Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pakar ITB Ingatkan Pemilik Mobil Rutin Periksa Komponen Kendaraan saat Musim Hujan

📅 Minggu, 09 Nov 2025, 10:35 WIB | Oleh:
Pakar ITB Ingatkan Pemilik Mobil Rutin Periksa Komponen Kendaraan saat Musim Hujan Doc: Antara

JAKARTA - Pakar otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Martinus Pasaribu, menekankan pentingnya pemeriksaan rutin terhadap sejumlah komponen mobil untuk menjaga keamanan selama musim hujan. Menurutnya, beberapa bagian kendaraan rentan mengalami kerusakan akibat paparan air dan kelembapan yang tinggi.

“Pastikan rem tidak aus dan selalu dalam kondisi kering,” ujar Yannes, dilansir dari Antara. Ia menambahkan, rem yang lembap atau basah dapat menurunkan daya cengkeram sehingga berisiko menyebabkan kecelakaan.

Yannes menyarankan pemilik kendaraan untuk segera mencuci serta mengeringkan bagian bawah mobil setelah melewati genangan air. Langkah ini diperlukan untuk mencegah karat serta kerusakan pada sistem pengereman. Selain rem, ia menyoroti pentingnya memeriksa kondisi knalpot dan filter udara secara berkala.

“Filter udara yang basah membuat proses pembakaran tidak sempurna, sedangkan knalpot yang kemasukan air bisa menimbulkan tekanan balik dan merusak sistem pembuangan,” jelasnya.

Selain itu, sistem kelistrikan mobil juga harus mendapat perhatian khusus. Komponen seperti baterai (aki), kabel, dan konektor listrik sangat rentan terhadap kelembapan. Air yang masuk dapat menyebabkan korsleting bahkan kerusakan pada Electronic Control Unit (ECU), yang berperan vital dalam sistem pengendalian kendaraan.

Segel pintu atau seal juga perlu diperiksa. Kerusakan pada seal dapat mempercepat proses korosi dan memungkinkan air masuk ke kabin atau ruang mesin. “Seal dan baterai accu perlu dicek secara rutin, karena sangat rawan rusak saat musim hujan,” ujar Yannes.

Lebih lanjut, Yannes mengingatkan agar pengemudi tidak menyalakan mesin mobil yang terendam banjir. “Jangan coba-coba menghidupkan mesin saat kendaraan terendam,” katanya. Ia menjelaskan, tindakan tersebut dapat memicu water hammer, yaitu masuknya air ke ruang bakar, yang dapat merusak piston, stang seher, hingga blok mesin.

Selain itu, risiko korsleting juga meningkat saat sistem kelistrikan basah. Jika oli tercampur air, daya pelumasnya akan berkurang drastis sehingga mempercepat kerusakan pada komponen internal. “Menyalakan mesin justru memperparah kerusakan internal kendaraan,” ujarnya.

Yannes menyarankan agar setelah mobil dikeringkan, pemilik kendaraan tidak langsung menyalakan mesin. Oli dan filter sebaiknya diganti terlebih dahulu apabila sudah terkontaminasi air. Ia menegaskan bahwa pemeriksaan rutin selama musim hujan dapat memperpanjang usia kendaraan serta menekan risiko kerusakan serius.

Selain itu, pengemudi disarankan memarkir kendaraan di area yang aman dari genangan air untuk mencegah kerusakan akibat banjir. Dengan perawatan yang tepat, mobil akan tetap berfungsi optimal meski menghadapi kondisi cuaca ekstrem.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...

BMKG Ungkap Bali Sudah 123 Hari Tanpa Hujan

1.5 jam yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BMKG Ungkap Bali Sudah 123 ...
Advertisement
Terkait Meninggalnya Taruna, Politeknik Pelayaran Malahayati Lakukan Penelusuran Internal dan Siap Dukung Proses Penyelidikan 

Terkait Meninggalnya Taruna, Politeknik Pelayaran Malahayati Lakukan Penelusuran Internal dan Siap Dukung Proses Penyelidikan 

29 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.