Itera dan ITB Terapkan Teknologi Pengering Kopi Berbasis Polymer Super Absorbent di Lampung Barat

Jumat, 07 Nov 2025, 11:50 WIB

JAKARTA - Tim dosen dan mahasiswa Institut Teknologi Sumatera (Itera), berkolaborasi dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) melaksanakan program pengabdian masyarakat (PkM). Kegiatan sendiri berlangsung pada pada hari Kamis (6/11) di pelataran rumah Gapoktan Mukti Tani, miliki Kendro Haryanto di Kecamatan Pagar Dewa, Kabupaten Lampung Barat.

Program yang diketuai oleh dosen biologi Itera, yaitu Dr. Hendry Wijayanti, S.Si., M.Sc., ini berupa penerapan teknologi tepat guna pengering kopi dan diversifikasi produk samping perkebunan kopi, dengan judul judul “Pengembangan Komoditas Kopi dan Perikanan Pekon Pagar Dewa Lampung Barat untuk Kemajuan Perekonomian dan Pengentasan Stunting.”

Ket. Foto: Kegiatan program pengabdian masyarakat (PkM) yang diadakan tim dosen dan mahasiswa Institut Teknologi Sumatera (Itera), berkolaborasi dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) di Kecamatan Pagar Dewa, Kabupaten Lampung Barat, yang diadakan pada hari Kamis (7/11). — Sumber: Itera

Kegiatan ini merupakan bagian dari program PkM yang mendapatkan pendanaan dari skema Program Kosabangsa, suatu program yang diselenggarakan oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, tahun pendanaan 2025

Sebanyak 40 orang yang merupakan petani kopi menjadi peserta program. Mereka cukup antusias dengan materi yang disampaikan. Selama sehari penuh, para petani diajak menyiapkan kopi yang berkualitas baik dengan pengeringan yang lebih efisien menggunakan Polymer Super Absorbent (PSA).

PSA atau polimer superabsorben adalah bahan sintetis atau alami yang memiliki kemampuan menyerap dan menahan air atau cairan dalam jumlah yang sangat besar dibandingkan beratnya sendiri. Biasanya, SAP mampu menyerap ratusan kali beratnya dalam air, membentuk gel yang stabil dan tidak mudah bocor.

Materi penerapan teknologi tersebut dibawakan oleh Ir. Akhmad Zainal Abidin, M.Sc., Ph.D. yang merupakan Ketua Pendamping dari ITB. Untuk melindungi karya cipta, teknologi pengeringan kopi tersebut telah dipatenkan dengan nomor permohonan P00202010402.

Hadir pada acara tersebut, Bupati Lampung Barat yang diwakili oleh Kepala Dinas Perkebunan Lampung Barat Yuda Setiawan,S.IP, Camat Pagar Dewa Mediansah, SKM, Pj. Peratin Pagar Dewa, Sunandar, Kepala Puskesmas Subagio dan Perawat Agus Sujoko, serta Bidan Desa, Yuli Asti, S.Keb.

Kepala Dinas Perkebunan Lampung Barat Yuda Setiawan, S.IP. saat membacakan sambutan Bapak Bupati mengungkapan terima kasih kepada Itera, ITB, dan seluruh petani yang telah hadir, serta berharap akan kolaborasi penuh dalam rangka peningkatan kualitas produk pertanian.

Ketua tim pelaksana, Dr. Hendry Wijayanti, S.Si., M.Sc., menjelaskan bahwa kegiatan PkM ini bertujuan untuk menerapkan teknologi yang telah dikembangkan di perguruan tinggi. Hendry menjelaskan bahwa pengeringan kopi awalnya bisa berminggu-minggu bahkan sebulan bila cuaca tidak menentu.

“Kami berharap kopi dari Lampung Barat yang merupakan penyumbang ekspor kedua di Indonesia dapat dikeringkan lebih efektif dan efisien, sehingga ekspornya lebih tinggi lagi dengan kopi yang lebih berkualitas” ujarnya melalui keterangan tertulis pada hari Jumat (7/11).

Selain itu, Kepala Gapoktan Mukti Tani, Kendro juga menyampaikan apresiasinya terhadap program ini. Menurutnya dibandingkan dengan cara konvensional program ini sangat baik karena petani kopi dapat menurunkan waktu  pengeringan.

“Program ini sangat baik untuk petani, karena dapat menurunkan waktu pengeringan. Tentunya program ini disambut sangat baik,” ungkapnya.

Hendry menerangkan, kegiatan PKM menjadi bentuk nyata pembelajaran lingkungan berbasis partisipatif dan berkelanjutan, serta penerapan teknologi tepat guna. Pengeringan dengan teknologi berbasis PSA sendiri merupakan prinsip penyerapan air.

Metode pengeringan tersebut bekerja dengan dua mode, yaitu mode operasi pengeringan bahan dan mode regenerasi PSA. Alat ini dapat digunakan untuk mengeringkan hasil pertanian, bahan obat-obatan, dan bahan makanan yang kandungan airnya sekitar 50% -80% dengan kisaran waktu operasi pengeringan 13 – 18 jam untuk mencapai kekeringan dengan kadar air 10%.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Haryo Brono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.