Peluang Melemah Terbukan, 3 November 2025
Senin, 03 Nov 2025, 08:40 WIBJAKARTA â Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS berpoÂtensi melemah awal pekan ini jika rilis data inflasi dan perÂtumbuhan ekonomi nasional di tak sesuai ekspektasi pelaku pasar keuangan. Selain itu, peluang pelemahan rupiah kian terbuka lebar jika negosiasi tarif dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok terus berlarut-larut.Â
Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong melihat investor menantikan sejumlah data ekonomi doÂmestic seperti inflasi pada Oktober 2025, pertumbuhan ekoÂnomi pada kuartal III-2025, dan neraca perdagangan.
Dari eksternal, lanjut Lukman, terdapat data Institute for Supply Management (ISM) manufacturing dan service di AS yang akan dirilis pada Senin dan Rabu waktu setemÂpat. Dijelaskannya, untuk sentimen dari kesepakatan tarif Tiongkok-AS masih belum jelas, mengingat belum ada data resmi dari rincian kesepakatan tersebut.
Karenanya, Lukman memproyeksikan kurs rupiah terhaÂdap dollar AS dalam perdagangan di pasar uang antarbank, Senin (3/11), bergerak fluktuatif di kisaran 16.450- 16.750 rupiah per dollar AS dengan kecenderungan melemah.
Sebelumnya, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada penutupan perdagangan, Jumat (2/11) sore, menguat sebeÂsar 5 poin atau 0,03 persen dari sehari sebelumnya menjadi 16.631 rupiah per dollar AS.
Analis Bank Woori Saudara Rully Nova mengatakan peÂnguatan nilai tukar (kurs) rupiah dipengaruhi âgencatan tarifâ antara Amerika Serikat (AS) dengan Tiongkok. âHasil pertemuan AS dan Tiongkok yang positif memberikan staÂbilitas bagi pasar, namun hubungan AS dan Tiongkok akan selalu dinamis karena masing-masing memiliki kepenÂtingan dan persaingan yang tinggi,â katanya di Jakarta, akhir pekan lalu.
Presiden Xi Jinping bertemu Presiden Donald Trump di Busan, Korea Selatan pada Kamis (30/10), selama 1 jam dan 40 menit. Sebelum pertemuan kedua kepala negara, delegaÂsi Tiongkok dan AS sudah bertemu dalam perundingan daÂgang di Kuala Lumpur pada 25-26 Oktober 2025.
Berdasarkan laporan di lapangan, kedua pihak bertukar pandangan secara mendalam mengenai isu-isu ekonomi dan perdagangan dan mencapai konsensus dalam penyeleÂsaian berbagai isu.
Dalam pertemuan tersebut, berdasarkan wawancara di Air Force One, Trump mengatakan Xi menyetujui penangÂguhan pembatasan ekspor atas mineral tanah jarang selama satu tahun yang kemungkinan akan âdiperpanjang secara rutinâ setelah sebelumnya Tiongkok mengumumkan akan melakukan kontrol ekspor mineral tanah jarang.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara, Muchamad Ismail
Berita Terkait:
-
Mensos Tegaskan Rencana Penerapan WFA Tidak Ganggu Pelayanan Sosial
-
Konser di ICE BSD, aespa Akui Waktu di Jakarta Selalu Terburu-Buru
-
Cegah Pelarian Modal, BI Diperkirakan Menaikkan Bunga Acuan di Semester I-2026
-
Pelemahan Rupiah Uji Ketahanan Likuiditas Perbankan Syariah
-
Periode Pascalebaran, PELNI Berikan Diskon Tarif 20% untuk Muatan Kontainer
-
DLH Mimika Alokasikan Rp18 Miliar untuk Gaji Petugas Kebersihan, Total 182 Orang
-
Rutin Bersih-bersih Lingkungan untuk Mendukung Gerakan Indonesia ASRI
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.