- Home
-
- Luar Negeri
-
- Polisi India Selidiki Leda...
Polisi India Selidiki Ledakan Mobil di New Delhi dengan Undang-undang Terorisme
Selasa, 11 Nov 2025, 11:05 WIBNEW DELHI - Kepolisian India tengah menyelidiki ledakan mobil mematikan di ibu kota New Delhi berdasarkan undang-undang ketat yang digunakan untuk memerangi "terorisme", demikian dilaporkan saluran televisi negara tersebut pada Selasa (11/11).
Undang-undang yang disebut Undang-Undang Pencegahan Kegiatan Melanggar Hukum, merupakan undang-undang antiterorisme utama di India. Digunakan untuk menyelidiki dan mendakwa tindakan yang berkaitan dengan "terorisme" dan kegiatan yang mengancam kedaulatan dan integritas negara.
Ledakan di dekat Benteng Merah yang bersejarah pada Senin (10/11) malam menewaskan sedikitnya delapan orang dan melukai 20 orang. Ledakan langka ini terjadi di kota yang dijaga ketat dengan penduduk lebih dari 30 juta jiwa ini, sehingga membuat beberapa negara bagian dan fasilitas penting berada dalam siaga tinggi.
Menteri Dalam Negeri Federal Amit Shah mengatakan "semua aspek" sedang diselidiki dan badan keamanan akan segera mencapai kesimpulan.
Perdana Menteri Narendra Modi menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban tewas, dan mengatakan ia telah "meninjau situasi" dengan Shah.
"Belasungkawa kepada mereka yang kehilangan orang yang mereka cintai dalam ledakan di Delhi... semoga yang terluka segera pulih," kata Modi dalam sebuah pernyataan.
Polisi mengatakan sebuah mobil yang bergerak lambat, yang berhenti di lampu lalu lintas, meledak sesaat sebelum pukul 19.00. Kendaraan di dekatnya juga rusak parah.
Ledakan tersebut meninggalkan mayat-mayat yang hancur dan puing-puing beberapa mobil di jalan yang padat di dekat stasiun metro di kawasan tua Delhi.
Benteng Merah, yang dikenal secara lokal sebagai Lal Qila, adalah bangunan megah era Mughal abad ke-17 yang memadukan gaya arsitektur Persia dan India. Benteng ini dikunjungi wisatawan sepanjang tahun.
Setiap Hari Kemerdekaan India 15 Agustus, Perdana menteri berpidato kepada rakyat dari benteng tersebut.
Badan Anti-terorisme
Baik badan forensik maupun anti-terorisme dikerahkan di lokasi ledakan, sementara keamanan ditingkatkan di seluruh New Delhi.
Pada Selasa dini hari, wartawan AFP di lokasi mengatakan kain putih polisi telah dipasang di sekitar sisa-sisa kendaraan yang hangus semalaman.
Para saksi mata menceritakan kepada AFP bagaimana mobil itu meledak di tengah kemacetan dan bagaimana orang-orang yang terjebak dalam kobaran api terbakar.
"Saya melihat mobil itu meledak saat sedang melaju," kata Dharmindra Dhaga, 27 tahun.
"Orang-orang terbakar dan kami berusaha menyelamatkan mereka ... Mobil dan orang-orang terbakar - orang-orang di dalam mobil terbakar," tambahnya.
"Saya mengimbau masyarakat untuk menyelamatkan mereka, menyelamatkan mereka, dan mengeluarkan mereka. Masyarakat sibuk membuat video dan mengambil foto."
Pemimpin oposisi Rahul Gandhi mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa kematian akibat ledakan itu "memilukan".
Departemen Luar Negeri AS mengatakan bela sungkawa kepada mereka yang terdampak ledakan mengerikan itu", dan akan "terus memantau situasi dengan saksama".
- Ledakan Besar
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: AFP
Berita Terkait:
-
Bukan Cuma Indonesia! Deretan Negara Ini Juga Merdeka Agustus, dari Asia hingga Afrika
-
8 Drama Korea yang Wajib Ditonton Bulan Agustus Ini
-
Gelombang panas terbaru di Spanyol paling intens dalam sejarahnya
-
Penanganan Perundungan di Tangsel Utamakan Kepentingan Terbaik Anak
-
Gedung Farmasi di Tangsel Hancur Setelah Terjadi Ledakan Dahsyat, Polisi Selidiki Penyebabnya
-
Ledakan Besar Terjadi di Pangkalan Militer Kanada, Memicu Kebakaran Besar, Menewaskan 7 Orang
-
Jenderal Senior Russia Tewas dalam Serangan Bom Mobil di Moskow
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.