- Home
-
- Luar Negeri
-
- Gempa 6,3 SR Guncang Hindu...
Gempa 6,3 SR Guncang Hindu Kush Afghanistan, Warga Panik Berhamburan di Jalanan
Senin, 03 Nov 2025, 19:00 WIBJAKARTA - Gempa bermagnitudo 6,3 mengguncang wilayah pegunungan Hindu Kush di Afghanistan pada Sabtu, 2 November 2025, dan membuat warga panik berhamburan meninggalkan rumah. Laporan awal disampaikan oleh Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) yang menyebutkan episentrum gempa berada pada kedalaman sekitar 200 kilometer.
Meski berpusat di wilayah pegunungan terpencil, getaran gempa dilaporkan terasa kuat hingga ke beberapa kota di Afghanistan. Sejumlah wilayah di Pakistan bagian utara juga merasakan guncangan sehingga banyak warga yang keluar rumah karena takut terjadi bangunan runtuh.
USGS menyampaikan bahwa pusat gempa berada sekitar 44 kilometer tenggara Jurm, sebuah distrik di wilayah Badakhshan. Badakhshan dikenal sebagai daerah rawan gempa karena berada di pertemuan lempeng tektonik besar yang aktif bergerak.
Belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa atau kerusakan parah akibat gempa tersebut. Namun otoritas setempat dan tim penolong dikabarkan telah dikerahkan untuk memantau dampak gempa di wilayah pemukiman yang sulit dijangkau.
âGuncangannya sangat kuat dan terasa cukup lama,â ujar seorang warga di Kabul yang dikutip media lokal. âBanyak orang berlarian ke luar rumah karena khawatir bangunan akan roboh.â
Kawasan Hindu Kush memang sering dilanda gempa bumi besar karena posisinya yang berada di jalur tumbukan Lempeng Eurasia dan Lempeng India. Wilayah itu menjadi salah satu zona seismik paling aktif di dunia sehingga gempa besar sering terjadi tanpa peringatan.
Selain Afghanistan, gempa kali ini turut dirasakan hingga Islamabad dan Lahore di Pakistan. Warga melaporkan benda-benda di dalam rumah bergoyang keras dan beberapa gedung tinggi menerapkan prosedur evakuasi darurat.
Otoritas penanggulangan bencana di Afghanistan saat ini masih melakukan pendataan untuk mengetahui skala kerusakan dan kondisi terbaru masyarakat. Mereka mengingatkan warga untuk tetap waspada terhadap potensi gempa susulan yang mungkin terjadi.
âTim kami sedang mengumpulkan informasi dari area yang terdampak,â kata seorang pejabat penanggulangan bencana Afghanistan. âKami memprioritaskan keselamatan warga dan akses bantuan untuk daerah terpencil.â
Hindu Kush sebelumnya pernah dihantam gempa kuat magnitudo 6,3 pada Oktober 2023 yang menyebabkan ratusan korban jiwa dan kerusakan luas pada bangunan. Banyak rumah di wilayah pedesaan Afghanistan menggunakan struktur sederhana yang rentan rusak ketika terjadi guncangan besar.
Gempa bumi selalu menjadi ancaman besar bagi Afghanistan yang masih menghadapi tantangan infrastruktur serta minimnya fasilitas tanggap darurat. Pemerintah setempat mengakui perlunya peningkatan kemampuan memitigasi bencana untuk mengurangi risiko korban pada peristiwa gempa di masa mendatang.
Warga di daerah pegunungan dilaporkan masih bertahan di ruang terbuka karena takut kembali masuk ke dalam rumah. Banyak dari mereka mencoba menghubungi keluarga di wilayah lain untuk memastikan keselamatan masing-masing.
Sejumlah video yang beredar di media sosial menunjukkan warga berkumpul di jalanan sambil membaca doa. Kepanikan terlihat di beberapa lokasi terutama wilayah perkotaan yang padat penduduk.
Gempa besar di kawasan ini juga menimbulkan kekhawatiran akan potensi longsor di daerah lereng yang rawan pergeseran tanah. Tim penanggulangan bencana diinstruksikan untuk memantau risiko lanjutan terutama pada rute logistik dan desa yang berada di kawasan perbukitan terjal.
Gempa yang terjadi malam hari juga menyulitkan pemeriksaan cepat terhadap kondisi bangunan vital seperti rumah sakit dan masjid. Pemerintah daerah meminta masyarakat melaporkan setiap tanda keretakan bangunan agar dapat segera ditindaklanjuti.
Para ahli mengatakan bahwa gempa dalam pada kedalaman sekitar 200 km seperti yang terjadi kali ini umumnya memiliki jangkauan getaran luas. Namun, tingkat kerusakan biasanya lebih kecil dibanding gempa dangkal yang berpusat dekat permukaan.
Meski begitu, kekhawatiran tetap tinggi karena wilayah dengan kondisi bangunan yang lemah bisa mengalami kerusakan signifikan meski jaraknya jauh dari pusat gempa. Pantauan berkelanjutan dilakukan untuk memastikan keamanan warga di daerah terdampak.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan mengenai gangguan besar pada jaringan listrik dan komunikasi. Namun petugas tetap mengantisipasi kemungkinan hambatan distribusi bantuan apabila gempa susulan kembali terjadi.
Dengan situasi yang masih dinamis, pemerintah Afghanistan meminta warganya tetap tenang namun waspada. Proses penilaian dampak gempa akan terus dilanjutkan dalam beberapa hari mendatang untuk memastikan setiap kebutuhan darurat dapat segera dipenuhi.
Gempa di kawasan Hindu Kush kembali menjadi pengingat kuat bahwa wilayah ini berada dalam tekanan geologi yang tinggi. Masyarakat berharap tidak ada kerusakan besar dan kondisi dapat segera pulih setelah guncangan dahsyat tersebut mengguncang daerah mereka.
- Bencana Alam
- India
- Gempa Bumi
- Pakistan
- gempa afganistan
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
Mobil Listrik Ditinggal Lama? Pakar ITB Sarankan Lepas Terminal Aki dan Jaga Baterai 40–60 Persen
-
Kementan Siapkan Jurus Jitu Lawan Kemarau 2026: Petani Tak Perlu Panik, Pompanisasi dan Pupuk Aman
-
Jepang Peringatkan Risiko Gempa Dahsyat Lain Seminggu Mendatang Usai Gempa M7,7
-
Main Film Horor, Sal Priadi Ciptakan Lagu Saat Syuting "Monster Pabrik Rambut"
-
Nadiem Makarim. Tuntutan 15 Tahun Ibrahim Arif Tak Masuk Akal, "Ibam is One of Us"
-
Gempa Kuat M7,8 Guncang Selatan Filipina dan Sulawesi Utara, Peringatan Tsunami Dikeluarkan
-
Bolaang Mongondow Diguncang Gempa 5,7 Magnitudo
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.