Pabrik Petrokimia Raksasa Lotte di Cilegon Resmi Beroperasi, Indonesia Hemat Impor Rp 22 Triliun per Tahun
Minggu, 09 Nov 2025, 18:30 WIBJAKARTA - Indonesia resmi memiliki kompleks petrokimia terintegrasi terbesar di Asia Tenggara setelah Presiden Prabowo Subianto meresmikan pabrik milik Lotte Chemical Indonesia (LCI) di Cilegon, Banten. Pemerintah memperkirakan fasilitas senilai USD 3,9 miliar itu akan menghemat impor petrokimia hingga USD 1,4 miliar atau sekitar Rp 22 triliun setiap tahun.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyebut pabrik tersebut menjadi tonggak penting dalam agenda industrialisasi nasional. Ia menegaskan proyek ini menunjukkan bahwa hilirisasi Indonesia kini tak hanya fokus pada sektor mineral dan batu bara, tetapi juga merambah industri berbasis minyak dan gas.
"Dengan beroperasinya pabrik ini, kita tidak lagi terlalu bergantung pada impor bahan baku petrokimia," kata Bahlil dalam keterangan resmi, Sabtu (8/11).
Pabrik LCI dibangun di atas lahan luas di kawasan industri Cilegon dengan proses konstruksi yang memakan waktu lebih dari lima tahun. Proses itu mencakup tahap persiapan lahan, perizinan, hingga rekayasa teknik berskala penuh untuk menghasilkan fasilitas berstandar global.
Menurut data perusahaan, kompleks petrokimia ini mampu mengolah hingga 3.200 kiloton per tahun (KTA) bahan baku naphta, di mana separuhnya dapat digantikan dengan gas cair LPG. Dari pengolahan tersebut, pabrik memproduksi berbagai bahan kimia hulu seperti etilena, propilena, mixed C4, bensin pirolisis, minyak pirolisis, dan hidrogen.
Untuk produk hilirnya, fasilitas ini menghasilkan high-density polyethylene (HDPE) sebesar 250 KTA, linear low-density polyethylene (LLDPE) sebanyak 200 KTA, polypropylene (PP) sebesar 350 KTA, serta butadiene, raffinate, dan senyawa aromatik seperti benzena, toluena, dan xilena (BTX) dengan total 400 KTA.
Bahlil menjelaskan nilai ekonomi dari seluruh produk hilir tersebut diperkirakan mencapai USD 2 miliar per tahun. Ia menambahkan, produksi dari pabrik ini akan menjadi bahan baku penting bagi berbagai sektor industri nasional yang selama ini masih bergantung pada impor.
"Sekitar 70 persen dari total produksi akan diserap pasar domestik, sementara 30 persen sisanya akan diekspor," ujar Bahlil.
Produk-produk petrokimia tersebut akan menjadi tulang punggung bagi industri plastik, otomotif, kabel, peralatan medis, karet, pestisida, hingga cat. Pemerintah berharap kehadiran pabrik ini dapat memperkuat rantai pasok nasional sekaligus menumbuhkan ekosistem industri berbasis bahan baku dalam negeri.
Selain memperkuat ketahanan industri nasional, keberadaan pabrik ini juga diperkirakan akan mengurangi tekanan terhadap neraca perdagangan Indonesia. Dengan menurunnya kebutuhan impor petrokimia, devisa negara dapat lebih terjaga dan digunakan untuk sektor produktif lainnya.
"Proyek ini menjadi contoh nyata kolaborasi antara investasi asing dengan kepentingan nasional. Nilai tambahnya bukan hanya untuk industri, tapi juga untuk perekonomian nasional secara keseluruhan," tutur Bahlil.
Kompleks LCI disebut-sebut sebagai investasi industri petrokimia terbesar di Indonesia dalam satu dekade terakhir. Selain memberikan dampak ekonomi langsung, keberadaan pabrik ini juga membuka ribuan lapangan kerja baru selama masa konstruksi maupun operasional.
Dengan kapasitas produksi yang besar, Indonesia kini berpeluang menjadi pemain penting di pasar petrokimia regional. Pemerintah berharap proyek serupa dapat terus dikembangkan agar industri dalam negeri makin mandiri dan berdaya saing di tingkat global.
- migas
- Petrokimia
- ESDM
- Menteri Bahlil
- minyak dan gas (migas)
- Lotte Chemical Indonesia
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
Liga Italia, Bologna Atasi Napoli
-
City Belum Menyerah, Masih Mau Mengejar Juara
-
Rampungkan Streamlining 31 Entitas, Pertamina Perkuat Ketahanan Energi, Tata Kelola dan Pelayanan Publik
-
Empat Pekerja Proyek Tewas, Polisi Periksa Mandor dan Pemilik Gedung
-
Kejar Zero Accident, PDC Bekali 54 Pengemudi Ilmu Defensive Driving
-
Dihantam Dumping China, Industri Petrokimia RI Terancam: Pemerintah Diminta Percepat Beri Perlindungan
-
Iqro’ Lahir Baru agar Tetap Menarik
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.