Catat Kinerja Positif, Bank Jakarta Perkuat Sinergi Dorong Pertumbuhan Ekonomi Jakarta

Senin, 03 Nov 2025, 23:52 WIB

JAKARTA- Bank Jakarta berhasil mencatatkan kinerja positif hingga triwulan III tahun 2025 dengan total aset tercatat sebesar 90,72 triliun rupiah, tumbuh 12,37 persen secara tahunan atau year on year (yoy) dibandingkan posisi triwulan III 2024 sebesar 80,74 triliun rupiah.

Pertumbuhan aset tersebut didukung oleh peningkatan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang tumbuh 15.90 persen dari 63,50 triliun rupiah sebelumnya menjadi 74,23 triliun rupiah. Di tengah kompetisi penghimpunan dana yang masih ketat, Bank Jakarta fokus memperkuat struktur pendanaan melalui peningkatan dana murah (CASA). Hasilnya, rasio CASA tumbuh signifikan sebesar 59,85 persen (yoy), menjadi fondasi penting bagi efisiensi biaya dana dan stabilitas likuiditas dalam mendukung ekspansi pembiayaan yang berkelanjutan.

Ket. Foto: Pegawai melayani nasabah di salah satu kantor cabang Bank Jakarta baru-baru ini — Sumber: istimewa

Pada sisi pembiayaan, penyaluran kredit dan pembiayaan Bank Jakarta tumbuh solid, terutama pada segmen UMKM yang meningkat 16,14 persen (yoy) menjadi 6,62 triliun rupiah dari 5,70 triliun rupiah di periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan itu mencerminkan peran aktif Bank Jakarta dalam mendukung produktivitas ekonomi daerah melalui penyaluran pembiayaan yang inklusif dan berdampak luas.

Direktur Utama Bank Jakarta, Agus H. Widodo mengatakan Bank Jakarta terus memperkuat kolaborasi dengan pelaku usaha, terutama UMKM di berbagai sektor produktif, melalui pengembangan produk kredit yang lebih fleksibel dalam tenor, suku bunga, dan skema pembayaran sesuai kebutuhan pelaku usaha.

“Kinerja positif ini merupakan hasil dari komitmen kuat seluruh insan Bank Jakarta untuk tumbuh sebagai Bank Pembangunan Daerah yang kuat, sehat, dan berkelas nasional. Kami terus memperkuat sinergi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan seluruh ekosistem ekonomi kota untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” kata Agus.

Sementara itu, Direktur Keuangan & Strategi Bank Jakarta, Basaria Martha Juliana, menambahkan perseroan secara konsisten menjalankan strategi penguatan fundamental melalui pengelolaan risiko yang prudent, transformasi proses bisnis, dan optimalisasi teknologi digital untuk mendukung akselerasi bisnis yang sehat dan berdaya saing.

Beban Bunga

Dari sisi efisiensi, Bank Jakarta terus menjalankan berbagai inisiatif pengelolaan biaya bunga secara optimal, antara lain melalui peningkatan porsi CASA dan penyesuaian suku bunga deposito korporasi. Langkah itu berhasil menurunkan beban bunga sebesar 7,77 persen hingga September 2025.

Selain itu, pengelolaan operasional expenditure (OPEX) juga terus dioptimalkan melalui efisiensi proses bisnis, peningkatan produktivitas tenaga kerja, dan penyelarasan struktur biaya dengan prioritas strategis perusahaan. Upaya ini memperkuat efektivitas operasional sekaligus menjaga ruang untuk pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.

Dengan capaian tersebut, hingga triwulan III 2025 Bank Jakarta membukukan laba bersih sebesar 520,81 miliar rupiah, tumbuh 1,46 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 513,23 miliar rupiah. Pertumbuhan ini terutama ditopang oleh pendapatan bunga bersih yang naik 6,35 persen dari 2,03 triliun rupiah menjadi 2,16 triliun rupiah.

Redaktur: Vitto Budi

Penulis: Vitto Budi

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.