Pemprov Klaim Siap Sambut Banjir Rob 7-10 November

Jumat, 07 Nov 2025, 03:40 WIB

JAKARTA – Warga Jakarta perlu mencatat janji Pemprov Jakarta yang mengeklaim diri siap menyambut banjir rob. Jika terjadi rob dan tak mampu mengatasi, maka warga perlu mempertanyakan klaim kesiapan tersebut. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta telah menyiapkan antisipasi untuk menghadapi banjir rob.

“BPBD Jakarta telah mengaktifkan protokol standar penanganan bencana rob. Ini termasuk kesiapan pengungsian jika genangan air melebihi 50 cm atau mengancam keselamatan,” kata Staf Khusus Gubernur Jakarta Bidang Komunikasi Sosial, Chico Hakim, Rabu (6/11).

Ket. Foto: — Sumber: AFP/ADITYA AJI

Chico menyatakan, potensi banjir rob akibat kenaikan air laut diperkirakan terjadi pada tanggal 5-10 November 2025. Kendati demikian, tanggal 5 November belum ada kebutuhan evakuasi massal karena rob masih dalam tahap potensial. Chico memaparkan sebanyak 257 lokasi pengungsian tersebar di Jakarta Utara dan Jakarta Timur. Lokasi disiapkan dengan kapasitas 39.600 orang, termasuk gedung serbaguna dan sekolah.

Prioritasnya  untuk warga rentan di 11 kelurahan rawan seperti kelurahan Kamal Muara dan Kapuk Muara. Jika diperlukan, pengungsian akan dimulai 24 jam sebelum puncak rob (6 November) dengan transportasi gratis via bus Transjakarta. Pemerintah Provinsi Jakarta juga menyiapkan 200 unit toilet portabel di titik pengungsian dan posko BPBD. Toilet dilengkapi sanitasi darurat (air bersih dan disinfektan).

“Ini bagian dari paket logistik bencana yang mencakup makanan siap saji dan obat-obatan. Kami bekerja sama dengan Dinas Kesehatan,” kata Chico. Sebelumnya, Gubernur Jakarta Pramono Anung Wibowo juga telah mengingatkan adanya potensi banjir rob yang akan melanda Jakarta pada awal November.

Pramono menjelaskan, Dinas Sumber Daya Air menyiagakan sebanyak 600 pompa. Selain itu, Pemprov juga melanjutkan program normalisasi Kali Krukut dan Ciliwung untuk memperkuat sistem pengendalian banjir di Jakarta Selatan. Pemerintah Provinsi Jakarta telah menyiapkan berbagai antisipasi untuk menghadapi banjir rob yang diprakirakan terjadi 5-10 November.

Komprehensif

Staf Khusus Gubernur Jakarta Bidang Komunikasi Sosial, Chico Hakim, menambahkan, Pemprov Jakarta telah menyiapkan strategi komprehensif untuk mengantisipasi banjir rob dengan fokus pada pencegahan, mitigasi dan respon cepat. “Untuk penyiagaan personel dan peralatan, Dinas SDA telah mengerahkan Pasukan Biru sebagai tim tanggap darurat secara penuh,” tambah Chico .

Penyiagaan personel difokuskan di tujuh wilayah rawan utama. Ketujuhnya adalah Tanjungan, Muara Angke, Muara Baru, Pasar Ikan, Ancol Marina Bay Jakarta International Stadium (JIS), Tanjung Priok, Kali Baru, dan Marunda. Kemudian, 560 unit pompa permanen (stasioner) siaga operasional di 11 kelurahan wilayah pesisir. Ini termasuk Kamal Muara, Kapuk Muara, Penjaringan, Pluit dan Ancol dengan kapasitas total 1,2 juta liter per menit.

Sebanyak 50 unit pompa portable (mobile) juga dikerahkan untuk drainase darurat. Saat ini, 95 persen pompa dalam kondisi prima setelah perawatan (maintenance) Oktober. Saluran drainase utama di pesisir juga telah dikeruk sepanjang 15 kilometer sejak 22 Oktober yang menghasilkan 1.500 karung lumpur. Namun, drainase di Marunda dan Kali Baru masih rentan tersumbat akibat sedimentasi. Maka, tim rutin memantau dengan pesawat nirawak (drone).

Secara keseluruhan, efektivitas drainase mencapai 85 persen dengan target peningkatan melalui sistem polder tertutup. Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) juga dilakukan untuk mengurangi potensi hujan ekstrem yang memperparah rob. Pemprov Jakarta menggelar modifikasi cuaca 5-10 November. Untuk ini bekerja sama dengan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) serta TNI Angkatan Udara (AU). “Hal ini bertujuan menurunkan intensitas hujan di Jakarta utara,” tutur Chico. wid/Ant/G-1

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.