Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Digitalisasi Wisata Budaya, Andong Yogyakarta Resmi Terima QRIS

📅 Kamis, 06 Nov 2025, 14:30 WIB | Oleh:
Digitalisasi Wisata Budaya, Andong Yogyakarta Resmi Terima QRIS Doc: Dok. Pemkot Yogyakarta

YOGYAKARTA - Wisatawan yang ingin menikmati suasana Yogyakarta dengan menaiki andong kini mendapat kemudahan baru. Mulai Rabu (5/11/2025), layanan transportasi tradisional itu resmi menerima pembayaran digital melalui QRIS. Inovasi ini menjadi bagian dari program digitalisasi sektor pariwisata yang diluncurkan di Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) DIY.

Program tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kota Yogyakarta, Bank Indonesia, dan Bank BPD DIY. Tujuannya untuk memberikan kemudahan transaksi bagi wisatawan, sekaligus meningkatkan daya saing pariwisata daerah melalui sistem pembayaran yang cepat, aman, dan efisien.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Yogyakarta, Kadri Renggono, yang mewakili Wali Kota Yogyakarta, mengatakan bahwa andong merupakan simbol budaya yang menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas kota. “Kota Yogyakarta dikenal luas sebagai destinasi wisata budaya dengan kekayaan tradisi yang masih hidup hingga kini. Salah satunya adalah andong wisata, alat transportasi tradisional yang tidak hanya berfungsi sebagai sarana angkut, tetapi juga sebagai simbol keaslian dan kehangatan masyarakat Yogyakarta,” ujarnya.

Kadri menjelaskan, andong yang beroperasi di kawasan Malioboro, Keraton, hingga Alun-Alun Yogyakarta memiliki peran penting dalam menjaga citra kota budaya. Namun, selama ini para kusir masih bergantung pada transaksi tunai, sehingga menghadapi kendala dalam akses terhadap sistem keuangan modern.

“Selama ini, pembayaran andong masih didominasi tunai yang kurang efisien, rawan risiko, dan tidak mendukung pencatatan transaksi secara akurat,” jelasnya.

Dengan penerapan QRIS, para kusir kini dapat terhubung ke sistem pembayaran nasional. Langkah ini membuka akses mereka terhadap layanan perbankan serta meningkatkan profesionalisme dalam melayani wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia DIY, Sri Darmadi Sudibyo, menuturkan bahwa penerapan QRIS menjadi bagian dari upaya memperkuat inklusi keuangan, khususnya di sektor wisata tradisional. “Dengan QRIS, kusir andong terhindar dari uang palsu, tidak perlu menyiapkan uang kembalian, dan transaksi tercatat otomatis untuk membangun credit profile. Ini juga dapat membantu meningkatkan pendapatan para pelaku andong,” ujarnya.

Menurutnya, pencatatan digital membuka peluang baru bagi pelaku andong untuk mengakses pembiayaan usaha di masa depan. “Program digitalisasi ini diharapkan memberikan dampak ekonomi nyata bagi kusir andong, meningkatkan kualitas layanan wisata, sekaligus memperkuat Yogyakarta sebagai kota budaya yang mampu beradaptasi dalam era smart city,” tambahnya.

Salah satu kusir andong, Ismanto, menyambut positif inovasi tersebut. “Wisatawan sekarang banyak yang tidak bawa uang tunai. Dengan QRIS jadi lebih mudah, tidak bingung soal kembalian, dan kami juga merasa lebih aman,” kata Ismanto. Ia berharap sistem pembayaran digital ini dapat menarik lebih banyak wisatawan dan menjadikan layanan andong semakin modern tanpa meninggalkan nilai tradisi yang menjadi ciri khasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.