Polres Serang Awasi Pemeriksaan Kesehatan Gratis untuk Warga Terdampak Cs-137 di Kecamatan Cikande

Rabu, 29 Okt 2025, 12:02 WIB

Kepolisian Resor (Polres) Serang, Polda Banten, melakukan pemantauan atas kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis (CKG) terhadap ratusan warga dari dua desa di Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang, yang wilayahnya terdampak paparan zat radioaktif berbahaya cesium-137 (Cs-137).

Kapolres Serang, AKBP Condro Sasongko, di Serang, Selasa, mengatakan kegiatan monitoring ini merupakan bagian dari upaya sinergi antara Polri, pemerintah daerah, dan instansi kesehatan untuk memastikan kondisi masyarakat tetap aman dan sehat.

Ket. Foto: Kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis (CKG) terhadap masyarakat yang wilayahnya terdampak paparan zat radioaktif berbahaya cesium-137 (Cs-137) di Serang, Banten — Sumber: Antara Foto

Warga yang mengikuti pemeriksaan berasal dari Desa Sukatani dan Desa Nambo Udik.

“Kami ingin memastikan bahwa masyarakat di sekitar area terdampak mendapatkan pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh dan tepat sasaran," ujarnya.

Pemeriksaan CKG dilaksanakan di dua lokasi, yakni UPT Puskesmas Cikande dan UPT Puskesmas Kibin.

"Setiap lokasi ditargetkan dapat melayani hingga 250 peserta dari berbagai kalangan usia, baik dewasa maupun anak-anak," terangnya.

Berdasarkan laporan di lapangan, di Puskesmas Cikande dari target 250 peserta, tercatat 121 orang hadir. Dari jumlah tersebut, 117 orang merupakan peserta dewasa dan empat lainnya anak-anak.

"Adapun pengambilan sampel darah dilakukan terhadap 117 orang dewasa untuk pemeriksaan laboratorium lebih lanjut," jelasnya.

Sementara itu, di Puskesmas Kibin, capaian peserta pemeriksaan masih relatif rendah. Dari target 250 orang, hanya 24 warga yang hadir, terdiri dari 16 orang dewasa dan delapan anak-anak. Pengambilan sampel darah dilakukan terhadap 16 peserta dewasa.

Kapolres menegaskan, meski belum semua warga hadir, kegiatan ini akan terus dilakukan secara bertahap hingga seluruh masyarakat terdampak mendapatkan pelayanan kesehatan yang merata.

“Kami mendorong masyarakat agar tidak takut untuk memeriksakan diri. Pemeriksaan ini gratis dan hasilnya akan membantu pemerintah dalam melakukan evaluasi lingkungan,” jelasnya.

Ia menandaskan, langkah ini menjadi bagian penting dalam memastikan penanganan dampak lingkungan berjalan komprehensif, transparan, dan berpihak pada keselamatan warga.

BRIN minta daerah eksportir belajar dari kasus radiasi di Cikande

 Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Laksana Tri Handoko meminta kepada seluruh daerah yang menjadi eksportir berbagai jenis barang ke luar negeri untuk belajar dari kasus radiasi Cesium-137 yang terjadi di Cikande, Serang.

"Mulut-mulut ekspor, baik itu di Surabaya, di Semarang, di Makassar, dan seterusnya, itu banyak pembelajaran dari kasus Cikande ini yang bisa diadopsi untuk upaya preventif," katanya dalam kegiatan Apresiasi BRIDA/BAPERIDA Optima 2025 dan Forum Komunikasi Riset dan Inovasi Daerah di Jakarta, Senin.

Handoko menilai kasus tersebut memiliki dampak terhadap potensi ekspor udang yang bisa hilang dalam sekejap.

"Hampir lima ribu ton udang beku kembali semua ke Indonesia, bisa dibayangkan. Kita tidak ingin itu terjadi di daerah yang lain. Apa itu cengkeh, kemarin juga ada juga kasus cengkeh dari Lampung, kemudian mungkin khususnya yang memang punya tujuan-tujuan ekspor, itu mungkin harus segera ditanyakan untuk melakukan tindakan penjagaan," ujarnya.

Handoko memastikan pihaknya melalui berbagai organisasi riset juga Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA/BAPERIDA) siap membantu seluruh daerah yang memiliki berbagai kendala untuk menerapkan berbagai kebijakan berbasis riset.

"Insya Allah kami siap menjadi jembatan, karena kalau ada masalah yang kira-kira common problem di banyak daerah, kami akan bawa itu melalui Deputi Kebijakan Pembangunan kami misalnya. Kalau masalah substansi, urusan problem teknis, yang membutuhkan pakar, itu sudah pasti kami banyak pakar, semua bidang," ucap Laksana Tri Handoko.

Diketahui, Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Cesium-137 (Cs-137) terus mempercepat proses dekontaminasi di kawasan industri dan pemukiman warga di Cikande, Banten, dengan saat ini total 91 warga telah direlokasi sementara dari zona merah.

Deputi Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) yang juga Ketua Bidang Mitigasi dan Penanganan Kontaminasi Satgas Cs-137 Rasio Ridho Sani menyampaikan 22 pabrik dan 12 titik lainnya telah melalui dekontaminasi setelah terpapar cemaran radioaktif Cs-137.

Dari 22 pabrik yang terdeteksi paparan radiasi Cs-137, 21 diantaranya telah berhasil didekontaminasi, sementara 91 orang yang direlokasi sementara berasal dua lokasi zona merah yang berada di permukiman yaitu di lokasi F2 dan E di Kampung Barengkok, Desa Sukatani, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang, Banten.

"Satgas terus melakukan percepatan dekontaminasi. Di samping yang berada di 22 pabrik, dekontaminasi juga dilakukan di 12 lokasi lain yang terdeteksi Cs-137, baik berada di lahan kosong, lapak, maupun permukiman." tutur Rasio Ridho Sani.

  • Cikande Cesium137

Redaktur: Yebdi Trismar

Penulis: Tim Koran Jakarta

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.