Tekan Angka Stunting dengan Mengkolaborasikan Tiga Pilar Kelurahan di Banjarmasin

Rabu, 05 Nov 2025, 22:55 WIB

 Banjarmasin - Pemerintah Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan mengkolaborasikan tiga pilar kelurahan, yakni lurah, Babinsa dan Babinkamtibmas untuk menekan angka kasus stunting.

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdakot Banjarmasin Machli Riyadi di Banjarmasin, Rabu menyampaikan, percepatan penurunan angka kasus stunting tidak bisa dibebankan hanya kepada Dinas Kesehatan.

Ket. Foto: emkot Banjarmasin melalui dinas kesehatan kota setempat melaksanakan kegiatan Optimalisasi Peran Tiga Pilar Kelurahan dalam Percepatan dan Penurunan Stunting di Aula Dinkes Kota Banjarmasin, Rabu (5/11/2025). — Sumber: Antara

Dia menyatakan, diperlukan kerja sama lintas sektor dan perubahan perilaku di tingkat masyarakat yang dimotori tiga pilar di kelurahan sebagai ujung tombak, yakni lurah, Babinsa dan Babinkamtibmas. 

"Keberhasilan baru akan tercapai jika ada kolaborasi dan komitmen kuat dari semua elemen, mulai dari kelurahan, Babinsa hingga Bhabinkamtibmas ini," ujarnya.

Menurut dia, pertemuan tiga pilar ini menjadi bukti keseriusan Pemerintah Kota Banjarmasin dalam menjalankan misi Wali Kota untuk mewujudkan Banjarmasin Maju Sejahtera, terutama terhadap misi pertama, yakni menciptakan generasi yang sehat, kuat dan berkarakter.

"Kita menargetkan peningkatan pencapaian hingga 70 persen melalui optimalisasi peran tiga pilar bersama masyarakat," ujarnya.

Namun, kata Machli, tantangan terbesar masih pada perilaku masyarakat yang belum sepenuhnya taat terhadap prinsip kesehatan.

"Misalnya pernikahan usia anak, ibu hamil yang enggan mengonsumsi tablet tambah darah, anak sekolah yang tidak rutin meminum vitamin, hingga pemberian ASI eksklusif yang belum optimal. Semua ini harus kita ubah bersama," ujarnya.

Machli menegaskan, perubahan perilaku menuju hidup sehat merupakan strategi penting dalam mencegah stunting jangka panjang.

“Tiga pilar (Lurah, Babinsa dan Bhabinkamtibmas, red) ini punya peran strategis untuk mendorong masyarakat mematuhi pola hidup sehat. Kita ingin lahir generasi Banjarmasin yang tidak hanya cerdas, tetapi juga kuat dan bebas stunting," katanya. 

“Stunting bukan hanya soal gizi, tapi juga soal kesadaran. Dengan gotong royong, kita bisa menciptakan generasi masa depan yang sehat dan berdaya saing," ujarnya lagi.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin Ramadhan menyatakan, keterlibatan seluruh unsur kelurahan di Banjarmasin bertujuan memperkuat sinergi lintas sektor dalam penurunan stunting yang pada 2024 masih di angka 26,5 persen.

"Kami ingin memastikan 52 kelurahan di kota ini berkomitmen menjalankan program penurunan stunting secara terintegrasi," katanya.

Ramadhan juga menegaskan bahwa Pemko Banjarmasin telah menyiapkan program pendukung, termasuk pemberian makanan tambahan bergizi yang bersumber dari APBD.

Selain itu, pemantauan dilakukan melalui dashboard stunting untuk memastikan data dan intervensi dapat terukur dan terpantau.

"Output yang kita harapkan adalah penurunan nyata angka stunting di Banjarmasin. Semua kelurahan harus mampu memantau dan menindaklanjuti kasus yang ada. Kami tidak ingin data hanya berhenti di atas kertas," jelasnya.

Melalui sinergi tiga pilar ini, pemerintahan kelurahan, aparat TNI dan kepolisian, Pemkot Banjarmasin ingin memastikan upaya penurunan stunting bukan sekadar kampanye sesaat, melainkan gerakan sosial yang melibatkan semua pihak.

“Melalui kolaborasi tiga pilar, kami harap dapat memperkuat intervensi di lapangan agar kasus stunting benar-benar menurun," demikian katanya.

  • stunting

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Antara, Ones

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.