Sepak Bola Malaysia Terguncang! Banding Pemain Naturalisasi Ditolak FIFA
Selasa, 04 Nov 2025, 18:45 WIBJAKARTA -Â Komite Banding FIFA resmi menolak seluruh banding yang diajukan Federasi Sepak Bola Malaysia dan tujuh pemain naturalisasi terkait dugaan pemalsuan dokumen. Dengan keputusan ini, sanksi denda dan larangan beraktivitas di dunia sepak bola yang dijatuhkan Komite Disiplin FIFA tetap berlaku penuh.
Dalam pernyataan resmi melalui situs Inside FIFA pada Senin, FIFA menyebut telah menganalisis seluruh berkas pembelaan serta menggelar sidang dengar pendapat sebelum mengambil keputusan akhir.
Komite Banding kemudian memutuskan untuk menolak seluruh banding dan menjatuhkan sanksi penuh yang sebelumnya diberikan oleh Komite Disiplin FIFA.
Berdasarkan keputusan tersebut, FAM dijatuhi denda sebesar 350.000 franc Swiss (CHF), atau sekitar Rp7,23 miliar.
Sementara itu, tujuh pemain yang terlibat, yakni Gabriel Felipe Arrocha, Facundo Tomas Garces, Rodrigo Julian Holgado, Imanol Javier Machuca, Joao Vitor Brandao Figueiredo, Jon Irazábal Iraurgui, dan Hector Alejandro Hevel Serrano, masing-masing dikenai denda sebesar 2.000 CHF (sekitar Rp41,3 juta).
Tak hanya itu, ketujuh pemain tersebut juga dijatuhi hukuman larangan beraktivitas dalam sepak bola selama 12 bulan, mencakup seluruh kegiatan yang berkaitan dengan olahraga tersebut di level nasional maupun internasional.
FIFA menegaskan bahwa FAM dan para pemain telah menerima pemberitahuan resmi atas keputusan ini.
Mereka memiliki waktu sepuluh hari untuk meminta salinan keputusan dengan alasan lengkap, dan setelah itu, pihak-pihak terkait diberi batas waktu 21 hari untuk mengajukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) bila masih ingin melanjutkan proses hukum.
Keputusan ini mempertegas sikap tegas FIFA terhadap segala bentuk pemalsuan dan manipulasi dokumen dalam dunia sepak bola profesional.
AFC Desak Malaysia
Sementara itu, Federasi Sepakbola Asia (AFC) meminta Federasi Sepak bola Malaysia (FAM) menyelesaikan kasus pemain naturalisasi timnas Malaysia sebelum 31 Maret 2026.
Permintaan ini muncul di tengah proses banding FAM terhadap sanksi FIFA terkait dugaan manipulasi dokumen tujuh pemain naturalisasi.
Sekretaris Jenderal AFC, Datuk Seri Windsor Paul John menegaskan bahwa pihaknya membutuhkan kejelasan hukum sebelum pengundian Piala Asia 2027.Â
âUntuk pengundian Piala Asia 2027, kami perlu tahu tim mana yang sah lolos dari grup Malaysia. Karena itu, kami berharap semuanya selesai sebelum 31 Maret 2026,â ujar Windsor, dikutip dari New Straits Times pada Jumat.
Sebelumnya, FIFA menjatuhkan sanksi berat kepada FAM setelah Malaysia dianggap menggunakan tujuh pemain naturalisasi ilegal.
Mereka adalah Hector Hevel, Gabriel Felipe Arrocha, Facundo Tomas Garces, Rodrigo Julian Holgado, Imanol Javier Machuca, Joao Vitor Brandao Figueiredo, dan Jon Irazabal Iraurgui.
Ketujuh pemain tersebut dijatuhi larangan beraktivitas di dunia sepak bola selama 12 bulan. Sementara FAM juga didenda 350 ribu Swiss Franc atau sekitar Rp7,3 miliar. FAM telah mengajukan banding atas keputusan itu, dengan hasilnya diperkirakan diumumkan FIFA pada Jumat (31/10).
Selain mengajukan banding ke FIFA, FAM juga berencana membawa kasus ini ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) demi memperjuangkan status pemain-pemain naturalisasinya.
Windsor menambahkan, AFC akan menunggu keputusan akhir dari FIFA atau CAS sebelum mengambil langkah lanjutan.
âBaik itu keputusan komite banding maupun CAS, kami akan menganggapnya final. Setelah itu, berkas kasus akan kami tinjau untuk menentukan langkah sesuai dampaknya terhadap pertandingan AFC,â katanya.
Saat ini, Malaysia memuncaki Grup F kualifikasi Piala Asia 2027 dengan koleksi 12 poin, hasil dari empat kemenangan beruntun. Harimau Malaya unggul atas Vietnam (9 poin), Laos (3 poin), dan Nepal (0 poin).
Langkah cepat FAM menyelesaikan kasus ini menjadi krusial, mengingat hasil akhir banding dan keputusan CAS akan sangat menentukan nasib Malaysia di pentas Piala Asia 2027.
- fifa
- timnas malaysia
- afc
- skandal naturalisasi
- fam
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Alfred, Antara
Berita Terkait:
-
Bapanas: Pemerintah Harus Jaga Harga Gabah dan Beras Tetap Wajar
-
Indonesia dan Prancis Perkuat Kerja Sama di Sektor Transportasi
-
Hasil Dortmund vs Bayern: Menang 3-2, Die Roten Kokoh di Puncak Klasemen Bundesliga
-
BPKH Sebut Dana untuk Pembayaran Biaya Haji di Muka Telah Tersedia
-
Pemkot Jaktim Kebut Pembangunan Tanki Septik Komunal di Tiga Kelurahan
-
Aduan Warga Ditindak Cepat, Satpol PP DIY Amankan ODGJ Terlantar di Sleman
-
Janice Tjen Tersingkir di Babak Pertama Merida Open 2026 Usai Tumbang dari Camila Osorio
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.