Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Krisis Kemanusiaan Sudan, IOM Desak Dunia Internasional Bantu Warga Sipil

📅 Selasa, 11 Nov 2025, 09:05 WIB | Oleh:
Krisis Kemanusiaan Sudan, IOM Desak Dunia Internasional Bantu Warga Sipil Doc: ANTARA
Ket. Orang-orang yang mengungsi duduk di bawah tenda yang terbuat dari kayu dan kain di Tawila, Darfur Utara, Sudan, Jumat (8/8/2025).

KHARTOUM - Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) pada Senin (10/11) meminta tindakan mendesak untuk membantu jutaan warga sipil yang terdampak perang antara angkatan bersenjata Sudan dengan pasukan paramiliter Rapid Support Forces (RSF).

Direktur IOM Amy Pope tiba di Sudan pada Senin untuk meninjau bantuan kemanusiaan di negara yang sedang berpegang tersebut dan meminta dunia internasional untuk bergerak cepat membantu jutaan warga sipil yang dilanda krisis.

"Lebih dari 30 juta orang membutuhkan bantuan. Hampir 10 juta mengungsi di dalam negeri, kata Pope di akun media sosial X.

Sejak 15 April 2023, militer Sudan dan RSF terlibat dalam perang yang gagal diakhiri oleh mediasi regional maupun internasional. Konflik ini telah menewaskan ribuan orang dan membuat jutaan lainnya mengungsi.

Situasi memburuk akhir bulan lalu ketika RSF merebut El-Fasher, ibu kota negara bagian Darfur Utara, dan melakukan pembantaian berbasis etnis, menurut organisasi lokal dan internasional.

Sementara itu, Unit Gawat Darurat Tawila di Darfur Utara, sebuah komite bantuan lokal, mengatakan bahwa kebakaran terjadi di sebelah timur kamp Dali, menghancurkan barang-barang milik warga sipil yang mengungsi.

Komite tersebut mengimbau organisasi-organisasi kemanusiaan untuk segera turun tangan guna membantu keluarga-keluarga yang terdampak.

Dengan jatuhnya El-Fasher, RSF menguasai kelima negara bagian Darfur di barat, dari 18 negara bagian Sudan, sementara tentara menguasai sebagian besar wilayah dari 13 negara bagian yang tersisa di selatan, utara, timur, dan tengah, termasuk ibu kota Khartoum.

Darfur mencakup sekitar seperlima wilayah Sudan, tetapi sebagian besar dari 50 juta penduduk negara tersebut tinggal di wilayah yang dikuasai militer.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Daerah
Pemkot Bandung Tertibkan 20...

Dinkes Tangerang Waspadai Influenza Tipe A pada Anak

29 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Megapolitan
Dinkes Tangerang Waspadai I...

Pemkot Tangerang Perkuat Ekosistem Olahraga

34 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Megapolitan
Pemkot Tangerang Perkuat Ek...
Advertisement
Presiden Prabowo Bakal Reshuffle Kabinet Besar-besaran

Presiden Prabowo Bakal Reshuffle Kabinet Besar-besaran

01 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.