Makin Banyak Orang Muda Mengalami Stroke karena Stres di Kantor
Rabu, 29 Okt 2025, 04:50 WIBJAKARTA â Hati-hati meski masih muda, jangan merasa jauh dari stroke. Sebab serangan stroke makin mendekati kaum muda, utamanya mereka yang mengalami tekanan berat dalam pekerjaan. Dokter spesialis neurologi lulusan Universitas Indonesia dr. Bambang Tri Prasetyo, Sp.N, Subsp. NIOO(K), FINS, FINA mengatakan angka kejadian stroke usia muda di bawah 40 tahun cenderung meningkat salah satunya karena beban kerja yang tinggi sehingga meningkatkan stres.
âFaktor risiko stroke-nya kelihatannya ada perubahan dari perilaku hidup, kalau yang tinggal di perkotaan mungkin karena beban kerja stresnya tinggi, ditambah mungkin kebiasaan merokok jadi peningkatan makin banyak,â kata Bambang dalam diskusi tentang stroke memperingati Hari Stroke Sedunia yang diikuti secara daring di Jakarta, Selasa.
Bambang mengatakan secara teori stroke terjadi pada usia 45 tahun ke atas, namun ada kecenderungan meningkat pada usia di bawahnya. Pada usia muda masih termasuk usia produktif sehingga beban kerja yang tinggi memicu stres dan meningkatkan kebiasaan merokok.Â
Hal ini dapat mengganggu kerja organ lain seperti tekanan darah tinggi karena ada masalah pada jantung dan timbul masalah koroner jika merupakan perokok berat.
Dokter di RS Pondok Indah ini mengatakan pada perokok berat, dalam dinding pembuluh darahnya akan terdapat nikotin yang dapat menyebabkan plak dan mempersempit pembuluh darah. Ini menyebabkan serangan lumpuh sebelah meski tidak sering dan harus dideteksi gangguan penyempitan aliran pembuluh darah ke otak.
Ia mengatakan menangani faktor risiko stroke saat muda sangat penting untuk dilakukan untuk mencegah kejadian stroke atau stroke berulang yang lebih berat.
âPoinnya dari faktor risikonya yang harus dikendalikan karena kalau tidak dikendalikan, ya dia akan berulang atau lebih berat lagi pemulihan,â kata dokter yang juga praktik di RS Pusat Otak Nasional Mahar Mardjono.
Ia juga mengatakan stroke yang terjadi baik di usia muda maupun usia lanjut sangat bergantung dari seberapa cepat ditangani oleh dokter, karena jika penanganannya terlambat maka waktu pemulihannya juga akan panjang.
Pemeriksaan yang sangat detail juga diperlukan pada pasien stroke di usia muda misalnya dari faktor risiko jantung, komponen darah, dan kelainan bawaan agar risiko stroke tidak bertambah berat.
Bambang juga mengingatkan untuk menghindari faktor risiko stroke di usia muda yaitu makanan junk food, memperbanyak makanan bergizi dan sehat, rutin makan buah sebagai camilan dan mengurangi makanan instan.
Selain itu rutin berolahraga dengan berjalan kaki setengah jam sampai satu jam cukup membantu mengontrol semua faktor risiko terutama pompa dari jantung akan lebih baik.
âTerus juga diingatkan konsumsi air putih yang cukup, kurang lebih sampai 2 liter per hari, per 24 jam. Jangan terlalu banyak kopi berlebihan, teh yang berlebihan juga tidak baik. Jadi, secukupnya saja,â kata Bambang.Â
- Beban Kerja
- Cegah Stroke
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Aloysius Widiyatmaka
Berita Terkait:
-
53 Kepala Sekolah Rakyat Jalani retret 16-20 Juni
-
CORE Bongkar Dampak Impor: Keuntungan Industri Dibayar dengan Derita Petani!
-
Pemkab Nagan Raya Minta ASN Maksimalkan Layanan Publik dan Disiplin
-
Petani Lebak Didorong Bertani Cerdas, Fokus pada Sayuran Dataran Rendah
-
Hyptec HT, SUV Listrik Mewah yang Terinspirasi dari Jet Pribadi
-
Waspada Tsunami! BPBD Bone Bolango Imbau Warga Pesisir Tidak Panik
-
Fajar Tampil Bagus dengan Fikri, Rian Dipasangkan dengan Yeremia
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.