- Home
-
- Megapolitan
-
- Pram Minta Transjakarta Be...
Pram Minta Transjakarta Benahi Mesin 'tap in' dan 'tap out'
Kamis, 30 Okt 2025, 16:20 WIBJakarta -- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo meminta Transjakarta untuk memperbaiki mesin penempelan kartu untuk masuk (tap in) dan keluar (tap out) karena sering eror sehingga dikeluhkan masyarakat baik itu lambat memindai maupun menarik tarif lebih dari satu kali.
âSaya sendiri juga mengeluhkan hal yang sama. 'Taping'-nya seringkali tidak berjalan dengan baik dan untuk itu saya sudah meminta kepada Transjakarta untuk memperbaiki,â kata Pramono saat dijumpai di Balai Kota, Kamis.
Tak hanya Transjakarta, Pramono juga meminta kepada jajaran Mass Rapid Transit (MRT) untuk memperbaiki mesin tempel untuk masuk dan keluar mereka.
Bahkan Pramono berharap, nantinya alat penempelan untuk masuk dan keluar di transportasi publik Jakarta dapat memindai dengan lebih cepat seperti di luar negeri.
âSaya berpikir, saya berharap seperti di kota-kota besar dunia sambil lari, begini (melakukan tap kartu) saja sudah bisa 'nge-tap',â jelas Pramono.
Adapun dilihat dari akun media sosial resmi Pramono Anung, isu terkait kenaikan tarif Transjakarta banyak menarik perhatian publik.
Dilihat dari kolom komentarnya, warganet rata-rata setuju dengan kenaikan tarif Transjakarta mengingat tarif kendaraan umum tersebut belum pernah mengalami kenaikan sejak 20 tahun lalu.
Kendati demikian, banyak warganet juga meminta kenaikan tarif tersebut juga diiringi dengan perbaikan layanan dari Transjakarta.
Hal itu seperti meningkatkan keamanan dan keselamatan (safety) agar tak terjadi kecelakaan, hingga memperbaiki mesin pindai masuk dan keluar agar tak menyedot tarif dua kali.
Sebelumnya, Pramono mengaku, dirinya terus mengamati pendapat-pendapat masyarakat di media sosialnya. Bahkan, ia pun mempertimbangkan usulan warganet terkait perkiraan kenaikan tarif Transjakarta mulai dari Rp5000 hingga Rp7000.
âSaya juga mendengar rata-rata mereka (masyarakat) mengusulkan, di media (sosial) saya itu antara Rp5000 sampai Rp7000. Tetapi kami akan memutuskan sesuai dengan nanti apa yang menjadi kemampuan masyarakat,â ujar Pramono.
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Antara, Sujar
Berita Terkait:
-
Gubernur: Banjir Jakarta Tak Bisa Sepenuhnya Hilang
-
Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Kuartal IV 2025
-
Fasilitas JPO Sarinah Buka Peluang 'Naming Rights' Meski Belum Terkoneksi Gedung
-
Piala FA: Arsenal Selamat dari Kejutan Mansfield, Tetap di Jalur Menuju Empat Gelar Musim Ini
-
Ada Perbaikan Jalan, Halte Transjakarta Kebon Sirih Ditutup Sementara 15-18 Mei 2026
-
KPK Ingatkan Transparansi Pengadaan 105 Ribu Mobil Program Koperasi Merah Putih agar Bebas Celah Korupsi
-
Haddad Alwi Rilis Lagu Religi “Pengakuanku”
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.