Bantul Buka Lahan 123 Hektare di Lima Kecamatan untuk Kembangkan Komoditi Perkebunan secara Besar-besaran
Senin, 10 Nov 2025, 15:35 WIBBANTUL - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) akan membuka lahan seluas 123 hektare untuk mengembangkan komoditi tanaman perkebunan di lima kapanewon atau kecamatan di daerah tersebut.
"Kita sudah punya 'deal' (sepakat) sama Kementan (Kementerian Pertanian) akan membuka lahan untuk komoditi perkebunan itu besar-besaran," kata Bupati Bantul Abdul Halim Muslih usai menghadiri rapat Evaluasi Progres Pembangunan Pertanian di Bantul, Senin (10/11).
Menurut dia, lahan seluas 123 hektare untuk pengembangan komoditi perkebunan tersebut akan dibuka di wilayah kapanewon Imogiri, Dlingo, Pleret, Piyungan dan Pundong.
"Itu untuk optimalisasi pemanfaatan lahan pekarangan. Jadi, jangan sampai ada yang menganggur, lahan Bantul ini kita manfaatkan seoptimal mungkin untuk menghasilkan pendapatan," katanya.
Dalam memilih lokasi lahan untuk perkebunan tersebut, kata dia, nantinya akan dilakukan langkah pengukuran pH atau tingkat keasaman tanah, untuk mengetahui komoditas perkebunan apa yang cocok pada lahan tersebut.
"Maka ini kita hadirkan dari pakar UGM untuk memberikan saran berdasarkan riset yang dilakukan jadi kampus itu kita libatkan, untuk memastikan upaya yang kita lakukan itu efektif karena dilandasi oleh ilmu," katanya.
Menurut dia, pengembangan lahan perkebunan tersebut sejalan dengan program Presiden yang menginstruksikan kepada seluruh daerah yang potensial pertanian untuk mengembalikan pertanian sebagai soko guru ekonomi Indonesia.
"Karena Indonesia di zaman dulu adalah negara agraris, kita dikaruniai alam, tanah, cuaca iklim yang cocok dengan pertanian, maka itu jangan ditinggalkan, meninggalkan itu sama saja kita bunuh diri, karena Tuhan menciptakan Indonesia itu sejak zaman dulu itu memang sebagai negara agraris," katanya.
Dengan demikian, kata dia, berangkat dari kesadaran tersebut, pemerintah melalui Kementerian Pertanian dan pemerintah daerah ini memiliki target pertumbuhan sektor pertanian yang sangat besar.
"Sektor pertanian di Bantul ini coba kita kembangkan tidak bertumpu pada satu dua komoditi saja, sekarang kita merambah ke komoditi perkebunan, kakau, kelapa kopyor, kelapa genjah, mete, alpukat itu komoditi perkebunan yang coba kita kembangkan," katanya.
- Bantul
- Buka Lahan
- Komoditi Perkebunan
Redaktur: Sriyono
Penulis: Sriyono
Berita Terkait:
-
Menko Airlangga Usulkan Target Kredit UMKM Naik Jadi Rp2.000 Triliun
-
Pemprov DKI Boyong 23 UMKM Binaan ke Pameran CISMEF 2026 di Guangzhou Tiongkok
-
Kementan Gandeng Petani dan Pemda Stabilkan Pasokan Bawang Merah Menjelang Idul Adha
-
Lolos ke Babak 16 Besar, Fajar/Fikri Tak Ingin Terbebani Status Juara Bertahan di China Open 2026
-
Pemkab Garut Kerahkan Seluruh Jajaran Selamatkan Tanaman Pangan dari Kekeringan.
-
Terindikasi Main Judi Online, Nyaris 1,5 Juta Penerima Bansos Ditahan Bantuannya
-
Resmi Dibuka! Jalur Kelok 23 Bantul–Gunungkidul Uji Coba 7 Hari Mulai Hari Ini
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.