Tangani Serius, 266 Desa Aceh Timur Sangat Rawan Diterjang Banjir

Jumat, 07 Nov 2025, 18:47 WIB

ACEH TIMUR – Kondisi ini sangat memprihatinkan, perlu penanganan serius agar desa-desa bebas banjir. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Timur menyebutkan sebanyak 266 desa atau gampong di kabupaten itu merupakan wilayah rawan banjir jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi.

"Ada sebanyak 266 gampong di Kabupaten Aceh Timur rawan banjir saat hujan lebat atau intensitas tinggi dan dalam waktu lama," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Aceh Timur Ashadi di Aceh Timur, Jumat.

Ket. Foto: banjir — Sumber: ist

Oleh karena itu, Ashadi mengingatkan masyarakat Kabupaten Aceh Timur khususnya di daerah pedalaman ataupun rumah dekat sungai untuk selalu waspada jika bencana tersebut sewaktu-waktu terjadi. Apalagi kini sudah masuk musim penghujan.

"Kami ingatkan masyarakat, terutama di daerah aliran sungai lebih berhati-hati karena luapan sungai dapat terjadi sewaktu-waktu. Jika banjir terjadi, segera informasikan," katanya.

Ashadi mengatakan pihaknya juga menyiapkan dan menyiagakan personel dan mempersiapkan sejumlah kebutuhan jika terjadi bencana seperti tenda pengungsi, perahu karet.

Sementara itu, untuk mengantisipasi dan deteksi dini bencana, personel Polsek Simpang Jernih, Polres Aceh Timur, berpatroli di daerah rawan banjir, di antaranya Daerah Aliran Sungai (DAS Simpang Jernih.

Patroli ini difokuskan pada pemantauan wilayah rawan banjir, mengingat perubahan cuaca yang mulai tidak menentu di wilayah pedalaman Kabupaten Aceh Timur.

Kapolsek Simpang Jernih Ipda Safwadinur mengatakan patroli merupakan langkah preventif kepolisian dalam memantau wilayah rawan bencana alam, khususnya di sekitar aliran sungai yang berpotensi meluap saat intensitas hujan tinggi.

"Ada sejumlah desa rawan banjir di wilayah Kecamatan Simpang Jernih di antaranya Desa Batu Sumbang, Desa Pante Kera, dan Desa Simpang Jernih," katanya.

Kapolsek menyebutkan sejumlah desa tersebut sering terjadi genangan air bahkan sampai banjir akibat sungai meluap jika hujan lebat dan dalam waktu cukup lama.

"Kami juga memerintahkan personel, termasuk Bhabinkamtibmas agar selalu monitor daerah-daerah tersebut dan berkoordinasi dengan para perangkat desa yang daerahnya tergolong daerah rawan bencana atau banjir," kata Safwadinur.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

Berita Terbaru

Bantu Korban Gempa NTT, Polda Bali Kirim Lima Truk Berisi Kebutuhan Warga

Seru, Komplek TNI AU Waringin Permai Laksanakan Upacara Bendera, Perlombaan Olahraga hingga Panggung Hiburan

Rektor UI: Masih Banyak PR Pendidikan yang Harus Diselesaikan

Pemerintah Kabupaten Tangerang Siap Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Bencana NTT

Program Pendidikan Gratis Papua Tengah Jangkau 64.000 Pelajar dan Mahasiswa

Gempa Flores, Polda NTT Berangkatkan 125 Personel Bantu Penanganan

Hayooo Tebak, Siapa Menang Duel Janice dan Mirra Andreeva di Cincinnati?

Terkendala Lahan, Kodim Banyumas Sebut 182 dari Target 331 Gerai Kopdes Merah Putih Telah Selesai Dibangun

Kodim 0701/Banyumas Sebut 182 Gerai KDKMP Telah Dibangun

Gunakan Kain Songket dan Ronce saat Peringatan HUT Ke-81 RI, Presiden Prabowo Dinilai Bawa Identitas dan Budaya RI

Persiapan Asian Games, Voli Putra Pemanasan di Kamboja

BPBD Menyebut Asap Karhutla di Jambi Berkurang Dampak Turun Hujan

20.500 Narapidana di Jabar Dapatkan Remisi HUT RI

Lestarikan Budaya Lokal, Pemkot Sorong Susun Konsep Penerapan Bahasa Moi di Sekolah

Pangdam XVII/Cenderawasih: Perayaan HUT Ke-81 RI di Papua Berlangsung Aman

Momentum Bersejarah, 73 siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi di Pontianak Ikuti Upacara Perdana Peringatan HUT Ke-81 RI

Pemprov Jambi Luncurkan Program Pemutihan Pajak di HUT Ke-81 Kemerdekaan RI

Program Zero Waste to Money Banyumas Mulai Menampakkan Hasil

Bupati Banyumas Pastikan Bus Trans Banyumas Tetap Beroperasi

Praktik Digitalisasi akan Dimanfaatkan Kalbar untuk Mengembangkan Ekonomi Kreatif

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.