Pemerintah Bangun 100 Gudang Bulog untuk Tampung Hasil Panen
Selasa, 11 Nov 2025, 17:50 WIBJAKARTA - Pemerintah akan membangun 100 gudang Bulog untuk menampung gabah dan jagung dari petani. Menteri Koordinator (Menko) Pangan, Zulkifli Hasan, mengatakan ini bertujuan untuk mempercepat penyerapan hasil panen sehingga petani tidak dirugikan.
Menurut Zulhas, produksi pangan nasional tahun ini mencapai 34,77 juta ton, naik 13 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Karena itu, kenaikan produksi tersebut perlu dukungan gudang agar rantai pasok tetap lancar.
"Arahan Presiden secara tegas menyampaikan peran pemerintah untuk memperkuat rantai pasok," ujar dia, Selasa (11/11).
Zulhas menegaskan soal pangan tidak ada tawar-menawar seperti arahan Presiden Prabowo Subianto.
Selama ini, kapasitas gudang dianggap kurang sehingga menimbulkan keluhan dari petani. Sehingga, Presiden pun memerintahkan pembangunan gudang baru untuk menjawab masalah tersebut.
Menurut Zulhas, pemerintah memastikan penugasan pembangunan gudang dilakukan sesuai prosedur legal BUMN yang berlaku. Dalam hal ini Bulog akan menerima penugasan khusus untuk membangun dan mengelola gudang.
Dengan adanya 100 gudang baru, Bulog bisa menampung hasil panen lebih cepat dan aman. Petani pun kini bisa lebih tenang karena produksi mereka terserap secara optimal.
Zulhas menekankan kebijakan ini sebagai jawaban konkret atas keluhan petani dan masyarakat. Menurut dia, pemerintah akan terus memastikan rantai pasok pangan nasional tetap stabil dan lancar.
Dirut Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menambahkan pembangunan gudang diprioritaskan di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar).
"Misalnya di Nias Selatan atau Morotai yang sulit dijangkau kapal saat musim tertentu," ucap dia.
Pembangunan 100 gudang Bulog tercantum dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang Penugasan Percepatan Pelaksanaan Penyediaan Infastruktur Pascapanen dalam Rangka Ketahanan Pangan Nasional. SKB tersebut antara lain ditandatangani Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian.
Turut menandatangani Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dony Oskaria. Sedangkan Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, diwakili Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Heru Pambudi. ils/I-1
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Ilham Sudrajat
Berita Terkait:
-
Bantuan Pangan 60% Cair! 20 Juta Warga Sudah Terima Beras Bulog
-
Belanja Bijak, Jangan Panik! Bulog Jamin Minyakita Stabil, Nggak Langka
-
Jusuf Kalla Laporkan Dugaan Hoaks ke Bareskrim, Terkait Tuduhan Dana Rp5 Miliar
-
Dorong Swasembada Pangan Berkelanjutan, Bulog Gandeng Perguruan Tinggi
-
Relokasi pedagang pasar induk Gadang
-
Harga Plastik Naik Tajam, Pramono Dorong Inovasi dan Alternatif Ramah Lingkungan
-
Bulog Tanjungpinang Gelontorkan 1 Ton Beras SPHP dan 1.800 Liter MinyaKita di Pasar Murah
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.