadi memang kita harus mulai dari sekarang, supaya paling tidak lima tahun, 10 tahun kita bisa menurunkan angka stunting dan untuk menyambut generasi emas nanti, tahun 2045," ujarnya.

Ketua Tim Peneliti Unhas Ansari Adi mengatakan sekitar 3,5 tahun yang lalu telah melakukan pengembangan riset pada ibu hamil dan bayinya dengan pendanaan dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Unhas.

Penelitian ini, kata dia, untuk melihat berbagai faktor risiko stunting pada anak dengan mengikuti anak tersebut sejak masih dalam kandungan sampai dengan berusia dua tahun.

Ia menjelaskan tidak banyak peneliti di bidang kesehatan yang menggunakan desain kohort (jenis studi observasional longitudinal yang mengikuti sekelompok individu).

Selain karena membutuhkan pengamatan yang cukup lama juga membutuhkan logistik yang tidak sedikit.

"Kami kemudian mulai mendiskusikan ide ini ke teman dari Stanford terutama Dr Joelle Ivy-Rosser dan Dr John Openshaw yang kebetulan memiliki research interest yang sama. Kami selanjutnya berusaha mencari funding untuk mendanai kelanjutan riset yang kami lakukan," ujarnya.

Apalagi, katanya, sekarang sudah ada gedung Stanford-Unhas yang bisa dioptimalkan penggunaannya dengan mendatangkan peneliti dari Stanford University.

Kepala Dinkes Makassar Nursaidah Sirajuddin mengatakan siap berkolaborasi dengan kedua universitas. Apalagi persoalan penanganan stunting memang telah menjadi per

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
AS Kirim Dua Jet Tempur F-1...
Advertisement
7 Event Jakarta Akhir Pekan 3-4 Oktober: Ada Indonesia Comic Con hingga JICAF 2026

7 Event Jakarta Akhir Pekan 3-4 Oktober: Ada Indonesia Comic Con hingga JICAF 2026

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.