Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkot Sorong Terapkan Pertanian Modern Berkelanjutan, Hidroponik Jadi Solusi Pangan Masa Depan

📅 Minggu, 02 Nov 2025, 21:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemkot Sorong Terapkan Pertanian Modern Berkelanjutan, Hidroponik Jadi Solusi Pangan Masa Depan Doc: ANTARA/HO-Dinas Pertanian Kota Sorong
Ket. Kepala Dinas Pertanian Kota Sorong Nelwan Hara bersama para petani hidroponik memanen hasil tanaman sayur di Kota Sorong, Papua Barat Daya, Selasa (14/10/2025)

SORONG – Sistem pertanian hidroponik menggunakan air secara jauh lebih efisien dibandingkan pertanian konvensional, dengan penghematan hingga 90% karena air dapat didaur ulang dalam sistem tertutup. Ini sangat krusial di daerah yang mengalami kelangkaan air.

Metode ini memungkinkan budidaya tanaman di lahan yang sangat sempit, termasuk di perkotaan (urban farming) atau di daerah dengan kondisi tanah yang tidak subur.

Tanaman hidroponik cenderung tumbuh lebih cepat, menghasilkan panen yang lebih besar, dan kualitasnya lebih terjamin karena pasokan nutrisi dikontrol secara optimal dan langsung ke akar.

Dinas Pertanian Kota Sorong, Papua Barat Daya, memaksimalkan pengembangan sistem pertanian hidroponik sebagai langkah strategis dalam meningkatkan ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat di wilayah perkotaan.

Kepala Dinas Pertanian Kota Sorong, Nelwan Hara di Sorong, Minggu (2/11), menjelaskan pengembangan pola pertanian hidroponik ini menggandeng Papua Muda inspirasi yang bergerak di bidang hidroponik dengan melibatkan 16 kelompok tani hidroponik yang tersebar di lima distrik di Kota Sorong.

“Kami menggandeng generasi muda Papua sebagai mitra dalam pengembangan hidroponik. Mereka tidak hanya semangat, tapi juga punya kemampuan teknis yang bisa membantu memperluas penerapan teknologi pertanian perkotaan,” jelasnya.

Menurut dia, hidroponik menjadi solusi efektif untuk mengatasi keterbatasan lahan pertanian di wilayah kota. Melalui sistem ini, kata dia, masyarakat dapat menanam berbagai jenis sayuran, seperti brokoli dan sayur daun, dengan hasil yang lebih cepat dan berkualitas tinggi.

“Kota Sorong memiliki keterbatasan lahan pertanian. Karena itu, kami mendorong pengembangan hidroponik agar masyarakat tetap bisa menghasilkan komoditas pertanian bernilai ekonomi tinggi,” ujar Nelwan.

Menurut dia, harga sayuran di Kota Sorong masih relatif mahal, karena sebagian besar pasokan masih berasal dari luar daerah.

Melalui pengembangan hidroponik, pemerintah daerah berharap dapat memperkuat produksi lokal sekaligus menekan harga pasar.

“Dengan meningkatnya produksi lokal, harga sayur bisa lebih terjangkau dan masyarakat juga mendapatkan bahan pangan yang lebih sehat,” ujarnya.

Ia berharap dengan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat dan generasi muda, Kota Sorong dapat menjadi contoh pengembangan pertanian modern yang berkelanjutan di wilayah perkotaan Papua Barat Daya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Hari Santri Nasional

35 menit yang lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

38 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

1 jam lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.