Tayang 13 November, Film Sampai Titik Terakhirmu Kisah tentang Kekuatan Cinta Melawan Kanker
Minggu, 09 Nov 2025, 08:00 WIBJAKARTA - Cara cinta membuktikan kekuatannya saat menghadapi ujian yang datang dalam kenyataan pahit melawan kanker yang tak pernah terbayangkan diangkat dalam film âSampai Titik Terakhirmuâ.
Film garapan sutradara Dinna Jasanti yang dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 13 November 2025 itu bukan hanya sekedar menyajikan drama romantis, melainkan sebuah refleksi tentang cinta tanpa batas yang menjadi kekuatan dalam melawan kanker.
Di produksi oleh LYTO Pictures, film âSampai Titik Terakhirmuâ diangkat dari kisah nyata perjuangan cinta Albi Dwizky dan mendiang Shella Selpi Lizah yang viral di media sosial.
Pada film âSampai Titik Terakhirmuâ awalnya penonton disuguhkan dengan Albi (Arbani Yasiz) seorang perantau yang bertemu secara tidak sengaja dengan Shella (Mawar Eva de Jongh), seorang yang ceria dan aktif sebagai atlet sepak bola sekaligus kreator konten.
Pertemuan mereka yang sederhana dengan cepat bersemi menjadi jalinan cinta dan romansa mereka yang apa adanya, dilengkapi dengan dukungan penuh dari keluarga masing-masing yang sudah merestui.
Namun, kebahagiaan itu harus dihantam oleh kenyataan yang tak pernah diharapkan, ketika Shella divonis menderita kanker ovarium menjadi titik balik cerita. Albi yang memilih untuk tetap setia walau mungkin menyisakan konsekuensi luka.
Dari sini, penonton tidak hanya disuguhkan adegan-adegan yang menguras air mata, tetapi juga momen-momen penuh kehangatan. Jatuh bangun, tangis tawa, semua mereka lalui, sampai tidak ada lagi yang tersisa selain cinta.
Suguhan kedekatan emosional dengan Shella dengan keluarganya menghadirkan kehangatan cinta, Erna sebagai ibu Shella (Unique Priscilla) dan Didi ayah Shella (Kiki Narendra) menampilkan sosok orang tua yang gigih, tegas, dan penuh kasih sayang.
Serta perhatian dari hubungan adik-adiknya Shella (diperankan Yasamin Jasem dan Shakeel Fauzi) menunjukkan perjuangan realistis mereka sebagai bagian dari sistem pendukung bagi penderita kanker.
Kesuksesan film ini dalam mengangkat cerita ini tidak lepas dari akting para pemainnya, terutama chemistry yang dihadirkan Arbani Yazis dan Mawar de Jongh berhasil membangun emosional yang hangat dan terasa begitu nyata.
Arbani menampilkan sosok Albi yang cintanya begitu tulus, terlihat dari tatapan mata dan gestur-gestur kecil yang penuh makna. Sementara Mawar de Jongh dengan sangat berani dan rapuh memerankan penderitaan fisik dan emosional Shella.
Film ini juga menyuguhkan komedi ringan tetangga yang suka bergosip melalui kehadiran TJ Ruth, Siti Fauziah, dan Onad memancing tawa menyeimbangkan momen-momen emosional.
Film "Sampai Titik Terakhirmu" menjadi pengingat bahwa ketulusan adalah bahasa cinta yang paling universal. Dengan kebersamaan, sekecil apa pun momennya, meninggalkan kesan keindahan cinta tanpa batas yang ditawarkannya.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara, Lili Lestari
Berita Terkait:
-
Tayang Tahun Depan, Film "Berbagi Suami 2.0" Kembali Bertabur Bintang
-
Jakarta Terima Hadiah Ultah Mencapai Rp22,2 Triliun
-
Sinner Merasa Lebih Siap Hadapi Wimbledon, Waspadai Cuaca Panas
-
Film Indonesia Berhasil Curi Perhatian di Festival Film Internasional Shanghai, Tiket Nonton Ludes Terjual!
-
Kejari Bogor Tetapkan Tersangka Korupsi Proyek Rumah Sakit Rp93 Miliar
-
Sukses di Mancanegara, Film "Solata" Kembali ke Indonesia, Kisahkan Realitas Pendidikan di Tana Toraja
-
Kereta Listrik KAI Group Angkut 166,15 Juta Orang
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.