Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Satgas Pengendalian Harga Beras Jambi Temukan Disparitas Harga

📅 Jumat, 31 Okt 2025, 09:57 WIB | Oleh: Tim Penulis
Satgas Pengendalian Harga Beras Jambi Temukan Disparitas Harga Doc: ANTARA
Ket. Tim satgas pengendalian harga beras Jambi saat turun ke lapangan di Kabupaten Sarolangun, Jumat (31/10/2025).

JAMBI – Satuan tugas (Satgas) Pengendalian Harga Beras Provinsi Jambi masih menemukan disparitas harga beras di Kabupaten Merangin saat melakukan pemantauan harga beras di pasar tradisional, distributor, dan ritel modern di Kabupaten Sarolangun dan Kabupaten Merangin.

"Pemantauan dilakukan guna memastikan bahwa harga beras sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan oleh pemerintah, namun di Merangin masih ditemukan disparitas harga," kata Kasubit I Indagsi Ditreskrimsus Polda Jambi, AKBP Hernawan Rizky, Jumat (31/10).

Hasil pemantauan menunjukkan bahwa di Kabupaten Sarolangun, harga beras premium dan medium masih sesuai dengan HET, namun di Kabupaten Merangin, tim satgas menemukan disparitas harga jual dengan HET sebesar 6,9 persen pada tingkat ritel modern Swalayan Melati. 

"Tim satgas langsung memberikan edukasi kepada pemilik toko mengenai HET Beras wilayah Jambi (zona II)," kata Hernawan.

Setelah diberikan edukasi, Swalayan Melati langsung menurunkan harga beras premium sesuai dengan HET yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Sementara itu dari Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jambi, yang diwakili Chi Chi, menyatakan bahwa pihaknya akan terus memantau harga beras di pasar dan mengambil tindakan jika ditemukan pelanggaran.

"Pemantauan harga beras akan terus dilakukan untuk memastikan bahwa harga beras sesuai dengan HET dan masyarakat tidak dirugikan," katanya.

Satgas Pengendalian Harga Beras Provinsi Jambi akan terus melakukan pemantauan harga beras di seluruh kabupaten/kota di Provinsi Jambi untuk memastikan bahwa harga beras sesuai dengan HET dan masyarakat tidak dirugikan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Hari Santri Nasional

56 menit yang lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

59 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

1 jam lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.