Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pembiayaan Ultramikro, Angin Segar bagi Rakyat Kecil Tingkatkan Ekonomi

📅 Jumat, 31 Okt 2025, 01:15 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Pembiayaan Ultramikro, Angin Segar bagi Rakyat Kecil Tingkatkan Ekonomi Doc: istimewa
Ket. Pengentasan Kemiskinan - Jika Desa Tumbuh Mandiri, Beban Urbanisasi akan Berkurang

JAKARTA - Pemerintah perlu mendorong pembiayaan ultramikro yang lebih masif sebagai bagian dari upaya mengentaskan kemiskinan seperti yang menjadi program prioritas Kabinet Merah Putih.

Wakil Direktur Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Eko Listiyanto menilai kredit ultramikro penting untuk akses bagi mereka yang berada di ekonomi bawah dan belum bankable.

“Ini sekaligus mendidik mereka lebih bisa mengelola keuangan seiring pertumbuhan usaha mikronya,” kata Eko dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Kamis (30/10).

Pembiayaan ultramikro jelasnya bisa menjadi satu pilihan cara untuk mendorong perbaikan ekonomi kalangan bawah. Namun, dengan plafon kredit ultramikro yang menyesuaikan dengan kemampuan membayar peminjam, maka membutuhkan dukungan kebijakan Pemerintah di tingkat makro.

Sementara itu, Chief Economist The Indonesia Economic Intelligence (IEI) Sunarsip mengatakan kehadiran model pembiayaan ultramikro itu mengisi ceruk ekonomi yang tidak dijangkau oleh sumber pendanaan dengan pendekatan konvensional seperti bank.

Ceruk itu, selama ini diisi oleh keberadaan rentenir yang justru kerap memberikan dampak negatif kepada masyarakat.

Peran pembiayaan ultramikro seperti yang dijalankan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) juga memiliki misi pemberdayaan kepada kelompok bawah tidak sekadar menyalurkan pembiayaan.

“Terbukti, banyak pelaku ekonomi dari kelompok masyarakat miskin yang kini berhasil ‘mentas’ dari status sebagai keluarga prasejahtera menjadi sejahtera bahkan di atasnya,” kata Sunarsip.

Dia pun memandang lembaga dengan model bisnis seperti PNM perlu didorong agar memiliki lingkup ukuran usaha (size) pembiayaan yang lebih besar.

“Perannya sebagai lembaga pembiayaan ultramikro yang fokus pada pemberdayaan tetap perlu dan harus dipertahankan. Namun, size-nya harus dinaikkan,” kata Sunarsip.

Adapun PNM Mekaar berdiri pada 2016 dengan nasabah sebanyak 22,7 juta orang dan semuanya adalah perempuan. Selama 2025, perusahaan pelat merah ini membidik nasabah aktif Mekaar sebanyak 16 juta orang. Pada 2024 lalu, jumlah pembiayaan Mekaar secara konsolidasi mencapai 73,93 triliun rupiah.

Dalam kesempatan terpisah, Peneliti Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mercu Buana Yogyakarta, Awan Santosa sepakat jika pemerintah perlu mendorong lembaga pembiayaan ultramikro, namun menurutnya tidak cukup sampai di situ.

Regulator katanya jangan sekadar menyalurkan kredit ultramikro, tetapi melakukan penataan kelembagaan. “Penataan kelembagaan penting supaya pelaku usaha ultramikro dan penduduk miskin dapat menjadi pemilik lembaga keuangan mikro atau bank koperasi,”ungkap Awan.

Adapun teknis dari penataan kelembagaan itu ialah membuat regulasi untuk mengalokasikan proporsi tertentu dari dana bansos (bantuan sosial) untuk pembentukan lembaga keuangan atau bank koperasi yang awalnya dimiliki oleh seluruh penerima bansos tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...

Bupati Klaten Masih Diperiksa KPK, Usai Ditangkap

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Bupati Klaten Masih Diperik...
Advertisement
Karhutla Bromo Memakan Korban Jiwa, Tiga Pahlawan Pemadam Gugur Saat Pertaruhkan Nyawa

Karhutla Bromo Memakan Korban Jiwa, Tiga Pahlawan Pemadam Gugur Saat Pertaruhkan Nyawa

15 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.