Luar Biasa, Perekonomian Banten Tumbuh Nomor Tiga
Selasa, 11 Nov 2025, 18:15 WIBSERANG â Kinerja pertumbuhan perekonomian Provinsi Banten terhitung bagus karena sudah dapat melewati Jawa Barat, Jakarta, dan DIY. Sebab pertumbuhan ekonomi Banten tercatat sebagai salah satu yang terkuat di Pulau Jawa dengan menempati posisi ketiga pertumbuhan tertinggi pada triwulan III tahun 2025.Â
Kepala Bank Indonesia (BI) Banten, Ameriza M Moesa, di Serang, Selasa, mengatakan perekonomian Banten tumbuh sebesar 5,29 persen secara tahunan (yoy) dan pencapaian ini berada di atas pertumbuhan nasional yang sebesar 5,06 persen (yoy) dan menempatkan Banten di bawah Jawa Tengah dan Jawa Timur.
"Dengan capaian itu, Banten menempati posisi ketiga di Pulau Jawa dalam hal pertumbuhan ekonomi. Pulau Jawa sendiri masih berkontribusi sekitar 57 persen terhadap total PDB nasional," katanya. Ameriza memaparkan, struktur ekonomi Banten masih didominasi oleh sektor industri pengolahan, yang menyumbang 2,2 persen dari total pertumbuhan 5,29 persen. Klaster industri besar seperti petrokimia, baja, dan manufaktur di Tangerang Raya, Cilegon, serta Serang menjadi penggerak utama.
Meski sedikit melambat dibanding triwulan sebelumnya 5,33 persen, Ameriza menyebut ini adalah pola musiman yang lazim. Justru, lanjutnya, Banten menunjukkan tren baru yang menggembirakan di sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan yang tumbuh mencolok sebesar 11,73 persen (yoy).
âPertanian menjadi tren yang baik dan menggembirakan pada triwulan III. Ini perkembangan baru bagi Banten,â katanya. Dari sisi permintaan, pertumbuhan ekonomi Banten juga didukung oleh konsumsi rumah tangga yang tumbuh menguat 4,21 persen (yoy), didorong momentum tahun ajaran baru dan perayaan keagamaan.
Selain itu, net ekspor tumbuh 9,06 persen (yoy) didukung kenaikan volume ekspor dari sektor manufaktur dan perkebunan, seperti kakao. Ameriza menegaskan, capaian ini menandakan struktur ekonomi Banten semakin kuat dan tangguh dalam menghadapi tekanan global. "Struktur ekonomi Banten sudah kuat, tapi ke depan kita perlu memperluas basis pertumbuhan agar lebih inklusif serta merata," pungkas dia.
Kembangkan Kedelai Migo
Gubernur Banten Andra Soni memperluas pengembangan dan distribusi kedelai varietas Migo guna memperkuat ketahanan pangan di daerah itu. Program ini diharapkan tidak hanya memperkuat suplai protein dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG), tetapi juga mengurangi ketergantungan terhadap pasokan kedelai dari luar daerah.
âDengan kita bisa memproduksi kedelai sendiri maka suplai kebutuhan protein dalam menunjang Program MBG akan semakin kuat,â ujar Andra Soni dalam keterangannya di Kota Serang, Banten, Selasa. Andra menyebutkan selama ini kebutuhan kedelai di Banten masih mengandalkan pasokan dari daerah lain. Padahal, wilayah Banten memiliki banyak lahan potensial yang bisa dimanfaatkan untuk pertanian kedelai.
Ia menilai upaya tersebut penting dilakukan agar Banten tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga produsen komoditas pangan strategis. Selain untuk mendukung MBG, Andra menekankan bahwa kedelai memiliki nilai tambah tinggi karena banyaknya produk turunan yang bisa dihasilkan, seperti tahu, tempe dan susu kedelai. Produk-produk itu dapat dimasukkan ke dalam menu gizi seimbang bagi anak sekolah di Banten.
Gubernur juga menyambut baik rencana pengembangan kedelai Migo yang dikembangkan oleh tim ahli dengan metode tanam dan pemupukan berbasis teknologi. âSelain bisa mempercepat masa panen, kualitas kedelainya pun akan sangat baik karena metode tanamnya dikontrol betul,â katanya. Ahli pertanian dan pengembang varietas kedelai Migo, Ali Zum Mashar menjelaskan bahwa lahan di Banten cocok untuk varietas tersebut.
Menurut dia, kedelai Migo telah terbukti menunjukkan produktivitas tinggi bahkan melampaui rata-rata produksi kedelai di Amerika Serikat. âKita di Cinangka, Kabupaten Serang, sudah mengembangkan itu, dan sepertinya perlu dikembangkan lebih besar lagi agar ketahanan pangan kita bisa semakin kuat,â ujarnya. Kepala Dinas Pertanian Banten Agus Tauchid memastikan pihaknya akan menindaklanjuti arahan Gubernur.
Bersama Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Wawan Gunawan, pihaknya akan memetakan lahan potensial serta menguji efektivitas metode tanam berbasis teknologi. âIni merupakan awal yang baik. Mudah-mudahan dengan pengembangan kedelai ini, ketahanan pangan di Provinsi Banten akan semakin kuat,â katanya.
Agus menambahkan sejauh ini dua wilayah yang dianggap paling potensial untuk dikembangkan adalah Kabupaten Lebak dan Kabupaten Pandeglang. Lahan milik Perhutani akan menjadi salah satu opsi untuk uji coba tanam. âDalam waktu dekat kita akan meninjau lokasi yang bisa dijadikan untuk pertanian kedelai,â ujarnya.
- Banten
- Pertumbuhan Ekonomi
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Aloysius Widiyatmaka
Berita Terkait:
-
KAI Prediksi Puncak Arus Mudik Lebaran 2026 di Daop 7 Madiun Terjadi 18 Maret
-
Indonesia Kontra Malaysia, Ubed Turun Pertama, Ginting Ketiga
-
BMKG Ingatkan Nelayan Waspadai Gelombang Tinggi di Perairan Sumut hingga 19–22 April
-
WALHI Kalbar Temukan 1.316 Titik Panas Karhutla di Lahan Gambut Sepanjang Februari 2026
-
Hari MRT 2026: Tarif Naik MRT Jakarta Hanya Rp243 pada 24 Maret
-
Alumni Penerima Beasiswa LPDP Tak Bangga Jadi Orang Indonesia, Kemenkeu Harap untuk Hormati Rakyat Indonesia karena Itu Uang Rakyat
-
Bazar Ramadan Lebak Bulus: Upaya Pemprov DKI Majukan UMKM
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.