Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

KKP Berhasil Tambah 35 Perusahaan Ekspor Produk Perikanan ke Vietnam

📅 Jumat, 07 Nov 2025, 11:40 WIB | Oleh: Tim Redaksi
 KKP Berhasil Tambah 35 Perusahaan Ekspor Produk Perikanan ke Vietnam Doc: istimewa
Ket. Inspektur Mutu KKP (berseragam putih) sedang melaksanakan salah satu kegiatan official control yaitu inspeksi penerapan HACCP untuk memenuhi persyaratan negara tujuan di salah satu perusahaan pengekspor produk perikanan di Bengkulu baru - baru ini

JAKARTA- Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berhasil menambah jumlah usaha unit pengolahan ikan (UPI) yang dapat melakukan ekspor produk perikanan di Vietnam. Penambahan eksportir perikanan ke negara tetangga menjadi bukti berjalannya program quality assurance dari hulu - hilir.

“Kami melaksanakan kegiatan quality assurance dengan mengacu pada aturan internasional mulai dari hulu - hilir, serta menjalin perjanjian kerjasama bilateral kesetaraan sistem (harmonisasi) sebagai bagian dari diplomasi perikanan KKP,” ujar Kepala Badan Mutu KKP Ishartini di Jakarta, Jumat (7/11).

Penambahan akses pasar ini adalah hasil dari perjanjian bilateral Kesetaraan Sistem Mutu Ikan dengan Vietnam. Dari penambahan itu, Indonesia berpotensi menambah volume dan diversifikasi jenis ikan yang dapat diekspor ke Vietnam.

"Otoritas kompeten Vietnam telah memberikan approval tambahan kepada sejumlah unit pengolahan ikan (UPI) yang diajukan oleh Badan Mutu KKP untuk bisa ekspor kesana dengan rincian sebanyak 35 UPI,” jelasnya.

Berdasarkan informasi dari otoritas kompeten Vietnam, maka daftar UPI yang berhasil lolos mendapatkan nomer registrasi izin ekspor ke Vietnam berjumlah 35 unit, diantaranya adalah PT. NISON INDONESIA, PT. SUN FISHER INDO, PT. SUMBER LAUT REJEKI, PT. NIRWANA SEGARA, PT. RAJA PANEN SUKSES, PT. DAN LAUT INDONESIA, PT. SEAFOOD NUSANTARA MAKMUR, PT. GLOBAL AGRIKALIS INDONESIA, PT. BALINUSA WINDUMAS dan PT. OKTA VIVA MAKMUR.

"Dari adanya penambahan UPI ekspor ke Vietnam, maka total jumlah perusahaan perikanan atau UPI ekspor ke Vietnam adalah 646 UPI telah teregistrasi", terang Ishartini.

Sebagai penutup, Ishartini menjelaskan bahwa saat ini ekspor perikanan Indonesia ke Vietnam meliputi 672 jenis produk perikanan dengan 10 besar berdasarkan volume ekspor adalah frozen squid, frozen whole round squid, frozen cuttle fish, frozen yellowfin tuna, frozen yellowfin tuna loin, dried gracilaria seaweed, frozen yellowfin tuna gill gutted, frozen squid whole round, frozen soft cuttle fish dan sea frozen cuttle fish. 

Sementara itu, volume total ekspor ke Vietnam sampai 2024 lalu mencapai lebih dari 100 ribu ton yang menjadikan neraca perdagangan perikanan kita dan Vietnam mengalami surplus dengan Vietnam yang mencatatkan volume ekspor ke Indonesia 6.934 ton.

Sebelumnya Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono dalam berbagai kesempatan menegaskan bahwa KKP adalah Competent Authority (CA) jaminan mutu dan keamanan hasil perikanan yang berwenang melaksanakan official control di sepanjang rantai produksi perikanan hulu - hilir serta menerbitkan Sertifikat Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (SMKHP/Health Certificate for Quality and Safety of Fish and Fishery Products) untuk pemenuhan persyaratan negara tujuan ekspor.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Hari Santri Nasional

52 menit yang lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

55 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

1 jam lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.