Menakuti-nakuti Monyet dengan Gambar Harimau. Memang Monyet Bisa Ditipu?

Kamis, 30 Okt 2025, 02:34 WIB

AGAM – Ada-ada saja akal para petani. Mereka menakut-natui monyet atau beruk (monyet besar) hanya dengan memajang foto besar harimau. Apa para monyet itu dapat ditipu. Tapi itulah yang dilakukan sejumlah petani Koto Tinggi Ampek Koto Palembayan, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.

Mereka menggunakan spanduk bergambar harimau sumatera (panthera tigris sumatrae) di kebun mereka untuk menghalau  monyet ekor panjang dan beruk yang mengganggu tanaman mereka. "Saya memasang dua spanduk bergambar harimau sumatera berukuran 1x1,5 meter persegi," kata salah seorang warga Koto Tinggi Yenedi di Lubuk Basung, Minggu.

Ket. Foto: menghalau monyet — Sumber: ist

Ia mengatakan dua spanduk dipasang di lokasi lahan perkebunan jahe, pisang dan lainnya. Spanduk itu untuk mengantisipasi tanaman dimakan atau dirusak oleh hama tanaman berupa monyet ekor panjang dan beruk di lahan seluas sekitar empat hektare.

"Tanaman saya banyak diganggu oleh hama tanaman dan berharap ini bisa mencegah gangguan hama tanaman, sehingga hasil bakal melimpah nantinya," katanya. Ia mengakui cara menghalau pengganggu kebun itu diperoleh dari petani di Pasia Pangerean, Kabupaten Rokan Hulu, Riau. Dimana petani di daerah tersebut memakai spanduk untuk mencegah gangguan hama tanaman dan tanaman mereka terlindungi dari hama tersebut.

Sementara Kepala Resor Konservasi Wilayah II Maninjau Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat Ade Putra mengatakan sebagian masyarakat di Koto Tinggi, Nagari Ampek Koto Palembayan, Agam secara manduru mencetak spanduk bergambar harimau sumatera yang dipasang di kebunnya. "Dari informasi masyarakat bahwa dengan adanya spanduk tersebut monyet ekor panjang dan beruk tidak mau turun dari pohon untuk memakan hasil perkebunan mereka," katanya.

Ini merupakan suatu inovasi atau temuan baru dilakukan masyarakat setempat. Ini bisa dikembangkan dan diuji lagi kebenarannya, sehingga tanaman masyarakat tidak lagi diganggu oleh pengganggu tanaman terutama beruk dan monyet. Sebelumnya, BKSDA Sumbar melakukan penanganan konflik harimau sumatera dengan manusia di Koto Tinggi, Nagari Ampek Koto Palembayan, Kecamatan Palembayan semenjak Selasa (7/10).

Penanganan konflik tersebut menurunkan petugas BKSDA Sumbar beserta Tim Patroli Anak Nagari (Pagari) Baringin dan Mahasiswa Kehutanan Universitas Riau. Petugas bersama tim melakukan pemantauan satwa menggunakan drone termal, kamera treap atau jebak, patroli dan lainnya. "Penanganan konflik masih berlanjut sampai Minggu (26/10). Saat melakukan patroli, ditemukan petani yang akan memasang spanduk bergambar harimau di kebunnya," katanya.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

Berita Terbaru

Pemerintah Lakukan Pemutakhiran Data Bansos untuk Kurangi Salah Sasaran

Sambil Serap Aspirasi, Demokrat Jatim Gelar Lomba Rakyat Serentak di 38 Kabupaten/Kota

Kapolda Lampung: Ratusan Personel Gabungan Berhasil Padamkan Karhutla di Way Kambas

Menekraf Ungkap Ekosistem Ekonomi Kreatif Solusi Tekan Pengangguran di Kota Malang

Mentan: Stok Beras Lebih dari 5 Juta Ton, Ketahanan Pangan Aman

Huawei FreeClip 2 S Segera Hadir di Indonesia, Usung Desain Airy C-Bridge dan Audio Adaptif

Pramono: LRT Rute Kelapa Gading-Manggarai akan Diresmikan Presiden Prabowo pada 26 Agustus

Di Tengah Misi Padamkan Karhutla, Mobil Damkar Belitung Malah Kecelakaan

Dinas Pariwisata Bali Minta Wisatawan Mancanegara Tak Khawatirkan Isu Virus Zika

Paus Sampaikan Solidaritas untuk Korban Gempa NTT

Karya Anak Magelang Bikin Terpukau, 30 Pelukis Cilik Ramaikan “Ruang Khayal Anak #1”

Ikea Indonesia Hadirkan Grejsimojs, Dorong Keluarga Ciptakan Lebih Banyak Momen Bermain di Rumah

Tim Gabungan Tambah Kekuatan Personel untuk Padamkan Karhutla di Pelalawan Riau

Kesempatan Emas untuk UMKM! Pemkab Bandung Beri Pinjaman Rp10 Juta Tanpa Bunga

Erajaya Digital Hadirkan CMF Clip Pro di Indonesia, Usung Desain Open-Ear dan Audio Hi-Res

Guangdong Melirik Industri Motor Listrik Indonesia, Ada Potensi Besar!

Menkes Dorong Dokter Indonesia Perkuat Kolaborasi Internasional

BI: Transaksi QRIS Bebas Biaya Mulai 1 Oktober 2026

Mercedes-Benz Perbarui C-Class, Hadirkan Desain Lebih Tegas dan Teknologi AI

Harga BBM Pertamina, Shell, Vivo, dan BP Alami Penyesuaian

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.