Petani Lebak Diminta Distan Kembangkan Padi Gogo Dukung Produksi Pangan Masyarakat

Kamis, 30 Okt 2025, 19:50 WIB

LEBAK, BANTEN - Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, Banten meminta petani di daerah itu terus mengembangkan padi gogo atau padi huma di lahan darat untuk mendukung produksi pangan masyarakat.

"Daerah ini sangat berpotensi dikembangkan padi gogo di 28 kecamatan," kata Kepala Bidang Produksi Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Deni Iskandar di Lebak, Kamis (30/10).

Ket. Foto: Petani Kabupaten Lebak, Banten tengah memanen padi gogo atau padi huma di lahan darat untuk memenuhi ketersediaan pangan keluarga. — Sumber: ANTARA/Mansur

Produksi padi gogo dari Januari sampai Oktober 2025 sebanyak 19.000 ton gabah kering pungut (GKP) dengan panen seluas 5.515 hektare.

Selama ini, produksi padi gogo di Kabupaten Lebak belum maksimal dengan kisaran antara 40-60 ribu ton GKP per tahun, padahal bila dioptimalkan bisa menghasilkan 200 ribu ton GKP/tahun.

Petani yang mengembangkan padi gogo, kata dia, kini relatif berkurang dibandingkan sebelumnya di 28 kecamatan, sehingga bisa memenuhi ketersediaan pangan masyarakat.

Saat ini, petani yang melestarikan padi gogo di beberapa kecamatan antara lain Leuwidamar, Cirinten, Sajira, Cimarga , Sobang, Cibeber, Cileles, Cigemblong , Muncang, Gunungkencana , Banjarsari, Bojongmanik, Bayah dan Cilograng.

Mereka kebanyakan petani yang mengembangkan padi gogo di Lebak itu dari komunitas adat, termasuk Suku Badui.

Oleh karena itu, pihaknya mengajak petani agar memaksimalkan mengembangkan pertanian padi gogo dengan benih Situbagendit dengan masa panen 100 hari.

Sedangkan, petani kasepuhan adat dengan menggunakan benih lokal dengan masa panen enam bulan.

"Kita mendorong petani dapat mengembangkan pertanian padi gogo di lahan darat yang begitu luas dan dapat mendukung program swasembada pangan," katanya.

Udin (55) petani Cirinten Kabupaten Lebak mengatakan selama ini pertanian padi gogo dapat memenuhi ketersediaan pangan keluarga dan mereka tidak menjual gabah maupun beras jika panen raya.

Pertanian padi gogo dengan sistem tumpang sari bersama pertanian palawija dan aneka sayuran.

"Kami tanam padi gogo seluas 5.000 meter bisa menghasilkan 130 ikat padi (geugeus) dan jika dikonversikan beras menjadi 100 kilogram," katanya.

Sementara itu, Tetua Adat Badui yang juga Kepala Desa Kanekes Kabupaten Lebak Djaro Oom mengatakan masyarakat di wilayahnya serentak menanam padi gogo selama satu bulan terakhir dan dipastikan panen April 2026.

Padi gogo untuk masyarakat Badui menjadi kewajiban untuk memenuhi kedaulatan pangan keluarga.

"Kita masyarakat Badui hingga hari ini tidak ada yang mengalami kerawanan pangan atau kelaparan karena terpenuhi ketersediaan pangan dari hasil panen padi gogo itu," katanya. Ant

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Opik

Berita Terbaru

Terisolasi Usai Gempa M 7,7! Kemen ESDM Beberkan Kondisi Listrik dan BBM di Manggarai!

Ramaikan GBK, Lebih dari 5.000 Peserta Tumpah Ruah di BrookFarm Almond Run 2026

Siap Duduk Satu Meja? Pertemuan Putin dan Donald Trump di KTT APEC Tinggal Menunggu Waktu!

Mencekam! Lahan Gambut Pinggir Jalan Tol Mendadak Terbakar, Petugas Bertarung Tengah Malam!

Harga Bahan Pokok Lebak Merangkak Naik, Ada Apa dengan Pasar?

Tinggalkan Cara Lama! UMKM Papua Dipaksa Naik Kelas Lewat Jurus Digital BI!

Ekspedisi Patriot Gebrak di Kawasan Transmigrasi Simeulue, Budi Daya Ikan Dibidik Jadi Mesin Ekonomi

Omzet UMKM di KKI 2026 Tembus Rp144,2 Miliar, Produk Lokal Makin Menggigit

TP PKK dan Pemkab Banjar Buka Akses Layanan Operasi Bibir Sumbing Berkelanjutan

Bangkit dari Cedera Langsung Juara Dunia! Keajaiban An Se-young Hancurkan Mimpi Rekor Akane!

Magetan Tak Mau Ketinggalan, Peta Jalan Ekraf 2027 Disiapkan untuk Gebrak Ekonomi Kreatif

Jalan-Jalan Makin Nyaman, Bogor Siapkan Bus Listrik untuk Rute Wisata

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

Bye-Bye Kabel Ruwet! Pemkot Banjarmasin Siapkan Sanksi Tegas Buat Provider Nakal!

BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tidak Saling Menyalahkan Soal Asap Karhutla

Ratusan Pasukan BKO Diterjunkan! Kodam XII/Tanjungpura Siaga Satu Hadapi Karhutla Kalbar!

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.